• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 12 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Sekolah Muslim di AS Masukkan Pelajaran Politik dalam Kurikulum

06/02/2017
in Berita
72
SHARES
552
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Murid-murid di Al-Noor Academy, sebuah sekolah Muslim di luar kota Boston, AS, membombardir pembicara dalam mata pelajaran pemerintahan dengan pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana memulai sebuah diskusi politik? Bagaimana menggunakan media sosial dalam politik? Bagaimana mempengaruhi para pemimpin yang dipilih?

Murid-murid yang sebagian besar berusia 16 tahun itu terlalu muda untuk memberikan suara dalam pemilihan umum tapi mereka tampak bersemangat untuk mencari cara untuk melawan retorika Presiden Donald Trump, yang minggu lalu mengeluarkan larangan perjalanan ke Amerika Serikat untuk warga tujuh negara dengan mayoritas penduduknya Muslim.

“Sebelum pemilu ini, saya betul-betul hanya tahu sedikit tentang politik,” ujar Sarah Sendian, murid kelas 2 SMA di sekolah itu di Mansfield, Massachusetts. “Dengan presiden baru dan semua hal yang terjadi, hal itu membuat banyak anak muda sangat tertarik.”

Pelajaran itu adalah salah satu dari aktivitas pertama organisasi politik Muslim yang baru terbentuk, Jetpac — singkatan dari Pusat Advokasi Keadilan, Pendidikan, Teknologi, Kebijakan — untuk mendorong aktivisme politik di antara 3,3 juta warga Muslim yang mencakup 1 persen dari populasi AS.

“Ini waktunya para warga Muslim maju,” ujar Nadeem Mazen, pendiri kelompok itu dan seorang anggota DPRD di Cambridge, Massachusetts. “Apa yang terjadi di tingkat nasional hanya mengukuhkan apa yang telah kita ketahui sebelum Trump terpilih, bahwa kita perlu para pemimpin yang betul-betul bagus.”

Pelajaran hari Kamis (2/2) di SMP dan SMA yang muridnya berjumlah 116 orang itu menekankan pada bagaimana membangun jaringan dengan orang-orang yang seide dan memunculkannya pada pertemuan-pertemuan publik, demonstrasi dan pemilihan umum untuk mengeraskan suara warga Muslim AS.

Sekitar 824.000 dari mereka terdaftar sebagai pemilih pada pilpres 2016, jumlah yang telah meningkat sekitar 60 persen dalam empat tahun terakhir, menurut kelompok advokasi Muslim nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).

Guru pelajaran tersebut, Joe Florencio, mengingatkan murid-muridnya bahwa bergenerasi-generasi populasi imigran telah mengalami proses yang sama untuk aktif dalam politik.

“Untuk berpolitik secara efektif, kamu harus tahu apa yang kamu lakukan,” ujar Florencio, satu-satunya anggota fakultas yang non-Muslim di gedung yang dulunya merupakan gereja Katolik Roma tempat orangtuanya menikah.

Para murid di sekolah itu, yang didirikan pada tahun 2000, belajar pelajaran akademik standar Amerika Serikat termasuk sains dan matematika, juga Bahasa Arab dan al-Quran, sebuah model yang mirip banyak sekolah-sekolah parokial di bagian timur laut AS.

Jetpac, yang berharap pada akhirnya menawarkan versi-versi pelajaran itu ke sekolah-sekolah swasta dan negeri di Amerika Serikat, menghadapi perjuangan besar. Jumlah serangan anti-Muslim yang dilaporkan ke FBI tahun lalu melonjak ke tingkat tertinggi sejak 2001, tahun serangan al-Qaida ke New York.

Meskipun kelompok itu menyodori bahwa perlu waktu untuk pendatang baru dalam dunia politik untuk memenangkan pemilu, bahkan aksi kampanye dapat membantu warga Muslim, hanya dengan membuat orang-orang lebih paham politik, ujar Faiza Patel, dari Brennan Center for Justice di fakultas hukum NYU.

“Hal itu memungkinkan mereka untuk bertemu banyak orang, orang-orang yang sebelumnya mungkin tidak akan pernah mereka temui dan yang memiliki efek mengurangi prasangka,” ujar Patel, yang mempelajari interaksi antara Muslim dan sistem peradilan AS. “Anda mulai melihat orang-orang sebagai manusia.”

Hampir setengah responden jajak pendapat Pew Research Center tahun 2016 mengatakan mereka yakin setidaknya beberapa Muslim di AS memiliki sikap anti-Amerika, namun para responden yang kenal Muslim secara pribadi tidak begitu memiliki keyakinan tersebut.

Yousef Abouallaban, anggota komite sekolah Al-Noor yang dua putra tertuanya bersekolah di situ, mengatakan ia berharap pelajaran itu dapat membangu anak-anak imigran Muslim mengatasi bias yang dimiliki para orangtuanya yang tidak suka mereka terlibat dalam politik.

“Kami dibesarkan dalam budaya yang berbeda, dimana ada keyakinan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan adalah orang-orang yang korup. Di semua tingkatan. Jadi jika kamu orang baik, jangan pernah terlibat dalam politik,” ujar Abouallaban, yang berimigrasi dari Suriah tahun 1989. “Tapi tidak demikian dengan Amerika Serikat dan mentalitas ini harus diubah.”[af/voa]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peneliti: Facebook Bisa Sebabkan Bahaya Kesehatan Mental

Next Post

Revolusi Akhlak Bukan Revolusi Mental

Next Post

Revolusi Akhlak Bukan Revolusi Mental

Fokus di Grass Root, Anies Tak Tanggapi Hasil Survey

Muhammadiyah: Kami Sevisi dengan Anies-Sandi

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    434 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9302 shares
    Share 3721 Tweet 2326
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    819 shares
    Share 328 Tweet 205
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Tren Kecantikan Kembali Nuansa Era 2000-an

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4797 shares
    Share 1919 Tweet 1199
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11752 shares
    Share 4701 Tweet 2938
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Hari Radio Nasional 2026 Mengingat Kembali Suara yang Menjaga Indonesia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga