FENOMENA hijab Taqwacore, yang identik dengan perpaduan gaya Mohawk hijab, jaket kulit, pin, serta estetika punk, menjadi bentuk pertemuan antara ekspresi budaya alternatif generasi muda Muslim dan identitas keagamaan. Istilah Taqwacore merupakan gabungan dari kata taqwa, yang merujuk pada kesadaran akan Tuhan, dan hardcore punk. Istilah ini pertama kali diperkenalkan melalui novel fiksi karya Michael Muhammad Knight pada tahun 2003, sebelum berkembang menjadi sebuah subkultur dalam kehidupan nyata.
Berikut adalah dua cara pandang utama Islam dalam melihat tren hijab taqwacore:
Perspektif Fikih Kontemporer dan Syariat (Pendekatan Normatif)
Mayoritas ulama dan komunitas Muslim arus utama menilai tren hijab mohawk atau taqwacore ini bermasalah dan kontroversial dari sisi penerapan syariat jilbab/busana Muslimah. Alasannya meliputi:
Esesnsi dan tujuan Hijab untuk iffah (Menjaga kehormatan dan Satar (Menutup diri)
Secara syariat, hijab berfungsi untuk menutupi aurat secara sempurna dan meminimalkan perhatian yang berlebihan (tabarruj). Modifikasi hijab menjadi bentuk mohawk yang mencolok justru menarik perhatian publik (syuhrah) dan bertentangan dengan esensi kesopanan (modesty) dalam Islam.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 59:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّۚ
ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 59)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa jilbab berperan sebagai penutup tubuh hingga bagian dada serta menjadi simbol kehormatan dan identitas seorang muslimah.
Allah SWT juga berfirman dalam QS. An-Nur ayat 31:
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَاۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ
Artinya, “Katakanlah kepada para perempuan beriman agar mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak darinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur [24]:31).
Ayat tersebut menegaskan bahwa hijab dalam ketentuan syariat berfungsi menutupi bagian kepala, rambut, leher, hingga dada.
Larangan Tasyabbuh (Menyerupai Kaum Lain)
Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk tidak meniru identitas, simbol, maupun gaya hidup kelompok lain apabila hal tersebut berkaitan dengan perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama. Kultur punk tradisional kerap diasosiasikan dengan sikap pemberontakan dan kebebasan tanpa batas yang berpotensi tidak sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam.
Kaidah Berpakaian
Pakaian dalam Islam harus longgar, tidak menerawang, tidak membentuk tubuh, serta tidak bermaksud untuk memamerkan eksentrisitas yang ekstrem di depan umum.
BACA JUGA: Tujuh Fashion Gaya Hijab Casual Kekinian
Tampilan Beda dengan gaya Hijab Mohawk, Bagaimana Islam Memandang Fenomena Taqwacore?
Perspektif Sosiologis dan Dakwah Kontemporer (Pendekatan Progresif/Kultural)
Dari sudut pandang sosiologis dan pemikiran progresif, Taqwacore dipahami sebagai bentuk pencarian dan negosiasi identitas generasi muda Muslim, khususnya mereka yang tumbuh dan berkembang sebagai kelompok minoritas di negara-negara Barat. Fenomena ini memperlihatkan upaya untuk mempertahankan identitas keislaman sekaligus mengekspresikan diri melalui budaya alternatif yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pernyataan Identitas di Tengah Islamofobia
Taqwacore menjadi salah satu bentuk ekspresi untuk menunjukkan bahwa identitas seorang Muslimah tidak harus selalu digambarkan melalui penampilan yang monoton atau terbatas pada stereotip tertentu. Melalui perpaduan hijab dan estetika punk, mereka berusaha mempertahankan identitas keagamaan sekaligus menunjukkan keterlibatan dalam lingkungan musik dan budaya tempat mereka tumbuh. Dalam konteks masyarakat Barat, gaya ini juga menjadi cara untuk menghadapi diskriminasi dan pandangan negatif terhadap perempuan Muslim.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ruang Diskusi dan Penyaluran Kritik
Kultur punk dalam Taqwacore dimanfaatkan sebagai media untuk menyuarakan keresahan terhadap stereotip masyarakat Barat yang kerap menghubungkan Islam dengan terorisme. Selain itu, fenomena ini juga menjadi ruang untuk mengkritisi pandangan konservatif di lingkungan internal Muslim yang dinilai kurang memberikan ruang bagi kebebasan berekspresi generasi muda.
Proses Pencarian Makna Ketakwaan (Taqwa)
Bagi sebagian generasi muda Muslim yang memiliki ketertarikan terhadap budaya alternatif, Taqwacore dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan antara kehidupan modern dan nilai spiritual. Melalui subkultur ini, mereka berupaya menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap musik dan estetika punk tidak serta-merta menghilangkan identitas keislaman maupun keinginan untuk tetap dekat dengan Tuhan. [Ssh]





