• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 7 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Idola dalam Pandangan Islam

23/03/2021
in Berita
Rasulullah Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Foto: Pexels

1.1k
SHARES
8.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
foto: id.wikipedia.org
foto: id.wikipedia.org

Chanelmuslim.com – Saat ini, masyarakat begitu akrab dengan kata idola. Siapa pun yang disukai masyarakat karena kelebihannya, keluarbiasaannya, ia akan disebut sebagai idola. Masalahnya, bagaimanakah pandangan ajaran Islam tentang idola? Hal ini supaya umat Islam tidak salah nilai.

Makna Idola

Idola dalam bahasa Indonesia berarti orang yang dipuja. Dalam bahasa Inggris tempat kata idola berasal mempunyai banyak turunan. Antara lain, idolatry artinya penyembahan berhala. Idolatrous artinya bersifat menyembah atau memuja. Idolize  berarti terlampau menyanjung. Dan, idolization punya arti pemujaan atau pendewaan.

Jika dicermati dari makna kata idola, hubungannya begitu dekat dengan keyakinan atau akidah. Karena idola sangat beriringan dengan pengagungan dan berujung pada penyembahan.

Tidak heran jika orang yang mengidolakan seseorang akan memberikan perlakuan yang luar biasa untuk idolanya. Seperti mengikuti cara sang idola dalam hal apa pun. Mulai dari cara berpakaian, potongan rambut, gaya bicara, dan lain-lain.

Bahkan pada tingkat tertentu, orang yang mengidolakan seseorang bersedia untuk melakukan apa pun demi sang idolanya, termasuk melakukan perzinahan. Na’udzu billah. Dan ini pernah terjadi di Indonesia.

Bahkan, lebih parah dari itu pun bisa terjadi. Orang yang mengidolakan seseorang, bersedia mati demi kepuasan sang idola.

Perhatikanlah para penonton konser artis yang rela membayar berapa pun tiket masuk konser. Bukan itu saja, mereka rela bersakit-sakit demi bisa mendapatkan tiket. Termasuk bermalam di tempat antrian tiket.

Islam menilai idola

Jika idola sudah seperti makna di atas, maka secara jelas hal itu terlarang dalam ajaran Islam. Karena sudah menjadikan sosok lain yang menjadi pujaan, kecintaan, pengorbanan, dan akhirnya penghambaan selain Allah swt.

Inilah makna dari Laa ilaaha illallah. Tidak ada yang patut dipuja, dicintai, dan disembah selain Allah swt.

Sebagian ulama kontemporer membedakan antara idola seperti makna di atas dengan hanya sebuah kekaguman pada seseorang karena mempunyai keluarbiasaan tertentu. Jadi, kekaguman itu bukan pada sosok orangnya, tapi pada keterampilannya.

Misalnya, kekaguman pada pemain sepak bola seperti Ronaldo. Orang mengagumi Ronaldo bukan karena gantengnya, tapi karena tehnik permainannya, atau keterampilannya. Sebatas itu saja. Tidak menjadikan Ronaldo sebagai panutan dalam semua hal: berpakaian, cukuran rambut, shampo yang ia pakai, dan lain-lain.Kekaguman seperti ini dinilai boleh dan halal.

Begitu pun idola yang mesti dibedakan dengan sebuah penghormatan. Walaupun orang yang dihormati non muslim, tapi karena ia memiliki kepatutan untuk dihormati, maka penghormatan itu menjadi boleh.

Dalam hal ini seperti yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menghormati Abu Thalib dan mendiang ibunya, Aminah. Rasulullah saw. begitu menghohrmati Abu Thalib walaupun ia non muslim, karena adanya sifat dan sikap yang baik ditunjukkan Abu Thalib dalam membela perjuangan Islam.

Begitu pun dengan mendiang ibu Rasulullah saw., Aminah. Rasulullah saw. menghormati mendiang ibunya yang non muslim dengan berziarah ke makam ibunya.

Allah swt. berfirman dalam surah Luqman ayat 15. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janglah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik….”

Keteladanan lebih jelas daripada idola

Kata teladan lebih jelas dalam arti tidak mengandung kemusyrikan daripada sebutan idola. Alquran dan hadits Rasulullah saw., serta ucapan para sahabat r.a. membatasi hubungan seseorang dengan orang lain sebatas pada keteladanan. Dan sebaik-baik teladan adalah Rasulullah saw., dan para sahabat Rasulullah saw.

Dari Imam Ibnu Abdil Barr disebutkan, Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Siapa di antara kalian yang ingin mengambil teladan (setelah kepada Rasulullah saw., red), maka hendaknya berteladan kepada para sahabat Rasulullah saw. Karena, mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di umat ini, paling dalam pemahaman (agamanya), paling jauh dari sikap berlebih-lebihan, paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya. Mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, maka kenalilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak-jejak mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Mh/berbagai sumber)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pemerintah Tetapkan 122 Daerah Di Indonesia Masih Berstatus Desa Tertinggal

Next Post

Ketika Manisan Jeruk Bertemu Ubi, Jadilah Cup Cake Ubi Sukade

Next Post

Ketika Manisan Jeruk Bertemu Ubi, Jadilah Cup Cake Ubi Sukade

Ini Komentar Ridwan Kamil Tentang Pernyataan Donal Trumph

Bola RUU Disabilitas Ada di Tangan Presiden

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8594 shares
    Share 3438 Tweet 2149
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3865 shares
    Share 1546 Tweet 966
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11411 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah, Semua Bisa Terjadi!

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4395 shares
    Share 1758 Tweet 1099
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2293 shares
    Share 917 Tweet 573
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarganya yang Masih Hidup (Bag. 1)

    430 shares
    Share 172 Tweet 108
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga