• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

03/03/2024
in Figur, Unggulan
Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

foto: jpnn

94
SHARES
723
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AKTIVIS Tuli Phieter Angdika mengoreksi panduan pendidikan inklusif versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI yang diterbitkan pada tahun 2022.

Menurut lulusan Master of Sign Language dari Gallaudet University, AS itu, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI termasuk kategori audism.

“Ini adalah buku panduan pelaksanaan pendidikan inklusif yang menjelaskan terkait peserta didik penyandang disabilitas, dan ketika saya baca saya kaget sekali,” unggah Phieter dalam akun IG @phiter_angdika, 18 Februari lalu.

Pada bagian penjelasan tentang penyandang disabilitas Tuli, pemilik nama lengkap Abdurrahman Phieter Angdika itu tertawa karena disebutkan bahwa Tuli tidak bisa bergaul.

“Saya tertawa sekali disebutkan Tuli tidak bisa bergaul. Hmm enggak bisa bergaul ya? Kayaknya tergantung situasi deh,” lanjut Phieter yang juga seorang mualaf itu.

Orang Tuli, menurutnya, bisa bergaul dengan orang dengar, khususnya yang bisa berbahasa isyarat.

“Kalau misalnya dengan orang dengar yang bisa bahasa isyarat, tentu kok kami bisa bergaul,” tambahnya lagi.

Ia juga mengomentari soal karakter Tuli yang disebut egosentris, mudah marah, dan tersinggung.

“Lalu egosentris, mudah marah, tersinggung. Nah, ini maksudnya apa ya? Apakah Tuli sering marah-marah?” desak Phieter.

baca juga: Teman Tuli Ikut Aksi Bela Palestina, Ini yang Mereka Sampaikan

Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

Lebih lanjut, pada bagian yang menjelaskan fisik dan kesehatan orang Tuli disebutkan bahwa anak yang Tuli mempunyai badan bungkuk dan pernafasan pendek.

“Selain itu, di bagian fisik dan kesehatan, di sini mengatakan badan Tuli selalu bungkuk. Apakah semua Tuli badannya bungkuk? Pernafasan pendek? Maksudnya apa ya?” ungkapnya.

Phieter mengatakan apakah orang dengar lebih baik dibandingkan orang Tuli ketika bernafas?

“Ini lucu sekali. Sayangnya kurikulum ini hanya berfokus pada kemampuan dengar saja dan masih dalam kategori audism,” jelasnya.

Menurut kamus Meriam-Webster, audism adalah diskriminasi atau prasangka terhadap individu yang tuli atau sulit mendengar.

Sementara, aktivis Tuli Surya Sahetapy menyebut bahwa audism adalah keyakinan bahwa orang-orang yang bisa mendengar itu lebih superior daripada orang Tuli.

Edukasi dan masukan untuk @kemdikbud.ri dan masyarakat itu disampaikan oleh pemilik akun @phieter_angdika dengan 11.700 pengikut itu.

“Komunitas Tuli tidak seperti yang ada pada penjelasan dalam buku panduan inklusif untuk pelengkap kurikulum Merdeka,” tulis Phieter.

Phieter memberikan masukan kepada Kemdikbud agar menuliskan karakter Tuli tidak mendengar dan pengguna bahasa isyarat saja.

“Apa Tuli itu tidak normal? Tidak, Tuli itu normal karena punya akal budi dan pemikir. Harusnya mereka menulis karakter Tuli: tidak mendengar dan pengguna bahasa isyarat saja,” tambahnya.

Jadi, menurut Phieter, tidak usah menjelaskan Tuli dengan aspek sosial dan lingkungan dan aspek fisik dan kesehatan dengan berdasarkan ASUMSI sembarangan yang mengambil sumber yang tidak benar.

Ia pun memberikan solusi yaitu selalu melibatkan komunitas Tuli yang ahli linguistik, ahli pendidikan, dan lainnya, karena Tuli yang memiliki pengalaman langsung menjadi Tuli.

“Kalau belum berpengalaman sebagai Tuli sejak lahir, jangan berani menulis seperti itu,” tutupnya.[ind]

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Abdurrahman Phieter Angdika (@phieter_angdika)

Tags: abdurrahman phieter angdikaAktivis Tuli Phieter Angdika Koreksi Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RIdisabilitaspanduan pelaksanaan pendidikan inklusifTuli
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gedung Indosat Terbakar, Mengakibatkan Layanan Internet Padam Se-Jabotabek dan Jawa Barat

Next Post

Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Next Post
Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Serangan Udara Israel Menewaskan 14 Warga Palestina di Rafah

Serangan Udara Israel Menewaskan 14 Warga Palestina di Rafah

Cara Alami Mengatasi Rambut Berketombe

Cara Alami Mengatasi Rambut Berketombe

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1972 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Tetap Shalih Setelah Ramadan

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8088 shares
    Share 3235 Tweet 2022
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2393 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3587 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1950 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Resep Sambal Goreng Kentang Ati Ampela, Temani Makan Siangmu

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Momen Lebaran, Perempuan Berperan Krusial dalam Menjaga Keseimbangan Rumah Tangga

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga