• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 27 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Suara Hati Isteri Terduga Teroris: Bumi Allah itu Luas!

05/04/2016
in Berita
73
SHARES
558
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com—Suratmi hanya bisa menahan emosi. Sepucuk pesan yang disampaikan oleh generasi Muhammadiyah, Kokam, dari Kepala Desa (Kades) Pogung, Kecamatan Cawas, JW, membuat denyut jantungnya bertambah cepat.

Isteri dari almarhum Siyono yang dituding teroris oleh Densus 88, itu hanya bisa mengelus dada. Saat dirinya menolak untuk bertemu dengan Kades itu, tiga pesan ini yang dialamatkan kepada diri dan keluarganya.

Pertama, sang Kades tak memberikan ijin untuk proses autopsi jasad suaminya yang sudah dimakamkan selama 20 hari. Kalaupun terpaksa dilakukan autopsi, dia minta tak dilakukan di kampung itu.

Pesan kedua, setelah proses autopsi dilakukan di luar kampung, maka jenazah Siyono tidak boleh dikembalikan atau dikubur kembali di kampung semula. Dan pesan terakhir, seluruh anggota keluarga, mulai dari isteri dan kelima anak-anak almarhum Siyono yang masih kecil, juga harus keluar dari desa itu.

Ketiga pesan pendek itu ia renungkan. Sesaat kemudian, ia pun dengan tegar dan tegas menjawab. “Saya sedang mencari keadilan. Dan saya menitipkan usaha ini kepada Muhammadiyah. Kalaupun kemudian usaha saya mencari keadilan, membuat saya harus terusir, sesungguhnya bumi Allah itu luas.”

Suratmi dan keluarganya pasca kematian suaminya, benar-benar merasa penuh teror. Hampir setiap hari ia dapati orang-orang yang tak dikenalinya terkesan mengawasi gerak-gerik kegiatannya dan situasi di sekitar tempat tinggalnya, yang juga terdapat Raudhatul Athfal (RA/TK) Amanah Ummah yang ia kelola.

Benar-benar tak nyaman. Ini yang membuatnya minta bantuan pengamanan dari Ormas Muhammadiyah, tempat suami dan dirinya menjalankan aktivitas keagamaan.

Trauma teror yang belum hilang dari ingatannya itu juga turut dirasakan anak-anak serta murid-muridnya. Sergapan dan penggeledahan yang dilakukan pasukan Densus 88 pada Kamis (10/3/2016) lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi murid-muridnya yang duduk di bangku TK Amanah.

M dan R, misalnya. Dua di antara puluhan murid ini yang paling merasakan ketakutan saat pasukan Densus 88 dengan persenjataan lengkap menyambangi lokasi kediaman Siyono.  Traumatik ini masih dirasakan hingga saat ini. Sebagian murid lainnya masih trauma begitu melihat mobil-mobil berhenti atau melawati TK Amanah.

Mobil-mobil tamu dari berbagai kalangan memang sejak kematian Siyono hingga proses autopsi, silih berganti berdatangan. Dari aktivis Islam, tokoh masyarakat, pegiat HAM, hingga para awak media. Praktis hilir mudiknya kendaraan roda empat itu membuat murid-murid khawatir dan menjaga jarak.

“Kira-kira sepekan lalu, saat ada wartawan dari CNN Indonesia yang dengan membawa kamera lengkap dengan tiang-tiangnya (tripod), dua anak itu langsung ketakutan karena dikiranya senjata,” ujar Suratmi kepada salah seorang wartawan anggota JITU, Tommy Abdullah, di kediamannya Senin (4/4/2016).

Suratmi yang telah merintis TK sejak tahun 2005, itu menjelaskan, saat itu kedua bocah malang itu langsung lari tunggang-langgang  menaiki sepeda mereka. Padahal rumah keduanya berjarak 2 kiloan meter jauhnya dari TK tersebut.

“Laporan dari orangtuanya, M begitu pulang langsung masuk ke kolong tempat tidur di rumahnya. Yang satunya, R, ngumpet di pojokan menangis sampai terkencing-kencing,” cerita Suratmi, seraya menambahkan kejadian itu membuat orang tua kedua muridnya itu tak terima dengan kondisi yang menimpa anaknya saat ini.

Suratmi prihatin. Ia hanya dapat menyerahkan masalahnya kepada-Nya. Sebagai ikhtiar ia berharap Muhammadiyah menjadi pihak yang mau menjembatani permasalahan yang melilitnya.

Muhammadiyah sudah memberikan empati dan layanan kemanusiaan kepadanya. Salah satunya proses autopsi yang berhasil dilaksanakan pada Ahad (3/4/2016). Setelah itu, masalah kematian suaminya juga sudah dibawa ke lembaga-lembaga penegakan HAM.

Kini, Suratmi tetap menjalani kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga dan pengajar bagi anak-anak dan murid-murid di desanya. Soal kelak dirinya akan benar-benar diusir dari desanya atau tidak, ia tak terlalu memikirkannya. Baginya, masa depan generasi ini harus diselamatkan. (mr/dari berbagai sumber)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

MUI Palu Larang Muslimah Pajang Foto di Media Sosial

Next Post

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina yang Dituduh Bunuh Polisi

Next Post

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina yang Dituduh Bunuh Polisi

Ustadz Mashadi Masuk UGD RS Fatmawati

Resep Bola-bola Coklat Biskuit Marie

Resep Bola-bola Coklat Biskuit Marie

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2169 shares
    Share 868 Tweet 542
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    437 shares
    Share 175 Tweet 109
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    522 shares
    Share 209 Tweet 131
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8508 shares
    Share 3403 Tweet 2127
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3834 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4352 shares
    Share 1741 Tweet 1088
  • Resep Pesor Khas Betawi Pengganti Ketupat Lebaran

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1373 shares
    Share 549 Tweet 343
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga