• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 16 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Hannah, Perempuan yang Berkomitmen Mengabdikan Janinnya kepada Allah

02/01/2025
in Figur, Unggulan
Hannah, Perempuan yang Berkomitmen Mengabdikan Janinnya kepada Allah

Foto: Unsplash

93
SHARES
718
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HANNAH Istri Imran yang Allah ceritakan dalam al-Quran surah Ali Imran berkomitmen untuk mengabdikan janin yang sedang dikandungnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Hingga usia senja Hannah menantikan kehadiran seorang anak, namun saat lahir ia justru menyerahkannya kepada Allah.

إِذْ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Artinya: (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Ali Imran: 35)

Baca Juga: 11 Tips untuk Perempuan Mempersiapkan Diri Sambut Ramadan

Hannah, Perempuan yang Berkomitmen Mengabdikan Janinnya kepada Allah

Hingga usia senja Hannah menantikan kehadiran seorang anak, namun saat lahir ia justru menyerahkannya kepada Allah.

إِذْ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Artinya: (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Ali Imran: 35)

Allah telah memilih keluarga Imran sebagai keluarga terbaik dan menjadi teladan untuk kita semua karena visi yang diemban begitu mulia.

Mengambil jalan pengabdian kepada Allah menjadi pilihan mereka dalam melahirkan generasi-generasi terbaik setelahnya.

Jika Allah memilih keluaga Imran sebagai rujukan, maka tentu di dalamnya ada orangtua yang berhasil.

Dibuktikan dengan lahirnya sosok perempuan suci lagi taat, yang menebar semerbak teladan ketundukan kepada Sang Khaliq, Maryam.

Di masa itu, lingkungan yang meliputi Istri Imran didominasi oleh kekuasaan Romawi yang jauh dari Allah.

Hannah bernazar dengan janinnya, satu-satunya hal berharga yang dimilikinya, agar kelak sang anak terbebas dari belenggu dan tipu daya duniawi.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

“ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا”

Ini juga menjadi teguran nyata bagi kita, yang memiliki banyak potensi dan kapasitas, seharusnya diabdikan kepada Allah, bukan semata untuk kepentingan dan kepuasan pribadi.

Lalu, saat tiba waktu melahirkan, Hannah tak menyangka bahwa anak yang lahir adalah seorang perempuan, karena di masa itu yang biasa mengabdikan diri untuk baitul maqdis adalah laki-laki.

…فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّى وَضَعْتُهَآ أُنثَىٰ

Artinya: Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan.”… (Ali Imran: 36)

Seolah Hannah mengira bahwa dirinya tidak bisa memenuhi nazarnya.

Allah ingin tunjukkan, bahkan seorang perempuan juga bisa berkhidmat untuk agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya, dan memberi pengaruh besar untuk peradaban.

Jelaslah bagi Allah, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia.

Dan nyatalah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk Hannah. Darinya lahir Maryam, ibu dari laki-laki yang memenuhi bumi dengan ketundukan, Nabi Isa ‘alaihissallam.

Walaupun demikian, Hannah tetap berharap Allah akan menjaga Maryam.

وَإِنِّىٓ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Artinya: …dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”.

Doa ini menunjukkan mentalitas ketaatan Hannah kepada Allah dalam merealisasikan komitmennya di awal.

Terkabullah doanya tersebut, tak hanya pengabulan biasa, Allah bahkan menyebut dengan “qabuulin hasanin”

…فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا

Artinya: Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik… (Ali Imran: 37)

Allah mengelilingi Maryam dengan tanah dan lingkungan yang baik agar dapat bertunas dan tumbuh menjadi baik pula.

Sepanjang pembicaraan mengenai kelahiran dan pertumbuhan Maryam di surah Ali Imran ayat 34-37, Allah hanya menyebut istri Imran tanpa menyertai sang suami. Ini menjadi motivasi bagi kita bahwa sejarah peradaban Islam menjadikan perempuan sebagai tonggak utama dalam melahirkan, membina dan mendidik para pengabdi serta pejuang yang menebar pengaruh besar dan luas untuk agama.

Keistimewaan ini tidak otomatis diberikan, namun perlu adanya kesadaran dan komitmen yang kuat, karena tak sedikit yang meremehkannya bahkan mengabaikannya.

Sumber: Instagram @amalinasyadid

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Amalina Rakhmani Syadid (@amalinasyadid)

[Ln/Sdz]

Tags: HannahPerempuan yang Berkomitmen Mengabdikan Janinnya kepada Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Masih Ada yang Hidupnya Lebih Susah

Next Post

Membangun Peradaban dari Keluarga

Next Post
Membangun Peradaban dari Keluarga

Membangun Peradaban dari Keluarga

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 48, Allah Tidak Mengampuni dan juga Mengampuni Dosa

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 48, Allah Tidak Mengampuni dan juga Mengampuni Dosa

Surat untuk Para Pejuang

Surat untuk Para Pejuang

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8409 shares
    Share 3364 Tweet 2102
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11334 shares
    Share 4534 Tweet 2834
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5118 shares
    Share 2047 Tweet 1280
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3791 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2127 shares
    Share 851 Tweet 532
  • Arti Rupiah Terus Anjlok terhadap Dolar

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ular dan Penampakan Jin

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2251 shares
    Share 900 Tweet 563
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4305 shares
    Share 1722 Tweet 1076
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga