PIRING melamin sudah lama menjadi pilihan banyak keluarga di Indonesia. Selain harganya terjangkau, peralatan makan berbahan melamin juga terkenal ringan, tidak mudah pecah, dan tersedia dalam berbagai warna serta motif menarik. Tidak heran jika piring jenis ini banyak digunakan di rumah tangga, kantin, sekolah, hingga rumah makan.
Namun, di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan yang sering dibahas: apakah piring melamin benar-benar aman untuk kesehatan?
Melamin sebenarnya adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik keras yang dikenal sebagai melamine-formaldehyde resin. Bahan ini mampu menghasilkan peralatan makan yang kuat, tahan benturan, dan memiliki permukaan yang mengilap. Jika digunakan sesuai standar keamanan pangan, piring melamin umumnya dinilai aman untuk digunakan sehari-hari.
Masalah mulai muncul ketika piring melamin digunakan secara tidak tepat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan suhu tinggi dapat menyebabkan sejumlah kecil senyawa melamin berpindah ke makanan. Risiko ini meningkat apabila makanan yang disajikan sangat panas, bersifat asam, atau jika peralatan melamin sudah rusak dan mengalami banyak goresan.
Baca Juga: Mengapa Buah Kiwi Bagus Dijadikan Infused Water? Ini Dia Alasannya!
Piring Melamin Masih Banyak Dipakai, Amankah untuk Kesehatan?
Badan pengawas keamanan pangan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, menetapkan batas aman migrasi melamin dari wadah makanan ke makanan. Selama produk dibuat sesuai standar dan digunakan dengan benar, jumlah melamin yang berpindah ke makanan biasanya masih berada pada tingkat yang dianggap aman.
Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya bahan piringnya, tetapi juga cara penggunaannya. Piring melamin sebaiknya tidak digunakan untuk memanaskan makanan di microwave. Suhu tinggi dari microwave dapat mempercepat pelepasan senyawa tertentu dari permukaan piring. Selain itu, hindari menuangkan minyak mendidih atau makanan yang baru selesai dimasak dengan suhu sangat tinggi ke dalam wadah melamin.
Kondisi fisik piring juga perlu diperhatikan. Jika permukaannya sudah retak, terkelupas, atau memiliki banyak goresan, sebaiknya segera diganti. Kerusakan pada lapisan permukaan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perpindahan zat dari bahan piring ke makanan.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil, memilih produk melamin yang memiliki sertifikasi keamanan pangan juga sangat dianjurkan. Produk berkualitas biasanya diproduksi dengan standar yang lebih ketat dibandingkan produk yang tidak jelas asal-usulnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Meski demikian, bukan berarti masyarakat harus menghindari seluruh peralatan makan berbahan melamin. Banyak ahli keamanan pangan menyatakan bahwa penggunaan melamin masih dapat dilakukan dengan aman selama mengikuti petunjuk pemakaian. Untuk makanan panas dalam suhu ekstrem atau proses pemanasan ulang, wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel sering kali menjadi pilihan yang lebih baik. [DW]





