TIM Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas cakupan area operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, saat operasi SAR memasuki hari kesembilan.
Dikutip dari berbagai sumber, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, mengatakan bahwa operasi SAR hari ini difokuskan pada optimalisasi pencarian korban di sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Kerahkan 250 Personel untuk Operasi Pencarian Korban Longsor di Cisarua
Tim SAR Perluas Area Operasi Pencarian Korban Tanah Longsor di Cisarua, Bandung Barat
Pihaknya juga mencatat hingga hari ini, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan rincian 78 orang selamat, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, serta 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan pencarian, tim telah melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.
“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” katanya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pencarian korban kemudian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan fokus pada tiga sektor operasi, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie, menggunakan metode pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.
Ia menyebut bahwa pada operasi SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat yang terdiri atas berbagai tipe alat berat, mulai dari PC 75 hingga PC 300, guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
Ia menambahkan operasi SAR melibatkan 3.713 personel dari unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan, dan akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan. [Din]





