SETIAP orang tentu ingin menjalani hidup dengan baik. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana kehidupan itu berakhir. Dalam Islam, akhir perjalanan hidup menjadi sesuatu yang penting karena manusia akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan amal yang telah dilakukan.
Karena itu, memohon kepada Allah agar diberikan husnul khatimah merupakan bentuk doa dan pengharapan yang baik. Husnul khatimah berarti akhir kehidupan yang baik dalam keadaan beriman dan diridai Allah. Memohon kematian dalam keadaan baik tentu berbeda dengan meminta kematian karena merasa tidak sanggup menghadapi masalah kehidupan.
Baca Juga: Mengenal Apa itu Creatine dan Apa Saja Manfaatnya
Amalkan Doa Ini Agar Diberikan Akhir Hidup yang Husnul Khatimah
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah berkaitan dengan kematian adalah doa yang diriwayatkan dari Anas bin Malik. Rasulullah mengajarkan agar seseorang tidak meminta kematian hanya karena kesulitan atau musibah yang sedang dialaminya. Jika seseorang merasa sangat berat dan ingin memohon kepada Allah, hendaknya membaca:
اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
Allahumma ahyini ma kanatil-hayatu khairan li, wa tawaffani idzal-wafatu khairan li.
Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku apabila wafat itu lebih baik bagiku.”
Doa tersebut tercantum dalam Shahih Muslim dan juga diriwayatkan dalam sejumlah kitab hadis lainnya. Rasulullah tidak menganjurkan seseorang berharap mati karena penderitaan dunia. Sebaliknya, seorang muslim menyerahkan keputusan tersebut kepada Allah karena hanya Dia yang mengetahui apakah kehidupan atau kematian yang lebih baik bagi seseorang.
Lalu bagaimana tata cara membacanya?
Doa ini dapat dibaca ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan dan merasa sangat berat menjalani keadaan. Tidak ada ketentuan khusus bahwa doa tersebut harus dibaca dengan jumlah tertentu. Bacalah dengan tenang, penuh pengharapan, dan pahami maknanya. Sebaiknya jangan menjadikan doa ini sebagai ungkapan putus asa atau keinginan untuk mengakhiri hidup.
Selain doa tersebut, seseorang juga dapat memohon secara langsung agar Allah memberikan husnul khatimah. Misalnya dengan berdoa, “Ya Allah, berikanlah aku akhir kehidupan yang baik. Wafatkanlah aku dalam keadaan beriman, Engkau ridai dan Engkau ampuni.”
Doa seperti ini merupakan permohonan kepada Allah dan dapat dipanjatkan kapan saja. Tidak harus menunggu sakit atau merasa hidup sedang berada di ujung perjalanan. Justru selama masih diberi kesempatan hidup, seorang muslim dapat memperbanyak amal saleh, memperbaiki sholat, memperbanyak istighfar, menjaga hubungan dengan sesama, dan meninggalkan perbuatan yang dilarang.
Sebab husnul khatimah bukan hanya tentang doa menjelang kematian. Ia juga menjadi pengingat agar hari-hari yang masih diberikan Allah diisi dengan kebaikan.
Rasulullah juga mengajarkan agar orang yang sedang menghadapi kematian dituntun mengucapkan kalimat tauhid, “La ilaha illallah.”
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka, daripada sibuk menebak kapan kematian akan datang, lebih baik mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Semoga Allah memberikan kita umur yang penuh keberkahan, kesempatan untuk terus memperbaiki diri, serta menutup kehidupan dalam keadaan beriman dan mendapatkan husnul khatimah. [DW]





