BANJIR kembali merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis pagi dengan ketinggian air mencapai 135 sentimeter (cm).
“Pagi ini, sekarang pukul 08.30 WIB, ketinggian air sudah mencapai 135 sentimeter,” kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi, dikutip dari berbagai sumber.
Dia menyebutkan banjir mulai tinggi sejak pukul 05.00 WIB. Saat ini, diperkirakan ketinggian air terus meningkat.
“Kalau hujan terus, ditambah waktu hujannya lama, terus udah siaga tiga penampungan air, bisa jadi mengalami peningkatan, terus tinggi banjirnya,” ujar Sanusi.
Baca juga: Akibat banjir, 28 Rute Transjakarta Dialihkan hingga Diperpendek Rutenya
Kampung Melayu, Jakarta Timur Kembali Dilanda Banjir dengan Ketinggian Air 135 cm
Bahkan, kata dia, sejak Rabu (28/1/2026) malam, banjir sudah hampir mencapai satu meter di permukiman warga.
“Dari semalam, air sudah tinggi, hampir satu meter. Pagi ini, sekitar 135 sentimeter dan masih naik,” ucap Sanusi.
Meski ketinggian air cukup signifikan, hingga kini belum ada warga yang mengungsi. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.
“Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua,” tegas Sanusi.
Banjir yang merendam kawasan langganan tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Saat ini, warga masih menunggu air surut sambil memantau perkembangan kondisi banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Barat (Jakbar) terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 sentimeter (cm) hingga 1,5 meter.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di kedua wilayah itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1/2026), sehingga menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3.
Kemudian, lanjut Yohan, beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air sehingga menyebabkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan mengakibatkan 17 RT terendam banjir.
Terkait ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, kata dia, khususnya di Jakarta Timur, mencapai 1,3-1,5 meter sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm. [Din]





