• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 4 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Inilah Kenapa Orang Percaya Mitos

08/09/2023
in Fokus
Belajar dari Awan Mendung

Ilustrasi, foto: Pexels

85
SHARES
655
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MITOS dipercaya banyak orang bukan karena nilai nalarnya. Tapi karena kesan sakralnya.

Di hampir semua daerah di Indonesia, mitos hidup subur. Secara turun-temurun mitos seperti menjadi panduan hidup banyak orang.

Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi? Sejumlah hal berikut ini setidaknya menjadi alasan kenapa mitos dirasa begitu sakral.

Pertama, Disampaikan dari Orang Tua kepada Anak-anak.

Mitos tersebar melalui nasihat-nasihat orang tua kepada anak-anaknya. Seolah menjadi panduan hidup tentang mana yang baik dan buruk, dan mana yang benar dan salah.

Karena yang menyampaikan mitos dari orang tua, maka anak-anak akan menganggapnya sebagai petuah yang sakral.

Siapa yang mentaati nasihat orang tua, maka itu bagian dari bakti kepada orang tua. Dan siapa yang mengabaikan nasihat orang tua, maka sama dengan durhaka. Termasuk bila yang disampaikan orang tua hanya sebuah mitos.

Bayangkan jika mitos disampaikan dari seorang teman, maka nilainya akan menjadi biasa saja. Bisa dipercaya, bisa juga tidak.

Kedua, Ada Nilai Petuah yang Keramat.

Selain karena yang menyampaikan orang tua, nasihat yang sebenarnya hanya mitos tersaji begitu ‘mulia’ atau keramat.

Biasanya, orang tua menyampaikannya tidak sambil bercanda. Tapi begitu serius. Bahkan, ia sendiri selalu mengamalkannya.

Misalnya, mitos tentang dua saudara kandung yang menikah di tahun yang sama. Hal itu dilarang dalam mitos karena akan menjadi musibah terhadap salah satu dari saudara kandung itu.

Orang tua menyampaikannya begitu serius. Ia bahkan menjelaskan kepada anak atau calon besan dan menantu bahwa hal itu terlarang.

Sebegitu yakinnya, orag tua bisa menolak lamaran karena keyakinan dengan petuah yang sebenarnya hanya mitos.

Lain halnya jika mitos disampaikan dalam suasana santai atau candaan. Maka nilainya hanya sekadar dongeng masa lalu.

Tiga, Konsekuensinya Diyakini Langsung.

Pertanyaan lain, kenapa orang seperti lebih takut dengan nilai mitos daripada ajaran agama? Jawabannya sederhana. Karena balasan pelanggaran mitos bersifat langsung, sementara agama tidak.

Contoh, agama melarang umatnya mencuri. Kalau dilanggar, maka akan terkena dosa. Dan dosa akan menjadi azab atau siksaan di akhirat kelak.

Sementara kalau mitos, balasannya diyakini langsung di dunia. Misalnya tentang larangan menikah dua saudara di tahun yang sama. Balasannya bukan di akhirat kelak, tapi di pekan, bulan, atau tahun itu juga.

Begitu pun tentang mitos anak gadis yang tidak boleh duduk di depan pintu karena akan susah dapat jodoh. Balasannya bukan di akhirat, tapi di saat itu juga. Yaitu, dengan tidak kunjung datangnya jodoh untuk sang gadis.

Tiga hal inilah, di antaranya, yang menjadikan mitos begitu kuat diyakini di masyarakat. Bahkan, bisa melebihi keyakinan terhadap ajaran agama. [Mh]

 

Tags: Yin Yang Mitos-mitos Rakyat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Yang Nyata dan Yang Semu

Next Post

Aku Membayangkan Begini Mungkin di Surga Nanti

Next Post
Banyak Orang Bermimpi Cepat Sukses

Aku Membayangkan Begini Mungkin di Surga Nanti

Selalu Ada Kemungkinan Berubah

Empat Sisi Negatif Mitos

Larissa Chou Bicara tentang Hijrah

Larissa Chou Bicara tentang Hijrah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8793 shares
    Share 3517 Tweet 2198
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3962 shares
    Share 1585 Tweet 991
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1043 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11538 shares
    Share 4615 Tweet 2885
  • Ayo Less Waste Kelola 36 Kilogram Sampah pada Aksi Bela Palestina di Depan Kedutaan Besar Amerika Serikat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Nikita Willy Bagikan Potret Liburan Musim Panas di Belanda

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Makna Talak dalam Kata “Udahan” yang Diucapkan Suami

    1107 shares
    Share 443 Tweet 277
  • Hari Lingkungan Hidup: Edukasi Lingkungan, Kegiatan Clean Up dan Penanaman Mangrove di TWA Angke, Ayo Less Waste Berhasil Tangani 26 Kilogram Sampah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4660 shares
    Share 1864 Tweet 1165
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga