• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 8 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Inilah Kenapa Orang Percaya Mitos

08/09/2023
in Fokus
Belajar dari Awan Mendung

Ilustrasi, foto: Pexels

86
SHARES
665
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MITOS dipercaya banyak orang bukan karena nilai nalarnya. Tapi karena kesan sakralnya.

Di hampir semua daerah di Indonesia, mitos hidup subur. Secara turun-temurun mitos seperti menjadi panduan hidup banyak orang.

Pertanyaannya, kenapa hal itu bisa terjadi? Sejumlah hal berikut ini setidaknya menjadi alasan kenapa mitos dirasa begitu sakral.

Pertama, Disampaikan dari Orang Tua kepada Anak-anak.

Mitos tersebar melalui nasihat-nasihat orang tua kepada anak-anaknya. Seolah menjadi panduan hidup tentang mana yang baik dan buruk, dan mana yang benar dan salah.

Karena yang menyampaikan mitos dari orang tua, maka anak-anak akan menganggapnya sebagai petuah yang sakral.

Siapa yang mentaati nasihat orang tua, maka itu bagian dari bakti kepada orang tua. Dan siapa yang mengabaikan nasihat orang tua, maka sama dengan durhaka. Termasuk bila yang disampaikan orang tua hanya sebuah mitos.

Bayangkan jika mitos disampaikan dari seorang teman, maka nilainya akan menjadi biasa saja. Bisa dipercaya, bisa juga tidak.

Kedua, Ada Nilai Petuah yang Keramat.

Selain karena yang menyampaikan orang tua, nasihat yang sebenarnya hanya mitos tersaji begitu ‘mulia’ atau keramat.

Biasanya, orang tua menyampaikannya tidak sambil bercanda. Tapi begitu serius. Bahkan, ia sendiri selalu mengamalkannya.

Misalnya, mitos tentang dua saudara kandung yang menikah di tahun yang sama. Hal itu dilarang dalam mitos karena akan menjadi musibah terhadap salah satu dari saudara kandung itu.

Orang tua menyampaikannya begitu serius. Ia bahkan menjelaskan kepada anak atau calon besan dan menantu bahwa hal itu terlarang.

Sebegitu yakinnya, orag tua bisa menolak lamaran karena keyakinan dengan petuah yang sebenarnya hanya mitos.

Lain halnya jika mitos disampaikan dalam suasana santai atau candaan. Maka nilainya hanya sekadar dongeng masa lalu.

Tiga, Konsekuensinya Diyakini Langsung.

Pertanyaan lain, kenapa orang seperti lebih takut dengan nilai mitos daripada ajaran agama? Jawabannya sederhana. Karena balasan pelanggaran mitos bersifat langsung, sementara agama tidak.

Contoh, agama melarang umatnya mencuri. Kalau dilanggar, maka akan terkena dosa. Dan dosa akan menjadi azab atau siksaan di akhirat kelak.

Sementara kalau mitos, balasannya diyakini langsung di dunia. Misalnya tentang larangan menikah dua saudara di tahun yang sama. Balasannya bukan di akhirat kelak, tapi di pekan, bulan, atau tahun itu juga.

Begitu pun tentang mitos anak gadis yang tidak boleh duduk di depan pintu karena akan susah dapat jodoh. Balasannya bukan di akhirat, tapi di saat itu juga. Yaitu, dengan tidak kunjung datangnya jodoh untuk sang gadis.

Tiga hal inilah, di antaranya, yang menjadikan mitos begitu kuat diyakini di masyarakat. Bahkan, bisa melebihi keyakinan terhadap ajaran agama. [Mh]

 

Tags: Yin Yang Mitos-mitos Rakyat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Yang Nyata dan Yang Semu

Next Post

Aku Membayangkan Begini Mungkin di Surga Nanti

Next Post
Banyak Orang Bermimpi Cepat Sukses

Aku Membayangkan Begini Mungkin di Surga Nanti

Selalu Ada Kemungkinan Berubah

Empat Sisi Negatif Mitos

Larissa Chou Bicara tentang Hijrah

Larissa Chou Bicara tentang Hijrah

  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9271 shares
    Share 3708 Tweet 2318
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Asosiasi PPIU Bentuk Kanal Komunikasi bagi Tour Leader yang Mendampingi Jemaah

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Trik Mudah Mengolah Pare agar Tidak Pahit

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4197 shares
    Share 1679 Tweet 1049
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4781 shares
    Share 1912 Tweet 1195
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2552 shares
    Share 1021 Tweet 638
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga