• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Mengenal Atresia Esofagus, Kelainan Kerongkongan pada Bayi

29/01/2026
in Healthy
Cara Mendisiplinkan Jam Tidur Anak

(foto: pinterest)

97
SHARES
743
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Atresia esofagus adalah kelainan kerongkongan pada bayi yang terjadi ketika kerongkongannya tidak tersambung dengan benar ke bagian pencernaan. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi membuat bayi mengalami komplikasi, bahkan dapat berujung kematian.

Dikutip dari sehatq, Kamis (19/8), atresia esofagus merupakan penyakit langka yang tidak dapat dicegah. Kondisi cacat lahir ini tergolong langka dan diperkirakan hanya terjadi 1 dari 3.500 kelahiran. Atresia esofagus dapat mengakibatkan gangguan pernapasan dan masalah pencernaan pada bayi.

Gejala yang dialami oleh penderita atresia esofagus

Tanda dan gejala atresia esofagus biasanya sudah dapat terlihat sejak bayi Anda lahir. Gejala atresia esofagus pada bayi yang paling umum terjadi, di antaranya sebagai berikut.

Bayi sering tersedak atau batuk ketika meminum ASI, munculnya lendir berbusa pada mulut bayi, mulut bayi sering mengeluarkan air liur (ngiler), kulit bayi berubah warna menjadi kebiruan ketika meminum ASI, dan bayi kesulitan bernapas.

Perlu diperhatikan, gejala yang dialami oleh masing-masing bayi mungkin saja berbeda. Jika menemukan adanya gejala-gejala di atas pada bayi Anda, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

Penyebab atresia esofagus pada bayi

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab kelainan kerongkongan pada bayi ini. Namun, mutasi (perubahan) genetik diduga menjadi penyebab esofagus bayi berkembang secara tidak normal saat masih berada dalam kandungan.

Pada bayi yang menderita atresia esofagus, kerongkongan tidak terhubung ke perut dengan benar. Kerongkongan tersebut mungkin terhubung ke trakea, atau berada pada dua bagian yang ujungnya tertutup.

Baca Juga: LAZ Al Azhar Bantu Ringankan Pengobatan Bayi Penderita Atresia Esofagus di Depok

Komplikasi yang bisa terjadi jika bayi mengalami atresia esofagus

Bayi yang mengalami kelainan kerongkongan akan mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan

Kondisi kerongkongan bayi dengan atresia esofagus yang tidak terhubung dengan benar ke perut dapat memicu terjadinya komplikasi. Contoh komplikasi yang menghantui bayi dengan atresia esofagus meliputi:

Kesulitan mengonsumsi makanan, makanan yang telah berada di perut kembali naik ke kerongkongan (refluks), penyempitan kerongkongan karena jaringan parut yang muncul pasca-operasi.

Risiko kematian juga bisa terjadi jika air liur atau cairan lain yang ditelan bayi masuk ke dalam paru-paru (pneumonia aspirasi). Selain itu, bayi dengan kelainan kerongkongan juga berpotensi untuk mengalami kelainan (cacat) pada bagian tubuh lainnya.

Cara mendiagnosis atresia esofagus

Kelainan kerongkongan biasanya baru dapat terdeteksi setelah bayi lahir. Dokter biasanya mencurigai adanya kondisi ini saat bayi batuk, tersedak, dan kulitnya tiba-tiba berubah menjadi biru setelah menyusu.

Hal ini terjadi karena ASI bisa saja masuk ke saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas. Sebagai pemeriksaan lanjutan, dokter akan memasukkan selang makanan kecil melalui mulut atau hidung bayi hingga ke dalam perut.

Apabila selang tersebut tidak bisa masuk ke dalam perut, bayi Anda kemungkinan besar mengalami atresia esofagus.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas, rontgen atau pemeriksaan x-ray akan dilakukan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh bayi Anda. Bayi didiagnosis mengalami kelainan kerongkongan jika rontgen menunjukkan hasil seperti:

Munculnya kantung berisi udara di dalam kerongkongan, banyak udara masuk ke dalam perut dan usus, selang makanan tampak melingkar pada kerongkongan.

Baca Juga: Lembaga Sosial Solopeduli Bantu Penderita Atresia Bilier di Karanganyar

Pengobatan untuk bayi dengan kelainan kerongkongan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, operasi pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin usai bayi lahir. Langkah tersebut dilakukan guna memperbaiki kerongkongan bayi, sehingga paru-parunya tidak rusak dan buah hati Anda bisa segera mendapatkan asupan makanan.

Sebelum operasi, bayi tidak boleh menyusu secara langsung dan akan mendapatkan asupan nutrisi melalui intravena (IV). Langkah ini juga dilakukan untuk mencegah masuknya terlalu banyaknya lendir ke dalam paru-paru bayi Anda.

Bisakah atresia esofagus dicegah?

Tidak ada yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah bayi Anda mengalami atresia esofagus. Namun, risiko tersebut dapat Bunda turunkan dengan merawat diri sebaik mungkin pada masa kehamilan.

Berikut tips menjaga supaya bayi tetap sehat selama berada dalam kandungan: mengonsumsi makanan sehat, berolahraga yang cukup, banyak istirahat, dan rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter.[ind]

Tags: Kelainan Kerongkongan pada BayiMengenal Atresia Esofagus
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Melindungi Bukan Beban Tapi Karunia dan Kemuliaan

Next Post

Akibat banjir, 28 Rute Transjakarta Dialihkan hingga Diperpendek Rutenya

Next Post
Akibat banjir, 28 Rute Transjakarta Dialihkan hingga Diperpendek Rutenya

Akibat banjir, 28 Rute Transjakarta Dialihkan hingga Diperpendek Rutenya

Keluarga Bahagia, Pandai Mensyukuri Nikmat

Keluarga Bahagia, Pandai Mensyukuri Nikmat

Gen dan Jatuh Cinta

Minum Kopi Bikin Deg-degan, Apakah Ini Cinta?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7932 shares
    Share 3173 Tweet 1983
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4121 shares
    Share 1648 Tweet 1030
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3211 shares
    Share 1284 Tweet 803
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3463 shares
    Share 1385 Tweet 866
  • Pascapertemuan Presiden dan Tokoh Ormas, Bachtiar Nasir Beri Catatan Kritis Soal BoP

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pilates Setelah Salat, Kelas Khusus Pria di Masjid-Masjid Bradford

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2888 shares
    Share 1155 Tweet 722
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2071 shares
    Share 828 Tweet 518
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga