• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 1 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Figur

Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

03/03/2024
in Figur, Unggulan
Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

foto: jpnn

96
SHARES
741
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AKTIVIS Tuli Phieter Angdika mengoreksi panduan pendidikan inklusif versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI yang diterbitkan pada tahun 2022.

Menurut lulusan Master of Sign Language dari Gallaudet University, AS itu, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek RI termasuk kategori audism.

“Ini adalah buku panduan pelaksanaan pendidikan inklusif yang menjelaskan terkait peserta didik penyandang disabilitas, dan ketika saya baca saya kaget sekali,” unggah Phieter dalam akun IG @phiter_angdika, 18 Februari lalu.

Pada bagian penjelasan tentang penyandang disabilitas Tuli, pemilik nama lengkap Abdurrahman Phieter Angdika itu tertawa karena disebutkan bahwa Tuli tidak bisa bergaul.

“Saya tertawa sekali disebutkan Tuli tidak bisa bergaul. Hmm enggak bisa bergaul ya? Kayaknya tergantung situasi deh,” lanjut Phieter yang juga seorang mualaf itu.

Orang Tuli, menurutnya, bisa bergaul dengan orang dengar, khususnya yang bisa berbahasa isyarat.

“Kalau misalnya dengan orang dengar yang bisa bahasa isyarat, tentu kok kami bisa bergaul,” tambahnya lagi.

Ia juga mengomentari soal karakter Tuli yang disebut egosentris, mudah marah, dan tersinggung.

“Lalu egosentris, mudah marah, tersinggung. Nah, ini maksudnya apa ya? Apakah Tuli sering marah-marah?” desak Phieter.

baca juga: Teman Tuli Ikut Aksi Bela Palestina, Ini yang Mereka Sampaikan

Aktivis Tuli Phieter Angdika Sebut Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RI Masuk dalam Kategori Audism

Lebih lanjut, pada bagian yang menjelaskan fisik dan kesehatan orang Tuli disebutkan bahwa anak yang Tuli mempunyai badan bungkuk dan pernafasan pendek.

“Selain itu, di bagian fisik dan kesehatan, di sini mengatakan badan Tuli selalu bungkuk. Apakah semua Tuli badannya bungkuk? Pernafasan pendek? Maksudnya apa ya?” ungkapnya.

Phieter mengatakan apakah orang dengar lebih baik dibandingkan orang Tuli ketika bernafas?

“Ini lucu sekali. Sayangnya kurikulum ini hanya berfokus pada kemampuan dengar saja dan masih dalam kategori audism,” jelasnya.

Menurut kamus Meriam-Webster, audism adalah diskriminasi atau prasangka terhadap individu yang tuli atau sulit mendengar.

Sementara, aktivis Tuli Surya Sahetapy menyebut bahwa audism adalah keyakinan bahwa orang-orang yang bisa mendengar itu lebih superior daripada orang Tuli.

Edukasi dan masukan untuk @kemdikbud.ri dan masyarakat itu disampaikan oleh pemilik akun @phieter_angdika dengan 11.700 pengikut itu.

“Komunitas Tuli tidak seperti yang ada pada penjelasan dalam buku panduan inklusif untuk pelengkap kurikulum Merdeka,” tulis Phieter.

Phieter memberikan masukan kepada Kemdikbud agar menuliskan karakter Tuli tidak mendengar dan pengguna bahasa isyarat saja.

“Apa Tuli itu tidak normal? Tidak, Tuli itu normal karena punya akal budi dan pemikir. Harusnya mereka menulis karakter Tuli: tidak mendengar dan pengguna bahasa isyarat saja,” tambahnya.

Jadi, menurut Phieter, tidak usah menjelaskan Tuli dengan aspek sosial dan lingkungan dan aspek fisik dan kesehatan dengan berdasarkan ASUMSI sembarangan yang mengambil sumber yang tidak benar.

Ia pun memberikan solusi yaitu selalu melibatkan komunitas Tuli yang ahli linguistik, ahli pendidikan, dan lainnya, karena Tuli yang memiliki pengalaman langsung menjadi Tuli.

“Kalau belum berpengalaman sebagai Tuli sejak lahir, jangan berani menulis seperti itu,” tutupnya.[ind]

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Abdurrahman Phieter Angdika (@phieter_angdika)

Tags: abdurrahman phieter angdikaAktivis Tuli Phieter Angdika Koreksi Panduan Pendidikan Inklusif Versi Kemdikbud RIdisabilitaspanduan pelaksanaan pendidikan inklusifTuli
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gedung Indosat Terbakar, Mengakibatkan Layanan Internet Padam Se-Jabotabek dan Jawa Barat

Next Post

Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Next Post
Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Ustaz Hilman Fauzi Jelaskan 5 Persiapan yang Harus Dimiliki Setiap Muslim Jelang Ramadan

Serangan Udara Israel Menewaskan 14 Warga Palestina di Rafah

Serangan Udara Israel Menewaskan 14 Warga Palestina di Rafah

Cara Alami Mengatasi Rambut Berketombe

Cara Alami Mengatasi Rambut Berketombe

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9003 shares
    Share 3601 Tweet 2251
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11647 shares
    Share 4659 Tweet 2912
  • Saudi Education Expo 2026 Buka Akses Pendidikan Tinggi Arab Saudi bagi Pelajar Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4067 shares
    Share 1627 Tweet 1017
  • Menghafal Quran Saat Usia 40 Tahun Inilah Pengalaman Prof. DR. Ir. Kudang Boro Seminar, Msc.

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2391 shares
    Share 956 Tweet 598
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4717 shares
    Share 1887 Tweet 1179
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3514 shares
    Share 1406 Tweet 879
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga