BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, 22 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur hingga Selasa pagi terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 195 sentimeter (cm) di titik tertinggi.
“Data genangan dan banjir di Kota Jakarta Timur hari ini kondisi sampai dengan pukul 06.00 WIB jumlah kecamatan terdampak ada dua, dengan kelurahan terdampak lima, sebanyak 11 RW, 22 RT,” kata Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur Rangga Bima Setiawan, dikutip dari berbagai sumber.
Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB dan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa jam.
“Banjir mulai terjadi sejak Senin (4/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal berkisar 30 cm. Namun, air terus meningkat hingga pagi hari di sejumlah titik,” ujar Rangga.
Baca juga: 21 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Terendam Banjir Akibat Meluapnya Sungai Ciliwung
BPBD DKI Jakarta Catat 22 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir hingga Ketinggian Air 195 cm
Wilayah terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Jatinegara dan Kecamatan Kramat Jati, yang mencakup lima kelurahan utama yaitu Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Balekambang, dan Cililitan.
Di Kelurahan Bidara Cina, tepatnya di RW 003, RW 004, dan RW 011, ketinggian air meningkat dari 30 cm pada Senin (4/5/2026) pukul 20.00 WIB menjadi 175-195 cm lebih pada pukul 06.00 WIB. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain dengan kenaikan air yang cukup cepat.
Lalu di Kampung Melayu, tepatnya di Jalan Kebon Pala II RW 04, RW 05, dan RW 08 air semula 30 cm naik menjadi 100-120 cm. Sementara itu di Cawang banjir semula ketinggian 30 cm menjadi 40-80 cm.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kemudian, di Kelurahan Cililitan air semula 30 cm naik menjadi 40-90 cm. Sedangkan di Kelurahan Balekambang semula 30 cm hingga saat ini sudah surut.
Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air.
“Sedang ditangani oleh pihak kelurahan setempat bersama PPSU, tim TRC BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP setempat, Tagana, dan Gulkarmat,” katanya.
Rangga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. [Din]



