• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 23 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Hitung-hitungan Nikah Muda

21/07/2023
in Fokus
Antara Tetap Tunggal atau Menerima Pasangan Baru

Ilustrasi, foto: aljumuah.com

82
SHARES
632
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RENCANA hidup itu perlu perhitungan matang: kapan nikah, kapan punya anak, kapan punya cucu, dan kapan bisa pensiun.

Rasanya nikah itu sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Siapa pun kita, pasti ingin melalui hidup ini dengan normal.

Normal artinya punya pasangan hidup yang sah, punya anak, punya tempat tinggal, dan akhirnya punya keluarga besar.

Namun begitu, usia kita dibatasi umumnya umur umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkisar antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun.

Dan sebelum masuk akhir usia, semua kita juga akan memasuki usia tua. Itulah usia di mana fisik dan tenaga tidak lagi seperti masa muda.

Kenapa Nabi Nikah di Usia 25

Hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam selalu bisa menjadi teladan. Termasuk kenapa beliau menikah di usia 25 tahun.

Kita coba hitung usia itu dengan variabel jumlah anak, kebutuhan biaya mereka, dan waktu di mana kita relatif bisa disebut pensiun.

Jika kita akan punya anak empat, dan jarak kelahiran masing-masing anak tiga tahun, maka usia kita di kelahiran anak terakhir berkisar 37 hingga 40 tahun. Usia itu masih tergolong produktif.

Kemudian ditambah dengan masa pendidikan anak-anak kita. Jika anak bungsu lulus kuliah di usia 23, maka saat si bungsu lulus kuliah itu, usia kita berkisar antara 60 hingga 63 tahun.

Setidaknya, di usia awal enam puluhan itu, kita sudah sukses mengantarkan anak-anak ke gerbang hidup mandiri mereka. Soal bagaimana penghasilan mereka kelak, itu menjadi tawakal kita.

Jadi, menikah di usia 25 tahun, bisa dibilang tergolong waktu yang sangat pas untuk mengantarkan anak-anak bisa hidup mandiri secara standar.

Sekarang, bayangkan jika kita menunda-nunda usia menikah. Misalnya di usia 30, maka saat si bungsu selesai kuliah, usia kita sudah 65 hingga 68. Sebuah usia yang bisa dibilang uzur.

Bayangkan lagi jika kita tunda lagi nikahnya di usia 35, maka saat si bungsu selesai kuliah, usia kita sudah 70 hingga 75. Sulit membayangkan jika di usia itu kita masih produktif.

Hitung-hitungan itu hanya memasukkan variabel kemampuan pembiayaan orang tua kepada anak-anak. Anak-anak tentu membutuhkan keberadaan orang tua lebih dari sekadar soal biaya.

Misalnya, persahabatan anak dengan ayah ibu mereka. Orang tua mampu memahami problematika anak-anak, menemani mereka menghadapi problematika remaja, dan sebagainya.

Bayangkan jika semua itu kita hadapi di saat usia kita memasuki usia tujuh puluhan. Rasanya sulit untuk nyambung.

Coba pertimbangkan sekali lagi kapan kita mesti menikah. Jangan sampai suatu saat ketika mengambil rapot anak, bapak atau ibu guru bertanya, “Ini cucu yang keberapa, Kek?” [Mh]

 

 

Tags: Fobia Nikah Kalangan Muda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hadir di Gathering UMKM Kuat, PEXITA Tunjukkan Komitmen jadi Komunitas yang Mendukung Pertumbuhan UMKM di Bekasi

Next Post

Tangisan Penghuni Neraka

Next Post
Jauhkan dari api neraka

Tangisan Penghuni Neraka

Niken Zulkieflimansyah Harap Tak Ada Lagi SD yang Mensyaratkan Calistung untuk Masuk Sekolah

Niken Zulkieflimansyah Harap Tak Ada Lagi SD yang Mensyaratkan Calistung untuk Masuk Sekolah

Hukum berlebihan dalam sedekah

Kisah Ulama Bersedekah hingga Miliaran Setiap Harinya

  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8708 shares
    Share 3483 Tweet 2177
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11489 shares
    Share 4596 Tweet 2872
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    250 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2329 shares
    Share 932 Tweet 582
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4451 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga