• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Cerita Perjuangan Perempuan Pengusaha UMKM di Masa Pandemi, Menuju Kesetaraan Ekonomi

26/12/2022
in Info
76
SHARES
586
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – “Mantanku dari ekonomi sederhana, aku terbiasa bekerja sejak sebelum menikah,” ujar Dyah Mustokoweni, S.Ag, seorang pengusaha herbal yang baru saja merintis usaha wedang pada Maret 2020. Dengan kondisi keluarga yang tak sempurna, bagaimana Dyah bangkit dan memperjuangkan kesetaraan di bidang ekonomi?

Jauh sebelum merintis usaha wedang, Dyah telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Jiwa kewirausahaannya diasah sejak kecil oleh kakaknya, Rani (pemilik CV Vermindo International). Ia berjualan baju-baju batik sejak usia SMP atas bimbingan kakaknya. Ia juga pernah menjadi guru di sebuah sekolah dasar bahkan hingga menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Sekolah.

“Dulu, saya guru Tahfiz di SD, dan guru Bahasa Inggris sampai karier wakasek. Sempat ditawarkan posisi Kepsek, tapi karena gaji tidak sesuai dengan tugas yang sangat padat, akhirnya saya memilih mundur dari dunia pendidikan,” katanya, Senin (23/11/2020) kepada ChanelMuslim.com.

Ia pun memulai usaha katering nasi boks dan aqiqah. Kepiawaiannya dalam mengolah masakan membuat usaha kateringnya maju pesat.

“Lumayan bisa beli motor dan rumah dari hasil katering,” ujarnya sembari tersenyum.

Namun, bisnis yang meroket selalu diimbangi dengan ujian. Satu persatu karyawannya mundur dan bahkan membuka usaha katering.

“Karyawan ada yang buka sendiri juga, beberapa customer saya diambil alih mereka. Akhirnya katering agak sepi,” tuturnya sedih.

Selain hobi memasak, Dyah mengakui bahwa ia menjalani beragam profesi untuk memenuhi tuntutan kebutuhan rumah tangga.

“Tuntutan kebutuhan rumah tangga, jadi buat saya kreatif. Anak saya tiga dan mantan suami saya dari ekonomi sederhana. Jadi, dari awal nikah, berjuang cari nafkah juga,” tegasnya.

Dyah tidak sendiri, mungkin banyak Dyah-Dyah lain yang juga berjuang untuk dapat setara dalam hal ekonomi, sosial, dan pendidikan. Sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), yaitu mencapai kesetaraan gender serta memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan, apa yang dilakukan Dyah adalah upaya untuk memastikan bahwa semua perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan berpolitik, sosial dan ekonomi.

“Tidak apa-apa. Saya enggak takut. Tanpa laki-laki, malah lebih sukses,” kata Dyah yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal selama dua tahun.

Hasil tak pernah mengkhianati proses, perjuangan Dyah pun terbayar. Produk wedangnya kini tembus ke luar negeri. Temannya yang seorang profesor di Jerman tertarik untuk mengonsumsi wedang buatannya. Wedangnya pun dikirim ke Jerman sebanyak 100 pak.

“Karena cuaca di Jerman sangat dingin saat itu, jadi laku pesat wedang tersebut dan habis dalam waktu 1 pekan,” tambahnya bahagia.

Pandemi Covid-19 bagi Dyah bisa dikatakan sebagai ‘blessing in disguise’. Ia jeli membaca peluang pasar berdasarkan pengalamannya sebagai pengusaha UMKM di bidang herbal. Ia membuat wedang yang terbuat dari rempah-rempah berkualitas tinggi, minuman herbal semacam ini banyak dicari orang untuk menjaga imunitas tubuh.

“Wedang saya sudah ke Eropa, orangnya belum. Kalau ke Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Mekkah, Madinah sudah. Tinggal ke Jerman, Eropa belom nih. Semoga segera terwujud bisa ke sana langsung lihat negara dan ketemu reseller-reseller saya di sana, amin,” ujarnya sumringah.

Kini, Dyah tengah mengembangkan sistem untuk bisnis Wedang KFKIN buatannya. Ia bangga sebagai perempuan Indonesia yang mandiri dan tangguh mengatasi rintangan. Di masa pandemi Covid-19, bisnis yang dijalaninya mampu bertahan dan bahkan semakin berkembang. Meskipun Dyah bukan satu-satunya perempuan Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan di bidang ekonomi, ia membuktikan mampu bertahan bahkan sukses dalam mengembangkan bisnis yang dijalaninya. [ind]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Muslim Fashion Rendezvous 2020 Resmi Dibuka, Tujuh Desainer Tampilkan Koleksi Etnik dan Syari

Next Post

Maryam Abu Mathor Ungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Next Post

Maryam Abu Mathor Ungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Erupsi Merapi, TASK Hidayatullah Kembali Kirim Logistik untuk Warga

Wujudkan Digitalisasi dan Korporatisasi Pertanian, TaniHub Group Berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM

  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6272 shares
    Share 2509 Tweet 1568
  • Model Gamis Potongan Dua Tingkat bisa Jadi Rekomendasi untuk Lebaran 2026

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Tren Pakaian Denim Bergeser ke Model Berpotongan Longgar dan Lebar di Tahun 2026

    464 shares
    Share 186 Tweet 116
  • Banjir Batang, DPC PKS Kecamatan Batang Salurkan Bantuan Pangan di Karangasem Utara dan Klidang Lor

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1757 shares
    Share 703 Tweet 439
  • Resep Singkong Keju Goreng

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3408 shares
    Share 1363 Tweet 852
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7870 shares
    Share 3148 Tweet 1968
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4075 shares
    Share 1630 Tweet 1019
  • Indonesia Siapkan Lima Ribu Kuota Beasiswa LPDP Tahun 2026 untuk Program S1 hingga S3

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga