• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Apa Itu Penekanan Emosi atau Represi Emosi?

30/06/2025
in Healthy, Unggulan
Apa Itu Penekanan Emosi atau Represi Emosi?

(foto: pixabay)

114
SHARES
880
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

APA itu penekanan emosi? Apakah kamu pernah mengalami mencoba menekan emosi marah, sedih atau kecewa? Ketua Hikari Parenting School Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. menjelaskan mengenai represi emosi.

Emosi-emosi negatif itu sering kali kita tekan karena menganggap tidak pantas dikeluarkan di hadapan orang lain?

Atau mungkin kita, sebagai orang tua, secara sadar atau tidak sering mengatakan hal seperti ini pada anak-anak, ”Stttt…tidak boleh menangis ya, anak laki-laki harus kuat, jangan cengeng.”

Atau bahkan memarahi anak dengan keras, saat mereka menangis atau mengekspresikan amarahnya kepada ayah bunda?

Ini adalah perilaku yang bisa membuat seseorang menekan emosinya, sehingga tidak bisa disalurkan dengan semestinya.

Apakah perilaku ini ada efek negatifnya? Bagaimana untuk mengatasi kebiasaan ini, kalau sudah terbentuk sejak kecil?

Artikel ini akan membahas tentang penekanan emosi secara tuntas, yang diambil dari situs positivepsychology.

Baca juga: Sampah Emosi

Apa Itu Penekanan Emosi atau Represi Emosi?

Tulisan ini akan dishare selama beberapa hari ke depan. Ikuti terus ya! Semoga bermanfaat!

Penekanan emosi atau represi emosi adalah usaha untuk menghindari penderitaan emosional. Ini adalah gaya coping yang digunakan untuk menyembunyikan dan mengusir emosi negatif.

Menekan emosi dapat dianggap sebagai mekanisme pertahanan, di mana orang membela diri dari hal-hal negatif dan fokus pada aspek positif dari diri mereka (Garssen, 2007).

Represi emosi dapat terjadi karena seseorang tumbuh di lingkungan yang hanya sedikit atau bahkan tidak ada ruang yang diberikan untuk mengalami dan mengekspresikan emosi.

Narasi masyarakat dan mitos keluarga mungkin menyatakan bahwa emosi itu salah, memalukan, atau merupakan tanda kelemahan.

Kita mungkin dibesarkan oleh pengasuh utama yang tidak pernah mengungkapkan atau menunjukkan emosi negatif.

Mereka mungkin secara sengaja atau tidak sengaja menghilangkan emosi negatif kita melalui pesan-pesan seperti ‘lanjutkan saja’, ‘berhenti menangis’, ‘bersyukur’, dan ‘jangan konyol; semuanya baik-baik saja.’

Anak-anak sering menginternalisasikan pesan-pesan yang didengar dari orang di sekelilingnya, dan belajar bahwa memiliki emosi negatif dan mengakuinya, bukanlah hal yang baik.

Selain itu, tidak adanya seseorang yang memberi contoh bagaimana mengekspresikan dan mengatasi emosi dapat mengarah pada pengembangan strategi penanggulangan yang berfokus pada menghindari dan menghambat emosi negatif.

Banyak orang mungkin lebih mengarahkan perhatian pada emosi positif yang dapat diterima dan ditoleransi oleh orang lain.

Pengalaman masa kecil yang traumatis juga dapat mengakibatkan represi emosi.

Seorang anak yang kebutuhannya diabaikan, tidak diakui, atau yang dikritik atau dihukum karena memperlihatkan dan mengungkapkan perasaannya, mungkin lebih cenderung menekan emosinya saat dewasa.[ind]

Tags: Apa Itu Penekanan Emosi atau Represi Emosi?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

3 Kondisi Balita Sulit Tidur Hingga Mengganggu Orang Lain

Next Post

Tonggak Sejarah: Indonesia Miliki Advokat Tuli Pertama

Next Post
Tonggak Sejarah: Indonesia Miliki Advokat Tuli Pertama

Tonggak Sejarah: Indonesia Miliki Advokat Tuli Pertama

Hikmah Sujud Dua Kali di Satu Rakaat

Jangan terlalu Betah di Persinggahan

Cek Kebenarannya, Vaksin HPV Miliki Efek Samping yang Berbahaya bagi Kesehatan

Cek Kebenarannya, Vaksin HPV Miliki Efek Samping yang Berbahaya bagi Kesehatan

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9198 shares
    Share 3679 Tweet 2300
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1962 shares
    Share 785 Tweet 491
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4160 shares
    Share 1664 Tweet 1040
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2440 shares
    Share 976 Tweet 610
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2375 shares
    Share 950 Tweet 594
  • 5 Destinasi Brunei yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga