SETIAP orang tua tentu ingin memberikan makanan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang buah hati. Selain ayam, telur, dan ikan, ada satu sumber protein hewani yang sering terlupakan, yaitu daging belut. Meski tampilannya kurang populer dibandingkan ikan laut, belut menyimpan beragam nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan anak, mulai dari protein, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, hingga selenium dan zinc.
Belut termasuk kelompok ikan air tawar yang aman dikonsumsi anak apabila diolah hingga matang sempurna. Rasanya yang gurih juga membuatnya mudah diolah menjadi sup, pepes, abon, perkedel, hingga campuran nasi tim untuk anak yang sudah memasuki masa MPASI.
Baca Juga: Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina
Daging Belut Pilihan Bergizi untuk Tumbuh Kembang Anak
1. Membantu pertumbuhan otot dan jaringan tubuh
Masa kanak-kanak merupakan periode ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Daging belut mengandung protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk membentuk otot, memperbaiki jaringan, serta mendukung produksi enzim dan hormon.
Dalam 100 gram belut terdapat sekitar 18–24 gram protein, menjadikannya salah satu sumber protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
2. Mendukung perkembangan otak
Belut juga mengandung asam lemak omega-3, kolin, vitamin B12, dan zinc yang berperan penting dalam perkembangan sistem saraf. Nutrisi tersebut membantu pembentukan sel otak sekaligus mendukung kemampuan belajar, daya ingat, dan konsentrasi anak.
Walaupun kandungan omega-3 belut tidak setinggi salmon, belut tetap menjadi pilihan protein yang bernilai gizi tinggi untuk melengkapi variasi makanan anak.
3. Menjaga kesehatan mata
Salah satu keunggulan belut adalah kandungan vitamin A yang cukup tinggi. Vitamin ini berfungsi menjaga kesehatan retina, mendukung penglihatan, serta membantu pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.
Anak-anak yang memperoleh asupan vitamin A yang cukup memiliki peluang lebih baik untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mendukung daya tahan tubuh. Karena vitamin A termasuk vitamin larut lemak, penyerapannya akan lebih optimal bila dikonsumsi bersama makanan bergizi seimbang.
4. Memperkuat tulang dan gigi
Selain kaya protein, belut mengandung vitamin D, fosfor, kalsium, dan kalium yang bekerja bersama dalam pembentukan tulang. Nutrisi tersebut membantu menjaga kepadatan tulang sekaligus mendukung pertumbuhan gigi yang sehat pada anak.
Asupan vitamin D juga penting karena membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih efektif. Oleh sebab itu, belut dapat menjadi salah satu variasi lauk bergizi di samping susu, ikan, dan sayuran hijau.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
Selenium, zinc, vitamin A, vitamin E, dan vitamin B kompleks yang terdapat pada belut memiliki peran dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Nutrisi tersebut membantu tubuh melawan infeksi sekaligus mendukung proses penyembuhan jaringan ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan.
Sebuah penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa makanan berbahan dasar belut mampu meningkatkan asupan protein, zinc, dan vitamin A pada anak yang menjalani perawatan di rumah sakit, menandakan belut memiliki potensi sebagai sumber gizi yang baik.
***
Pilih belut yang masih segar dan pastikan dimasak hingga benar-benar matang untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri maupun parasit. Untuk anak kecil, hindari menggoreng terlalu kering agar teksturnya tetap lembut. Belut dapat dikukus, direbus, dipanggang, atau dibuat menjadi abon tanpa terlalu banyak garam dan penyedap.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Perlu diingat, meski belut kaya nutrisi, konsumsinya tetap sebaiknya bervariasi dengan sumber protein lain seperti ikan, telur, ayam, dan daging. Bila anak memiliki riwayat alergi ikan atau menunjukkan gejala seperti ruam, muntah, atau sesak napas setelah makan belut, segera hentikan pemberian dan konsultasikan ke dokter. [DW]





