• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 3 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Persiapan Bulan Ramadan Itu Bukan di Supermarket

26/03/2021
in Fokus, Khazanah, Unggulan
Persiapan Bulan Ramadan Itu Bukan di Supermarket

Ilustrasi, foto: Sada El Balad

101
SHARES
775
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Persiapan Ramadan itu bukan di supermarket. Bulan Ramadan itu bulan ibadah. Bulan puasa. Bulan Al-Qur’an. Bulan qiyamul lail. Bulan sedekah. Dan, bukan bulan makan-makan.

Ada sisi lain dari bulan Ramadan yang kadang jauh lebih kuat dari sebagai bulan ibadah. Yaitu, bulan yang dipersepsikan sebagai ajang menu makanan dan minuman.

Hal ini mungkin wajar. Karena umumnya orang memahami bulan Ramadan sebagai bulan yang tidak makan dan minum di siang hari. Kata makan dan minum inilah yang akhirnya menjadi lebih dominan dari bulan Ramadan.

Baca Juga: Lima Persiapan Ramadan

Seolah kalau tidak memperhatikan unsur makan dan minum ini, bulan Ramadan bisa begitu menyiksa. Bisa membuat badan kurus kering. Bisa menjadikan tubuh sakit-sakitan. Dan lainnya.

Perhatikanlah gencarnya ragam iklan saat menjelang Ramadan. Selalu yang dibidik adalah makan dan minum.

Aneka tayangan jenis makanan dan minuman nyaris selalu tampil setiap saat. Dan tayangan tersebut dikesankan sebagai kelaziman Ramadan.

Perhatikan pula dua pekan menjelang Ramadan. Ada dua tempat yang begitu ramai. Selain makam untuk ziarah, tempat yang selalu begitu favorit adalah supermarket.

Di tempat ini, antrian kasir bisa begitu panjang.

Apa yang mereka kejar di tempat serba ada itu? Apalagi kalau bukan aneka jenis makanan dan minuman. Seolah iklan sukses membimbing mereka ke jalan yang “lurus”.

Selama masih ada uang, silakan borong makanan dan minuman. Karena, bulan puasa sudah di depan mata. Bulan yang rasa laparnya luar biasa. Bulan yang rasa hausnya tak terkira.

Ayo, siapkan makanan dan minuman sebanyak-banyaknya, agar lapar dan haus Anda bisa terobati.

Kesenjangan Tujuan dan Persiapan Ramadan

Persepsi tentang Ramadan seperti itu akhirnya melunturkan tujuan datangnya Ramadan. Padahal, Ramadan bukan datang untuk program relaksasi perut.

Bukan pula sebagai ajang menu dan gizi. Melainkan, sebagai bulan ibadah.

Lalu, di mana bulan ibadahnya kalau yang dipersiapkan justru soal makan dan minum. Kalau sebagai bulan ibadah, yang patut disiapkan adalah ruhani,

bersih-bersih diri dan lingkungan, perlengkapan shalat dan mushaf, kebersihan ruangan shalat, kamar mandi, serta pembiasaan puasa dan ringan kaki menuju masjid.

Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi kesenjangan itu? Inilah yang baiknya menjadi renungan bersama semua keluarga.

Bagaimana mungkin Ramadan yang diajarkan sebagai panen pahala, lomba kebaikan, dan pensucian jiwa; bisa terbungkus kuat menjadi bulan makanan dan minuman.

Sebenarnya, ada rasa kontradiksi antara Ramadan sebagai bulan puasa dan ibadah dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Yang namanya bulan puasa mestinya mengecilkan anggaran rumah tangga.

Tapi kenyataannya, sudah menjadi rahasia umum bahwa bulan Ramadan sebagai bulan paling boros anggaran. Peningkatannya bahkan bisa tiga kali lipat dari bulan biasanya.

Dampaknya, para pimpinan keluarga energinya jadi lebih terkuras ke soal materi. Bukan lagi soal ruhani dan semangat ibadah. Ah, betapa rendahnya Ramadan kalau berujung seperti itu.

Baca Juga: Persiapan Ruhani Menuju Ramadan

Benahi Sindrom Perut Lapar

Puasa itu tidak membuat tubuh menjadi sakit. Sebaliknya, justru menjadi sehat. Karena dengan puasa, ada proses alami detoks atau pembersihan tubuh dari segala racun yang mengendap.

Puasa yang baik juga membersihkan lemak tubuh yang berpotensi menjadi bahaya.

Jika puasa dijalankan secara benar, semua itu akan menjadi berkah buat kesehatan tubuh. Bukan sebaliknya. Seolah-olah, puasa sebagai perubahan jadwal makan dan minum. Yang tadinya dilakukan siang hari, diubah menjadi malam hari.

Porsinya sama sekali tidak dikurangi. Bahkan ditambah. Karena esok paginya kita akan merasa lapar lagi. Jadi, mumpung masih malam, penuhi perut kita sepenuh-penuhnya.

Dan isi dengan aneka minuman sebanyak-banyaknya.

Apa yang akan terjadi? Puasa seperti ini akan menjadikan orang hanya mampu stabil pada kurang lebih tujuh hari saja. Jangankan semangat ibadah yang berlipat-lipat, untuk aktivitas rutin saja sudah mengendur.

Yang muncul adalah semangat tidur yang begitu konsisten.

Setelah tujuh hari, masjid dan mushola akan kembali normal seperti biasa. Tidak lagi luber saat di hari pertama dan kedua. Mushaf Al-Qur’an pun sudah kembali ke “sarang”nya.

Pekan-pekan berikutnya lagi-lagi soal materi. Bukan lagi makanan dan minuman, melainkan belanja fashion untuk Lebaran.

Kalau Ramadan selalu seperti ini, di mana panen pahalanya. Di mana pensucian jiwanya. Di mana berkah sehatnya. Dan di mana sensitivitas empatinya untuk fakir dan miskin.

Ahlan wasahlan Ya Ramadan. Selamat datang bulan mulia. Bulan agung yang menyediakan aneka pahala. Bulan ampunan untuk segala dosa. Dan bulan untuk berlatih seolah kita tidak lagi hidup di dunia. [Mh]

 

 

 

Tags: Menghitung Hari Menuju Ramadan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ajarkan Anak Wirausaha, Ummi Pipik Bersama Anak-anaknya Buka AFive Coffee

Next Post

Resep Ikan Mas Kuah Pedas, Ide Sajian Penggugah Selera

Next Post
Resep Ikan Mas Kuah Pedas, Ide Sajian Penggugah Selera

Resep Ikan Mas Kuah Pedas, Ide Sajian Penggugah Selera

Pilot Wanita Asal Indonesia jadi Kapten Pilot Etihad

Pilot Wanita Asal Indonesia jadi Kapten Pilot Etihad

sekolah ideal untuk anakku

Sekolah Ideal untuk Anakku

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1059 shares
    Share 424 Tweet 265
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9237 shares
    Share 3695 Tweet 2309
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • El Nino Kuat Mengintai Indonesia Saatnya Bersiap dari Sekarang

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4183 shares
    Share 1673 Tweet 1046
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    770 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2345 shares
    Share 938 Tweet 586
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2453 shares
    Share 981 Tweet 613
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga