PUBERTAS dini tidak hanya memengaruhi perkembangan fisik anak, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis mereka, termasuk meningkatkan risiko perundungan di sekolah.
Pubertas dini pada anak membawa perubahan besar yang sering kali membuat mereka merasa terasing dari teman-temannya yang seusia.
Pubertas dini menyebabkan anak mengalami perubahan fisik yang lebih cepat dibandingkan teman sebaya mereka, yang sering kali membuat mereka merasa canggung atau berbeda.
Anak yang mengalami pubertas dini sering kali merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang berkembang lebih cepat, seperti pembesaran payudara pada anak perempuan atau pembesaran testis pada anak laki-laki.
Perasaan terasing ini bisa memengaruhi rasa percaya diri anak, terutama dalam interaksi sosial mereka dengan teman sebaya.
Baca juga: Kenali Penyebab Utama Terjadinya Pubertas Dini
Pubertas Dini juga Mempengaruhi Psikologis Anak
Perubahan fisik yang tidak sesuai usia ini dapat menyebabkan anak merasa tidak siap secara emosional dan psikologis, yang dapat memicu kecemasan, kebingungan, dan stres.
Anak yang baru berusia 8 atau 9 tahun sudah mengalami haid atau perubahan tubuh lainnya, mereka mungkin merasa bingung dan tertekan.
Perasaan tersebut bisa mengarah pada penurunan kualitas hidup mereka, termasuk menurunnya harga diri dan rasa percaya diri di lingkungan sosial.
Anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan menjadi sasaran perundungan di sekolah. Perubahan fisik yang cepat bisa menyebabkan anak menjadi target perundungan, karena teman-teman sebayanya belum mengalami perubahan yang sama.
Anak yang lebih tinggi atau memiliki bentuk tubuh yang lebih dewasa dibandingkan teman sekelasnya seringkali menjadi sasaran ejekan atau perundungan yang dapat merusak kepercayaan diri mereka.
Pentingnya peran orangtua dalam memberikan dukungan emosional bagi anak yang mengalami pubertas dini.
Komunikasi yang terbuka dan dukungan emosional dapat membantu anak menghadapi perubahan ini dengan lebih positif dan percaya diri.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain dukungan dari orangtua, disarankan agar anak yang mengalami pubertas dini mendapatkan bantuan dari psikolog jika merasa kesulitan untuk menghadapinya.
Pendekatan psikologis ini dapat membantu anak belajar mengelola perasaan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan fisik yang mereka alami.
Tidak hanya orangtua, tetapi juga teman-teman sekelas anak perlu mendapatkan edukasi tentang pubertas dini untuk mengurangi kemungkinan perundungan.
Edukasi semacam ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi anak-anak yang mengalami pubertas dini.
Dengan deteksi dini dan dukungan yang tepat dari orangtua, sekolah, serta tenaga medis, anak yang mengalami pubertas dini dapat melewati fase ini dengan lebih baik secara psikologis. [Din]





