• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 12 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Hegemoni Dolar dan Keraguan Brics

29/10/2024
in Editorial
Hegemoni Dolar dan Keraguan Brics

Ilustrasi, foto: suara.com

86
SHARES
662
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DOLAR Amerika menjadi hegemoni banyak negara termasuk Indonesia. Tapi, bergabung ke Brics masih menjadi keragu-raguan pemerintahan saat ini.

Ada yang menarik di pertemuan negara-negara Brics Plus pada 23 dan 24 Oktober lalu di Kazan, Rusia. Termasuk yang hadir adalah Menlu RI Sugiono sebagai utusan dari Presiden Prabowo.

Pada pertemuan itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin menunjukkan sampel uang baru Brics Plus. Di situ terdapat tulisan sejumlah negara: Brazil, Rusia, India, Cina, South Africa, termasuk yang plus itu adalah Indonesia.

Brics Plus merupakan blok ekonomi baru yang ingin melawan hegemoni dolar Amerika. Dunia saat ini seperti terjajah oleh kekuatan ekonomi Amerika melalui dolarnya. Padahal, kebijakan dolar oleh The Fed (Bank Sentral Amerika) murni ditujukan untuk dalam negeri Amerika. Mereka tak pernah perduli dengan negara-negara yang mengikutinya.

Memang aneh dan janggal, bagaimana mungkin Indonesia menjual produk kekayaan alamnya dengan mata uang orang lain. Apa urusannya Indonesia dengan dolar Amerika? Padahal negara yang membeli bukan Amerika.

Hal ini juga dirasakan oleh sejumlah negara besar lain seperti Rusia, India, Cina, dan lainnya. Kalau ditotal jumlah penduduk Brics jumlahnya 54 persen dari total warga dunia. Apalagi jika Indonesia masuk, tentu prosentasenya akan lebih besar lagi.

Namun, tampaknya Indonesia masih ragu-ragu gabung ke Brics. Terlihat dari yang datang di pertemuan besar itu. Kalau yang lain para presidennya, tapi Indonesia hanya Menlunya.

Memang konsekuensi geo politiknya mungkin lumayan serius. Karena ketergantungan Indonesia dengan Barat, khususnya Amerika sudah seperti turun temurun. Sudah tak ubahnya seperti ‘negara jajahan’.

Di sisi lain, ada keraguan posisi Indonesia dengan Cina jika Indonesia bergabung ke Brics. Pasalnya, selama 9 tahun terakhir, ketergantungan keuangan dan ekonomi Indonesia begitu berat ke Cina. Bukankah akan lebih ‘terjajah’ lagi jika bergabung ke blok ekonomi yang di situ ada Cinanya.

Di sinilah dilemanya. Ibarat pepatah, mau keluar dari mulut macan, tapi malah masuk ke mulut buaya.

Namun, boleh jadi, bergabung ke Brics akan menambah nilai diplomatik ke negara-negara di dalamnya. Dan hal wajar saja jika sebuah negara menentukan hubungan diplomatiknya ke negara-negara yang bisa menguntungkan: politik maupun ekonomi.

Kalau selama ini Indonesia dalam bayang-bayang hegemoni dolar yang menyengsarakan, apa salahnya untuk mencoba blok ekonomi baru yang dinilai bisa lebih menguntungkan. Karena Brics bukan hanya Cina, tapi sejumlah negara besar lain yang bisa saling menguntungkan. [Mh]

 

 

Tags: Hegemoni Dolar dan Keraguan Brics
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Siswa JISc Raih Medali Perunggu pada Ajang International Reasearch Competition for Young Scientist

Next Post

Seperti Mendorong Mobil Mogok

Next Post
Ketika Rumah Tangga tanpa Cinta

Seperti Mendorong Mobil Mogok

Meningkatkan Kepemimpinan, Beasiswa Community College Initiative di Amerika Serikat

Meningkatkan Kepemimpinan, Beasiswa Community College Initiative di Amerika Serikat

Perusahaan Air Australia Mengutip Hadis Nabi Muhammad pada Botolnya

Perusahaan Air Australia Mengutip Hadis Nabi Muhammad pada Botolnya

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    306 shares
    Share 122 Tweet 77
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Resep Singkong Keju Goreng

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7824 shares
    Share 3130 Tweet 1956
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1649 shares
    Share 660 Tweet 412
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    189 shares
    Share 76 Tweet 47
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    221 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Tafsir Surat Al-Alaq Ayat 6 dan 7, Manusia Benar-Benar Melampaui Batas

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Gelar Majelis Taklim di Pendopo, Fery Farhati Berpesan Agar Semangat Mendatangi Majelis Ilmu

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga