• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 25 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Demokrasi Kita

04/01/2022
in Editorial
Indonesia Itu bukan Bajaj

Ilustrasi, foto: islamicity.org

82
SHARES
627
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Konstitusi bukan sekadar menentukan bahwa Indonesia sebagai negara demokratis. Bahkan konstitusi menuntun bagaimana bangsa ini menjadi negara yang demokratis.

Penentuan dan tuntunan yang telah diberikan oleh para founding parents bangsa ini melalui konstitusi itu boleh jadi bukan tanpa sebab. Tapi sebagai pelajaran yang dipetik dari masa lalu dan diproyeksikan di masa saat ini.

Pelajaran dari masa lalu adalah bangsa ini kurang mengenal demokrasi. Baik karena masa penjajahan yang begitu panjang, maupun di masa kerajaan yang segalanya bersumber dari titah raja.

Namun begitu, para funding parents berhasil mengenalkan dan membumikan sistem demokrasi. Dan terbukti, sistem demokrasi tumbuh subur di awal orde lama.

Sayangnya, terjadi manipulasi di masa orde lama itu. Bahkan disebutkan bahwa presiden sebagai jabatan seumur hidup. Compang-camping demokrasi pun terjadi di akhir masa orde lama itu.

Begitu pun di masa orde baru. Demokrasi bukan sekadar dimanipulasi. Tapi juga ditunggangi menjadi alat kepentingan pribadi penguasa dan kelompoknya.

Belajar dari dua orde ini, sejarah demokrasi tampak begitu getir. Lebih dari separuh usia republik ini diisi oleh rezim yang memanipulasi demokrasi. Hingga, orde baru pun jatuh.

Demokrasi kembali bersemi ketika masa reformasi datang. Sosok-sosok silih berganti memimpin negeri. Semuanya tetap konsisten dalam koridor demokrasi.

Dan bisa dibilang, rezim yang paling jujur dalam demokrasi sepanjang masa reformasi adalah di masa kepemimpinan BJ Habibi dan Gusdur. Meskipun keduanya memimpin tidak dengan waktu yang utuh: selama lima tahun. Hal itu karena keduanya konsisten dengan demokrasi.

Di dua kepemimpinan itu, nyaris tak terdengar kasus salah urus keuangan negara. Justru di dua tokoh itu, kondisi keuangan negara seperti di masa puncaknya sepanjang era reformasi. Begitu pun soal hukum dan keadilan.

Pemerintah di masa itu benar-benar berperan sebagai pelayan rakyat. Bisa dibilang, posisi rakyat jauh lebih kuat dari posisi pemerintah.

Rakyat saat itu benar-benar sebagai tuan yang harus dilayani, dihormati, dan dilindungi. Keduanya pun tidak memperkaya diri karena mungkin keduanya memang sudah kaya. Setidaknya, kaya dengan akal dan pikiran.

Kini, reformasi hampir memasuki usia seperempat abad. Sayangnya, demokrasi tidak tumbuh seperti di masa awal-awal reformasi. Bahkan cenderung menurun.

Akhirnya, sejarah pula yang kelak akan mencatat sampai kapan era reformasi ini bertahan. Semoga harapan baik selalu menjadi milik bangsa ini. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Demokrasi Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Restoran Metaverse Pertama Diluncurkan di Dubai

Next Post

Universitas Jeddah Selesaikan Wikidowen, Proyek Terjemahkan Artikel Wikipedia ke Bahasa Arab

Next Post
Wikidowen project, University of Jeddah translate Wikipedia articles into Arabic

Universitas Jeddah Selesaikan Wikidowen, Proyek Terjemahkan Artikel Wikipedia ke Bahasa Arab

Membangun Keluarga dalam Keluarga (4)

Residu-residu Suami Istri Bekerja (5)

Muadz bin Jabal, Pemimpin Ulama di Hari Kiamat

Muadz bin Jabal, Pemimpin Ulama di Hari Kiamat

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8260 shares
    Share 3304 Tweet 2065
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3704 shares
    Share 1482 Tweet 926
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2070 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4234 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11277 shares
    Share 4511 Tweet 2819
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3311 shares
    Share 1324 Tweet 828
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Menghina Allah dalam Hati

    462 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4554 shares
    Share 1822 Tweet 1139
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga