BEBERAPA cara penularan virus HIV yang perlu kamu ketahui. Masih banyak orang yang khawatir tertular HIV saat menggunakan transportasi umum, misalnya setelah memegang tiang di KRL atau duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh orang dengan HIV.
Ada pula anggapan bahwa batuk, bersin, hingga keringat dapat menjadi media penularan virus tersebut. Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos.
HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti bersentuhan, berjabat tangan, maupun menggunakan fasilitas umum bersama.
Seseorang tidak akan tertular HIV hanya karena memegang tiang, pegangan tangan, kursi, atau sandaran di transportasi umum yang sebelumnya disentuh oleh orang dengan HIV.
Virus HIV tidak mampu bertahan hidup lama di luar tubuh manusia sehingga tidak dapat menular melalui permukaan benda.
Masih ada anggapan bahwa berada di dekat orang dengan HIV yang sedang batuk atau bersin dapat menyebabkan penularan. Padahal, hal tersebut juga tidak benar.
HIV bukan penyakit yang menyebar melalui udara. Artinya, virus ini tidak dapat berpindah melalui batuk, bersin, ataupun sekadar berada dalam satu ruangan dengan orang yang hidup dengan HIV.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri HIV dan AIDS pada Pria
Ketahui Beberapa Cara Penularan Virus HIV yang Perlu Kamu Ketahui
Mekanisme penularan HIV berbeda dengan penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti influenza atau COVID-19, yang memang dapat menyebar melalui droplet maupun udara.
Berdesakan di transportasi umum saat jam sibuk juga bukan penyebab penularan HIV. HIV tidak dapat menular melalui kontak kulit, termasuk saat berjabat tangan, berpelukan, maupun ketika kulit bersentuhan dengan keringat orang yang hidup dengan HIV.
Dengan demikian, aktivitas sehari-hari yang melibatkan kontak fisik biasa tidak menimbulkan risiko penularan virus tersebut.
HIV hanya dapat menular melalui cairan tubuh tertentu, yaitu:
Darah
Cairan sperma
Cairan vagina
Cairan rektal.
Penularan umumnya terjadi ketika cairan tubuh tersebut masuk ke dalam tubuh orang lain melalui hubungan seksual yang tidak terlindungi, penggunaan jarum suntik secara bergantian, atau dari ibu dengan HIV kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Masih kuatnya berbagai mitos tentang HIV sering kali memicu stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV, termasuk di ruang publik seperti transportasi umum.
Padahal, menggunakan transportasi umum bersama, berbagi pegangan tangan, duduk berdampingan, hingga berdesakan tidak membuat seseorang tertular HIV.
Karena itu, memahami cara penularan HIV yang benar menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif sekaligus mengurangi kesalahpahaman di masyarakat.
Dengan pengetahuan yang tepat mengenai HIV, masyarakat dapat tetap beraktivitas tanpa rasa takut yang tidak berdasar sekaligus menghormati hak setiap orang untuk menggunakan fasilitas publik tanpa diskriminasi. [Din]





