PPIH Arab Saudi menyiapkan pengaturan khusus jalur lempar jumrah bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan jemaah di kawasan Mina dan Jamarat yang setiap tahun dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Jemaah haji Indonesia diprioritaskan menggunakan Jamarat lantai 3 saat melaksanakan lempar jumrah.
Pengaturan arus tersebut juga didukung petugas khusus yang disiagakan di sejumlah titik strategis selama fase Armuzna.
Dikutip dari berbagai sumber, Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan pengaturan jalur dilakukan demi memperlancar pergerakan jemaah saat prosesi lempar jumrah berlangsung.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Karawang Meninggal Dunia saat di Masjidil Haram
Aturan Khusus Jalur Lempar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia Selama Fase Puncak Haji 2026
Jemaah Masuk Lewat Terowongan Muaisim
Harun menjelaskan, skema tersebut berlaku bagi jemaah yang bermalam di tenda Mina dan tidak mengikuti program tanazul. Jemaah nantinya diarahkan masuk menuju area Jamarat lantai 3 melalui terowongan Muaisim.
Jemaah Tetap Berada di Lantai 3 dan Tunggu Arahan
Setelah selesai melontar jumrah Aqabah, jemaah diminta tetap berada di lantai 3 dan tidak turun ke area bawah untuk menghindari percampuran arus dengan jamaah lain.
Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke bawah. Nanti petugas akan mengarahkan apakah jemaah kembali ke tenda atau menuju hotel.
PPIH Arab Saudi juga mengatur alur kepulangan jemaah menuju tenda Mina agar arus pergerakan tetap tertib.
Jemaah Memutar untuk Kembali ke Terowongan Muaisim
Jemaah yang kembali ke tenda diarahkan memutar melalui jalur keluar Jamarat sebelum kembali memasuki terowongan Muaisim menuju area Mina.
Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan tetap di lantai 3 guna meminimalkan potensi kepadatan ekstrem saat puncak ibadah haji berlangsung.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jadi setelah selesai lempar jumrah, jemaah langsung diarahkan kembali masuk ke terowongan Muaisim menuju tenda Mina.
Selain pengaturan jalur, PPIH Arab Saudi juga membentuk Tim Khusus Mina yang terdiri dari petugas berpengalaman.
Tim tersebut akan bersiaga di kawasan Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Jamarat selama fase Armuzna untuk membantu pelayanan dan perlindungan jemaah haji Indonesia.
PPIH mengimbau jemaah agar selalu mematuhi arahan petugas, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat menjalani prosesi ibadah di Mina.
Pengaturan jalur lempar jumrah melalui Jamarat lantai 3 diharapkan mampu mengurangi risiko kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan jemaah selama puncak haji 2026. [Din]





