HAMAS menolak semua kekuatan asing memasuki Gaza. Hal ini terkait dengan rencana Dewan Keamanan Gaza versi Trump yang akan melakukan stabilitasi keamanan di Gaza.
Menyusul adanya rencana pasukan asing termasuk Tentara Nasional Indonesia atau TNI yang kemungkinan akan masuk Gaza, Hamas menyatakan menolak hal tersebut.
Pernyataan tegas ini diungkapkan salah satu pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, kepada Al-Jazeera baru-baru ini. Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan penolakan itu termasuk kepada pemerintah Indonesia.
Kecuali, masih menurut Osama, pasukan keamanan PBB yang menjaga di wilayah perbatasan. Tugas pasukan ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya upaya pendudukan, dan penyerangan terhadap warga sipil Gaza.
Pemimpin senior Hamas lainnya, Khalid Misy’al juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, jangan ada pihak asing yang masuk ke Gaza. Biarkan warga Palestina menentukan masa depannya sendiri.
“Kami menolak campur tangan asing di Gaza. Begitu pun dengan rencana pelucutan senjata Hamas. Karena hal itu akan melemahkan warga Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap Israel. Sah bagi kami untuk melakukan perlawanan terhadap kekuatan penjajahan!” ungkap Khalid Misy’al dalam acara konferensi Islam di Doha Qatar, Ahad (8/20 lalu.
Reaksi dari Hamas ini muncul setelah Dewan Keamanan Gaza versi Trump (BoP) berencana untuk menurunkan tentara ‘perdamaian’ di Gaza. Termasuk di antaranya dari TNI.
Jika hal ini dipaksakan, sejumlah pengamat menilai bahwa tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrokan senjata antara tim keamanan ini dengan pihak Hamas. Dan hal itu sangat disayangkan jika terjadi.
Sejauh ini, belum ada pernyataan tegas dari pihak pemerintah tentang rencana pengiriman TNI ke Gaza. Yang ada, hanya pernyataan normatif tentang perlunya Indonesia ikut menjaga keamanan dunia, termasuk di wilayah Gaza. [Mh]



