RASA lelah yang tidak wajar dan menerus bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak dalam kondisi yang prima.
Ketika membayangkan seseorang yang sedang berjuang menghadapi penyakit jantung, kamu mungkin langsung terpikirkan rasa sakit di dada atau pusing yang sangat hebat.
Hal tersebut memang merupakan keluhan klasik, tetapi ada satu tanda lain yang ternyata sering luput dari perhatian, yaitu rasa lelah. Lelah memang keluhan yang wajar dialami oleh siapa saja di tengah padatnya rutinitas harian.
Kelelahan yang baru saja muncul, sulit hilang atau disertai dengan penurunan kemampuan fisik yang nyata, merupakan peringatan dini yang serius.
Hal ini patut mendapat kewaspadaan ekstra, khususnya pada wanita yang secara statistic kerap menunjukkan tanda-tanda tidak lazim dibandingkan dengan pria.
Baca juga: Periksa Tekanan Darah di Rumah jadi Cara Ampuh jaga Kesehatan Jantung
Rasa Lelah yang Menerus bisa Jadi Tanda Jantung Tidak Sehat
Faktanya, mereka yang menderita gagal jantung memang beberapa kali melaporkan rasa lelah yang sangat ekstrem.
Kelalahan luar biasa ini bisa menjadi tanda waspada bagi rentetan masalah lain yang pada akhirnya membantu ahli kardiologi untuk menegakkan diagnosis medis yang akurat.
Tugas utama organ vital ini adalah memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Jika fungsinya kian menurun, maka jaringan dan organ tubuh tidak akan mendapat pasokan oksigen yang cukup.
Saat menjumpai pasien yang mengeluhkan rasa lelah kronis, hal pertama yang akan langsung ditanyakan oleh pakar jantung adalah tentang masalah pernapasan, terutama saat melakukan aktivitas yang dulunya terasa sangat ringan.
Lebih lanjut, napas pendek dan kelelahan kerap muncul bersamaan ketika jantung mulai kewalahan mengikuti kebutuhan ritme tubuh.
Karena pasien sering kali tidak menyadari adanya perubahan kecil pada pola pernapasannya, menanyakan hal tersebut mampu memberi petunjuk penting untuk mengungkap sumber masalah utamanya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain kedua hal tersebut, ada berbagai indikator lain yang turut mengindikasikan bahaya kardiovaskular. Beberapa di antaranya meliputi penurunan toleransi olahraga, dan pembengkakan pada tungkai atau pergelangan kaki.
Selanjutnya adalah jantung berdebar, pusing, rasa tidak nyaman di dada, hingga keharusan menumpuk banyak bantal untuk tidur nyenyak akibat kesulitan bernapas saat berbaring.
Banyak yang memang sering mengeluh capek akibat padatnya kegiatan. Namun, kelelahan akibat penurunan kondisi kardiovaskular terbukti memiliki pola yang sangat berbeda.
Jenis kelelahan ini sifatnya jauh lebih persisten dan umumnya datang berbarengan dengan merosotnya performa fisik secara drastis.
Diingatkan juga bahwa kelelahan jenis ini sering kali tidak sebanding dengan jumlah jam tidur seseorang, dan bisa memburuk secara bertahap seiring waktu. [Din]




