• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Demokrasi Kita

04/01/2022
in Editorial
Indonesia Itu bukan Bajaj

Ilustrasi, foto: islamicity.org

83
SHARES
641
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Konstitusi bukan sekadar menentukan bahwa Indonesia sebagai negara demokratis. Bahkan konstitusi menuntun bagaimana bangsa ini menjadi negara yang demokratis.

Penentuan dan tuntunan yang telah diberikan oleh para founding parents bangsa ini melalui konstitusi itu boleh jadi bukan tanpa sebab. Tapi sebagai pelajaran yang dipetik dari masa lalu dan diproyeksikan di masa saat ini.

Pelajaran dari masa lalu adalah bangsa ini kurang mengenal demokrasi. Baik karena masa penjajahan yang begitu panjang, maupun di masa kerajaan yang segalanya bersumber dari titah raja.

Namun begitu, para funding parents berhasil mengenalkan dan membumikan sistem demokrasi. Dan terbukti, sistem demokrasi tumbuh subur di awal orde lama.

Sayangnya, terjadi manipulasi di masa orde lama itu. Bahkan disebutkan bahwa presiden sebagai jabatan seumur hidup. Compang-camping demokrasi pun terjadi di akhir masa orde lama itu.

Begitu pun di masa orde baru. Demokrasi bukan sekadar dimanipulasi. Tapi juga ditunggangi menjadi alat kepentingan pribadi penguasa dan kelompoknya.

Belajar dari dua orde ini, sejarah demokrasi tampak begitu getir. Lebih dari separuh usia republik ini diisi oleh rezim yang memanipulasi demokrasi. Hingga, orde baru pun jatuh.

Demokrasi kembali bersemi ketika masa reformasi datang. Sosok-sosok silih berganti memimpin negeri. Semuanya tetap konsisten dalam koridor demokrasi.

Dan bisa dibilang, rezim yang paling jujur dalam demokrasi sepanjang masa reformasi adalah di masa kepemimpinan BJ Habibi dan Gusdur. Meskipun keduanya memimpin tidak dengan waktu yang utuh: selama lima tahun. Hal itu karena keduanya konsisten dengan demokrasi.

Di dua kepemimpinan itu, nyaris tak terdengar kasus salah urus keuangan negara. Justru di dua tokoh itu, kondisi keuangan negara seperti di masa puncaknya sepanjang era reformasi. Begitu pun soal hukum dan keadilan.

Pemerintah di masa itu benar-benar berperan sebagai pelayan rakyat. Bisa dibilang, posisi rakyat jauh lebih kuat dari posisi pemerintah.

Rakyat saat itu benar-benar sebagai tuan yang harus dilayani, dihormati, dan dilindungi. Keduanya pun tidak memperkaya diri karena mungkin keduanya memang sudah kaya. Setidaknya, kaya dengan akal dan pikiran.

Kini, reformasi hampir memasuki usia seperempat abad. Sayangnya, demokrasi tidak tumbuh seperti di masa awal-awal reformasi. Bahkan cenderung menurun.

Akhirnya, sejarah pula yang kelak akan mencatat sampai kapan era reformasi ini bertahan. Semoga harapan baik selalu menjadi milik bangsa ini. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Demokrasi Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Restoran Metaverse Pertama Diluncurkan di Dubai

Next Post

Universitas Jeddah Selesaikan Wikidowen, Proyek Terjemahkan Artikel Wikipedia ke Bahasa Arab

Next Post
Wikidowen project, University of Jeddah translate Wikipedia articles into Arabic

Universitas Jeddah Selesaikan Wikidowen, Proyek Terjemahkan Artikel Wikipedia ke Bahasa Arab

Membangun Keluarga dalam Keluarga (4)

Residu-residu Suami Istri Bekerja (5)

Muadz bin Jabal, Pemimpin Ulama di Hari Kiamat

Muadz bin Jabal, Pemimpin Ulama di Hari Kiamat

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9600 shares
    Share 3840 Tweet 2400
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1396 shares
    Share 558 Tweet 349
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2487 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga