AFRA binti Ubaid dikenal sebagai seorang perempuan Anshar yang melahirkan putra-putra pemberani yang berjuang di jalan Allah.
Ia mempunyai satu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh perempuan lain yaitu ketujuh anaknya menjadi mujahid.
Salah satu hal yang membuat Afra dikenal dalam sejarah adalah karena ia merupakan ibu dari Mu’adz bin Afra dan Mu’awwidz bin Afra. Kedua putranya termasuk pemuda yang memiliki keberanian luar biasa dalam Perang Badar, perang besar pertama dalam sejarah Islam. Mereka turut berjuang bersama kaum Muslimin ketika menghadapi pasukan Quraisy yang jumlahnya jauh lebih besar.
Enam di antara mereka gugur sebagai syuhada. Putranya yang bernama Mu’adz, Muawwadz, dan Aqil terbunuh sebagai syuhada di Perang Badar, Khalid terbunuh dalam Perang ar-Raji’, Amir terbunuh dalam Perang Birr Ma’unah.
Baca Juga: Mengenal Umaimah binti Ruqaiqah, Shahabiyah yang Berbaiat kepada Rasulullah
Keistimewaan Afra binti Ubaid, Ibu Para Syuhada yang Penuh Teladan
Afra berasal dari kalangan Anshar di Madinah. Ia hidup pada masa ketika Islam mulai berkembang dan menghadapi berbagai tantangan dari kaum Quraisy.
Sebagai seorang Muslimah, Afra menunjukkan komitmen yang kuat terhadap agama yang dibawa Rasulullah. Keimanannya tidak hanya terlihat dalam kehidupan pribadinya, tetapi juga dalam cara ia mendidik anak-anaknya.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kedua putra Afra berperan dalam peristiwa yang menyebabkan tewasnya Abu Jahal, salah satu musuh terbesar Islam pada masa itu. Keberanian mereka menjadi bukti keberhasilan pendidikan yang diberikan oleh sang ibu.
Afra mampu menanamkan nilai keimanan, kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta semangat berkorban demi agama.
Menjadi ibu pada masa awal Islam tentu bukan perkara mudah. Para shahabiyah hidup dalam kondisi yang penuh ujian. Mereka harus menghadapi ancaman peperangan, kehilangan anggota keluarga, dan berbagai kesulitan lainnya. Namun Afra menunjukkan kesabaran dan keteguhan hati yang luar biasa. Ia mendidik anak-anaknya untuk mengutamakan ridha Allah di atas kepentingan dunia.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisah Afra binti Ubaid juga mengajarkan pentingnya peran seorang ibu dalam membentuk karakter generasi penerus.
Anak-anak yang tumbuh dengan pendidikan iman yang kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam diri putra-putranya, terlihat bagaimana nilai-nilai Islam telah tertanam sejak usia muda sehingga mereka menjadi sosok yang berani dan bertanggung jawab.
Selain dikenal sebagai ibu para pejuang, Afra juga termasuk perempuan yang mendapatkan kemuliaan sebagai shahabiyah.
Gelar ini menunjukkan bahwa ia hidup pada masa Rasulullah dan beriman kepada beliau. Menjadi bagian dari generasi sahabat merupakan kehormatan yang sangat besar karena mereka menyaksikan langsung perjuangan dakwah Islam.
Hingga kini, nama Afra binti Ubaid tetap dikenang sebagai simbol keberhasilan pendidikan keluarga dalam Islam.
Keteladanannya mengingatkan bahwa perjuangan menegakkan agama tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga dimulai dari rumah.
Seorang ibu yang menanamkan akidah, akhlak, dan keberanian kepada anak-anaknya turut berkontribusi dalam membangun peradaban Islam. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





