• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dana Pemda Mengendap di Bank karena Tidak Sesuai Kebutuhan

26/09/2021
in Ekonomi
Tanggung Jawab Ayah terhadap Anak Ketika Telah Bercerai

Tanggung Jawab Ayah terhadap Anak Ketika Telah Bercerai (ilustrasi: pixabay)

77
SHARES
591
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Dana Pemda yang mengendap di bank baru-baru ini disindir oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun DPR melihat hal itu karena tidak semua anggaran sesuai dengan kebutuhan daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyindir Pemerintah Daerah yang masih menyimpan uangnya di perbankan.

Hal ini terlihat dari simpanan Pemda yang kembali naik menjadi Rp 178,95 triliun di Agustus 2021.

Dari data Kementerian Keuangan, simpanan Pemda di Agustus ini naik cukup tinggi yakni Rp5,22 triliun atau 3,01% dibandingkan posisi Juli 2021 sebesar Rp173,73 triliun.

Sindiran Menteri Keuangan ini disampaikan dalam konferensi pers yang disampaikannya pada Kamis (23/9/2021).

Menanggapi pernyataan Menkeu ini, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan pandangannya pada Jumat (24/9/2021).

Menurut Anis, permasalahan ini harus dilihat secara utuh. Ia membenarkan adanya kenaikan simpanan Pemda di bank.

Tercatat pada Agustus 2021 terdapat kenaikan simpanan pemda sebesar 3,01 sebanyak Rp178,95 triliun dari sebelumnya Rp173,73 triliun pada Juli 2021.

“Di satu sisi, lambatnya serapan anggaran ini sangat terkait dengan kesejahteraan rakyat karena anggaran merupakan instrumen kesejahteraan. Jika anggarannya mengendap di bank, pertumbuhan ekonomi menjadi terganggu,” kata Anis.

“Dan ini harus dievaluasi baik oleh pemerintah daerah sendiri maupun oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Baca Juga: DPR Minta Kementerian dan Lembaga Optimalkan Anggaran

Dana Pemda Mengendap di Bank karena Tidak Sesuai Kebutuhan

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menjelaskan bahwa dari penelaahan yang dilakukannya, tidak sepenuhnya hal ini menjadi kesalahan pemda.

Karena ada beberapa alokasi yang tidak bisa dibelanjakan oleh pemda karena tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selama ini, pemerintah pusat memberikan “menu” apa saja kegiatan yang dapat diakses oleh pemerintah daerah.

Dengan demikian, pemerintah daerah seringkali mengakses dana dari pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Banyak kebutuhan pemerintah daerah yang tidak terdapat dalam menu dari pusat, sehingga pemerintah daerah seringkali mengakses dana alokasi yang tidak sesuai dengan kebutuhannya,” tutur Anis.

Hal ini menjadi salah satu sebab mengendapnya dana pemerintah daerah di bank.

Anis yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini mengatakan bahwa dari pertemuannya dengan beberapa pemerintah daerah, mereka mengeluhkan lambatnya juknis yang disampaikan oleh pemerintah pusat sehingga penggunaan dana menjadi terhambat.

“Dalam hal ini, pemerintah pusat juga harus mengevaluasi diri. Kendala-kendala di lapangan harus dicari sehingga tidak terjadi keterlambatan yang berulang,” imbuhnya.

Politisi senior PKS ini mengungkapkan bahwa dalam panitia kerja RUU HKPD yang ia menjadi salah satu anggotanya, PKS mengusulkan kepada pemerintah pusat agar membuat jadwal transfer dari pusat ke daerah disesuaikan dengan jadwal yang dibuat pemda saat penyusunan anggaran daerah.

Selain itu, pemerintah pusat juga perlu membuat menu yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Tentang juknis yang seringkali disosialisasikan terlambat, Anis menegaskan semestinya bisa dilakukan lebih awal.

“Karena juknis nyaris sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kepada pemda, ia mendorong agar dapat menyerap anggaran lebih sigap sehingga pembangunan di daerah tidak terlambat.

“Jadi evaluasi perlu dilakukan baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tutupnya.[ind]

Tags: anis byarwatiDana Pemda Mengendap di Bank karena Tidak Sesuai Kebutuhanpks
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dibiayai Full Tanggungan Kuliah S1 di Boston University

Next Post

Tips Selalu Bugar saat Pandemi dari Ustaz Syam El-Marusy

Next Post
Tips Selalu Bugar saat Pandemi dari Ustaz Syam El-Marusy

Tips Selalu Bugar saat Pandemi dari Ustaz Syam El-Marusy

LAZ Al Azhar Bersama FOZWIL DKI Menggelar Vaksinasi di Jakarta Pusat

LAZ Al Azhar Bersama FOZWIL DKI Menggelar Vaksinasi di Jakarta Pusat

JadiBerkah.ID Dukung Penguatan Pengembangan ZISWAF di Indonesia

JadiBerkah.ID Dukung Penguatan Pengembangan ZISWAF di Indonesia

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Baterai HP Lebih Tahan Lama dengan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga