• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 16 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Mengenal Pulse Oximetry, Pengukur Saturasi Oksigen

12/07/2021
in Healthy
Mengenal Pulse Oximetry, Pengukur Saturasi Oksigen

Mengenal Pulse Oximetry, Pengukur Saturasi Oksigen (Foto: alomedika.com)

82
SHARES
633
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Pulse Oximetry adalah sebuah alat kesehatan yang bisa digunakan untuk mengukur saturasi oksigen. Seperti diketahui, dalam kondisi pandemi seperti ini, memperhatikan saturasi oksigen sangat penting dilakukan agar bisa mendeteksi Covid-19 sejak dini, sehingga penanganan dan penyembuhannya pun juga bisa menjadi lebih cepat.

Baca Juga: KolaborAksi Dompet Dhuafa Distribusikan Tabung Oksigen ke Dua RSUD

Cara Kerja Pulse Oximetry

Namun, inti dari pengukuran saturasi oksigen ini adalah sebagai alat skrining awal pasien dengan gangguan respirasi.

Oleh sebab itu, tidak hanya berhubungan dengan Covid, tapi bisa saja penyakit dengan gejala gangguan pernapasan lainnya.

Dilansir alomedika.com, dr. Dina Fauziah menjelaskan pulse oximetry mampu mengenali perbedaan absorbansi cahaya merah (R) dan near-infrared (IR) pada hemoglobin.

Oksihemoglobin (O2Hb) dapat menyerap lebih banyak cahaya IR dibandingkan deoksihemoglobin (HHb). Hal ini sesuai dengan tampilan makroskopis darah arterial, kadar O2Hb yang tinggi akan tampak merah terang karena tidak banyak cahaya merah yang terserap.

Sedangkan darah vena tampak tidak terlalu merah karena kadar HHb yang lebih tinggi menyebabkan banyak menyerap cahaya merah.

Memanfaatkan prinsip ini, pulse oximetry didesain memiliki dua sisi probe yang dapat mengapit jaringan. Salah satu sisi probe merupakan dioda pemancar cahaya (emitter) yang dapat memancarkan 2 panjang gelombang yang berbeda, yakni gelombang merah 660 nm dan near-infrared 940 nm.

Pada sisi lain, terdapat sensor cahaya (photodiode) yang akan mendeteksi cahaya yang telah melewati jaringan tubuh. Disebabkan perbedaan kemampuan absorbansi cahaya dari O2Hb dan HHb, maka pulse oximetry dapat menentukan proporsi Hb yang terikat dengan oksigen.

Secara teori, pulse oximetry mengukur 2 komponen absorbansi yakni direct current (DC) dan alternating current (AC).

DC merepresentasikan cahaya yang melewati jaringan, vena, dan kapiler, yang cenderung statis dan tidak dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan, AC merepresentasikan cahaya yang melewati arteri dan berfluktuasi sesuai dengan siklus kardiak.

Perubahan siklus kardiak memiliki pengaruh terhadap jumlah volume darah arteri, sehingga proporsi absorbansi cahaya R dan IR pun berubah-ubah.

Pulse oximetry menggunakan amplitudo absorbansi untuk menghitung rasio modulasi cahaya R:IR dari kedua komponen, AC dan DC, sehingga didapatkan R value.

Pada kondisi di mana saturasi oksigen rendah, kadar HHb meningkat dan terdapat peningkatan absorbansi cahaya R sehingga menghasilkan R value yang tinggi.

Sedangkan ketika saturasi oksigen tinggi, kadar O2Hb meningkat, menyebabkan peningkatan absorbansi cahaya IR dan menurunkan R value.

Baca Juga: Keprihatinan Gas Oksigen untuk Medis

Nilai Normal Saturasi

Kemudian, terkait hasil pengukuran dari alat pulse oximetry ini, dilansir alodokter.com, dr. Iranita Dyantika menuliskan jawaban bahwa nilai normal saturasi yaitu sekitar 90-100 %.

Apabila hasilnya di bawah 90 %, maka menandakan bahwa seseorang tersebut mengalami gangguan respirasi atau pernapasan.

Hal inilah yang menyebabkan kadar oksigen di dalam tubuh berkurang. Gangguan tersbeut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus ataupun peradangan.

Selain infeksi, ada juga beberapa keadaan yang menyebabkan saturasi turun, yaitu keracunan karbonmonoksida dan juga penderita anemia sikle cell.

Guna mengetahui secara pasti penyebab turunnya saturasi oksigen, maka hal yang harus dilakukan adalah segera memeriksakan diri ke dokter.

Sahabat Muslim, apabila saturasi oksigen menurun, kita bisa menggunakan tabung oksigen atau melakukan teknik proning agar napas kita menjadi lebih lancar. [Cms]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

4 Dukungan Oki Setiana Dewi dalam Mendidik Anak

Next Post

Dulu Beberapa Tahun Lalu

Next Post
aku suka

Dulu Beberapa Tahun Lalu

Shireen Sungkar Panik Putri Bungsunya Demam Tinggi, Ini Alasannya

Shireen Sungkar Panik Putri Bungsunya Demam Tinggi, Ini Alasannya

Panen Pahala pada 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Memasuki Bulan Dzulhijjah, Ini Amalan yang Dapat Dikerjakan

  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9329 shares
    Share 3732 Tweet 2332
  • 5 Wisata Edukasi Dekat Stasiun BNI City yang Seru untuk Dikunjungi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan Jadi Bubur Terenak Dunia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Daging Belut Pilihan Bergizi untuk Tumbuh Kembang Anak

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11762 shares
    Share 4705 Tweet 2941
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1286 shares
    Share 514 Tweet 322
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga