MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk terus memperkuat hubungan dan jembatan komunikasi antara Indonesia dan negeri-negara Timur Tengah.
Ajakan ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menghadiri sekaligus menjadi Keynote Speech pada Grand Opening Festival Timur Tengah 2026, di Auditorium Soe Hok Gie, Gedung IX Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia.
“Apresiasi, terima kasih dan penghargaan kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah bekerja penuh kesungguhan untuk suksesnya acara festival ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga memperkuat hubungan dan kerja sama serta membangun jembatan komunikasi antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah,” kata Menag Nasaruddin Umar.
“Saya bangga festival ini dilakukan UI,” sambung Menag Nasaruddin Umar disambut riuh tepuk tangah peserta festival.
Grand Opening Festival Timur Tengah 2026 ini dihadiri para duta besar dan diplomat negara-negara Timur Tengah, Dekan FIB Universitas Indonesia, Ketua Program Studi Bahasa Arab, serta Ketua Ikatan Keluarga Besar Asia Barat (IKABA), para mahasiswa dan para tamu undangan.
Baca juga: Kemenag Alokasikan Bantuan 80 M untuk Pemulihan Pesantren di Aceh
Menag Ajak Mahasiswa untuk Perkuat Hubungan sebagai Jembatan Komunikasi antar Negeri Timur Tengah
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa festival yang mengangkat tema ‘Kebangkitan Timur Tengah dan Masa Depan’ ini mengandung makna mendalam sekaligus pesan penting bagi semua.
Ketika kehidupan dunia mengalami perubahan yang sangat cepat, kebutuhan untuk memperkuat jembatan komunikasi, meningkatkan dialog, pertukaran pemikiran antarmasyarakat dan antarperadaban menjadi semakin penting.
“Kawasan Timur Tengah dan Indonesia memiliki hubungan panjang dan Istimewa, baik dari dimensi historis, budaya, dan keagamaan. Hubungan ini tidak pernah terputus sepanjang sejarah, bahkan semakin kokoh dan berkembang dari masa ke masa,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Menurut Menag Nasaruddin Umar, hubungan antara kedua kawasan telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan, kebudayaan, perdagangan, diplomasi, serta pertukaran peradaban.
Timur Tengah bukan hanya tempat lahirnya agama-agama Samawi dan peradaban besar umat manusia.
“Saat ini, di samping Indonesia, kawasan Timur Tengah juga memiliki negara-negara Islam dengan jumlah penduduk yang besar dan memainkan peran penting dalam menentukan masa depan dunia, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pertukaran budaya, maupun diplomasi kemanusiaan,” terang Menag Nasaruddin Umar
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Akan hal ini, Menag Nasaruddin Umar memandang bahwa betapa pentingnya festival ini. Festival ini mengingatkan kita kembali pada kedalaman hubungan Indonesia-Timur Tengah sekaligus membuka ruang-ruang baru bagi kerja sama, khususnya di antara generasi muda.
“Saya menaruh harapan besar kepada generasi muda. Semoga kegiatan yang dihadirkan dalam festival ini, termasuk Indonesia-Middle East Youth Summit, menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang mampu menjadi pembentuk masa depan sekaligus pemimpin perubahan,” harap Menag Nasaruddin Umar.
Karena, lanjut Menag Nasaruddin Umar, generasi muda bukan sekadar penerus masa kini, tetapi merupakan pencipta masa depan dan pemimpin perubahan.
Oleh karenanya, Menag Nasarauddin mengajak seluruh peserta festival untuk menginvestasikan energi dan potensi dalam menuntut ilmu, menguasai berbagai bahasa, mengenal berbagai kebudayaan, serta membangun jejaring komunikasi dan kerja sama yang dapat berkontribusi pada terwujudnya perdamaian, moderasi, dan toleransi.
“Prinsip ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama RI untuk membangun masyarakat yang berlandaskan saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta bekerja sama di antara berbagai komponen masyarakat,” papar Menag Nasaruddin Umar.
Menag Nasaruddin Umar juga menjelaskan bahwa keragaman budaya dan peradaban merupakan sebuah anugerah besar untuk Bangsa Indonesia.
Untuk itu, warga bangsa harus mampu memanfaatkannya dalam membangun masyarakat yang maju dan kuat, sekaligus memperkuat pemahaman antarmasyarakat. [Din]





