DESAINER modest fashion Hannie Hananto membawa inspirasi Kota Jakarta ke dalam koleksi terbarunya bertajuk “GREYISH GREY” yang ditampilkan dalam acara Fashion Nation pada Minggu (20/9/2026) di Senayan City, Jakarta.
Koleksi tersebut mengambil inspirasi dari peta Kota Jakarta dan skyline, kemudian diterjemahkan ke dalam gaya arty off beat dan look MOD yang dipadukan dengan nuansa era 1980-an. Hannie menghadirkan sejumlah busana seperti outer, tunik berstruktur, dan rok dengan teknik print.
Palet warna yang digunakan didominasi abu-abu, kuning cerah, dan merah. Sementara itu, motif polkadot dalam berbagai ukuran serta gingham turut memperkuat karakter visual koleksi yang ditampilkan.
Menurut Hannie, eksplorasi terhadap elemen visual Jakarta menjadi bagian dari upayanya mendekatkan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama menjelang momentum 500 tahun Jakarta.
Baca juga: Fashion Nation XX Edition Persembahkan SKYLINE ASCEND by IFC
Hannie Hananto Angkat Skyline Jakarta dalam Koleksi Greyish Grey, Siapkan Partisipasi IFC Jakarta di 500 Tahun Jakarta
“Nah ini kan sebenarnya saya lagi berusaha mendekatkan IFC Jakarta itu dengan pemerintahan daerah DKI Jakarta. Nah kebetulan tahun depan itu kan ada Gopek Jakarta ya, 500 tahun Jakarta. Jadi sudah mulai pelan-pelan bikin koleksi yang inspirasinya itu gedung-gedung,” ujar Hannie.
Ia menjelaskan, pengembangan motif Jakarta ke dalam busana muslim memiliki tantangan tersendiri. Terlebih, karakter batik Jakarta identik dengan warna-warna yang kuat serta motif yang merepresentasikan berbagai ikon khas Jakarta.
“Kalau batik itu kan perlu waktu karena batik itu batik Jakarta pertama gonjreng warnanya. Kalau di busana muslim pasti sulit karena itu gambar ondel-ondel lah, gambar sado lah, gitu kan. Jadi itu sulitnya, itu perlu waktu,” katanya.
Karena itu, Hannie melihat teknik print sebagai salah satu pendekatan yang lebih memungkinkan untuk menghadirkan motif Jakarta pada busana dalam waktu yang lebih singkat.
“Jadi sekarang yang bisa dilakukan pakai print dengan motif Jakarta,” ujarnya.
Ke depan, Hannie berharap para anggota IFC Jakarta dapat turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan memperingati 500 tahun Jakarta. Ia membayangkan koleksi yang mengangkat karakter visual ibu kota melalui representasi skyline Jakarta.
“Saya inginnya teman-teman IFC Jakarta itu nanti bisa aktif berpartisipasi di acara 500 tahun Jakarta,” tutur Hannie.
Ia pun membayangkan eksplorasi motif yang menampilkan lanskap perkotaan Jakarta, baik melalui outline maupun siluet gedung-gedung yang menjadi bagian dari wajah ibu kota.
“Skyline Jakarta, isinya kota-kota Jakarta gitu. Entah itu hanya outline, atau memang di situ ada gambar gedungnya,” katanya.
Meski mengangkat elemen urban Jakarta, Hannie tetap mempertahankan karakter modest fashion dalam rancangan yang dibuatnya. Siluet busana tetap diarahkan pada bentuk seperti tunik dan dress sehingga unsur representasi kota dapat hadir tanpa meninggalkan identitas busana muslim.
Melalui “GREYISH GREY”, eksplorasi terhadap Jakarta tidak hanya hadir melalui tema, tetapi juga melalui pendekatan visual dan teknik pengolahan motif. Peta kota dan skyline menjadi titik awal eksplorasi, sementara perpaduan gaya arty off beat, look MOD, dan sentuhan era 1980-an memberikan interpretasi yang lebih modern terhadap identitas urban Jakarta.
Koleksi ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Hannie untuk mengeksplorasi bagaimana karakter kota dapat diterjemahkan ke dalam busana modest yang relevan dengan perkembangan fashion masa kini. [Din]





