ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 05 Agustus 2020 | 16 Zulhijjah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
AYAH BUNDA

Konsep Pendidikan Anak Zero Mistake and Zero Tolerance

27 August 2018 22:05:25
Konsep Pendidikan Anak Zero Mistake and Zero Tolerance
Konsep Pendidikan Anak Zero Mistake and Zero Tolerance

Oleh: Yeti Widiati S.

ChanelMuslim.com-"Anak saya tidak boleh main games bu. Kalau main games akan saya hukum"

"Kok nilainya hanya 9, masih ada yang salah ini"

"Kamu ini musti rajin belajar, jangan main melulu ... " (note: anak sekolah fullday Senin-Jumat, Sabtu-Ahad les)

"Kenapa kamu lihat-lihat BF, kamu bikin malu orangtua saja ..."

Dll ...

Ada saja saya menemukan orangtua yang memiliki standar "zero mistake" untuk anak-anaknya. Orangtua seperti ini juga biasanya menjadi "zero tolerance" pada kesalahan yang dibuat anak. Konsekuensi ikutannya adalah, orangtua cerewet dan mudah emosi. Anak patuh tapi stres. Atau anak oposisional, berontak dan melawan.

Konsep zero mistake dan zero tolerance sebetulnya baik bila ditempatkan pada tempat yang tepat, misalnya ketika kita bicara tentang pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan keselamatan. Pilot, Masinis, Dokter bedah syaraf, teknisi nuklir, apoteker atau orang-orang dalam bidang teknik yang berkaitan dengan operasional peralatan.

Hal yang kerap lupa atau luput diingat oleh orangtua kelompok ini antara lain:

1. Anak bukanlah mesin atau benda mati. Anak adalah makhluk yang sedang bertumbuh dan berkembang.

2. Berbuat salah pada anak adalah cara anak belajar. Kadang agak berbeda dengan orang dewasa yang seringkali melakukan kesalahan karena intensi atau dengan kesengajaan untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Orangtua lupa kalau dia dulu pernah menjadi anak dan juga melakukan kesalahan yang sama.

4. Melakukan kesalahan itu berbeda dengan karakter buruk.

5. Anak berbuat kesalahan tidak selalu karena mereka sengaja melakukan, tapi boleh jadi karena mereka belum belajar bagaimana cara yang benar. Biasanya ini terjadi karena lebih banyak larangan daripada contoh perbuatan yang benar.

6. Berbeda dengan cara berpikir induktif dalam sains bahwa yang paling benar itu hanya satu, maka dalam kehidupan sosial, yang ditandai dengan cara berpikir deduktif, hal yang baik dan benar itu bisa banyak. Jadi, kalau kita ingin mencapai tujuan maka ada banyak cara yang bisa kita lakukan, bukan hanya satu cara. (Note: ini bukan konteks bahasan agama)

7. Kesalahan memang memiliki konsekuensi, tapi respon emosi berlebihan terhadap kesalahan apalagi diikuti dengan label, cenderung kontraproduktif dengan tujuan yang ingin dicapai.

8. Melakukan kesalahan bukanlah "kiamat". Perbaiki saja dan kemudian cari cara yang lebih baik. Banyak orang sukses, sebelumnya melakukan banyak kesalahan. Alih-alih terpuruk, mereka mencari jalan atau alternatif lain untuk mencapai tujuannya.

9. Manusia itu tidak seragam. Anak tidak selalu sama dengan orangtuanya bahkan dengan saudaranya sekalipun. Jadi, cara yang efektif bagi seseorang belum tentu efektif buat orang lain.

10. Dan anak bukanlah nabi. Mereka manusia yang tidak sempurna. Ada kelemahan meskipun pasti ada kelebihannya juga.

Last but not least, kita sendiri sebagai orangtua menyadari penuh kelemahan kita sebagai manusia. Kalau kita ingin orang lain memahami dan berempati terhadap kesalahan-kesalahan yang kita buat, maka pahami dan berempatilah terhadap anak kita sendiri saat mereka melakukan kesalahan-kesalahan ....

Wallahu'alam

Note lagi: Tulisan ini berdasarkan observasi terhadap kasus-kasus real

18 Agustus 2015

[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
konsep pendidikan anak zero mistake and zero tolerance
 
BERITA LAINNYA
 
 
AYAH BUNDA
15 August 2019 22:45:10

Wahai Ayah Bunda Engkau Muaddib (Bag. 2)

 
ADVERTORIAL
05 August 2020 06:00:00

Kini Qurban Bisa Melalui ChanelMuslim.com

 
AYAH BUNDA
15 August 2019 22:55:02

Wahai Ayah Bunda Engkau Muaddib (Bag. 3)

 
AYAH BUNDA
19 July 2019 13:16:46

Dahsyatnya Doa Seorang Ibu untuk Anak-anaknya

 
AYAH BUNDA
21 December 2018 17:14:36

Terima Kasih, Ibu!

 
AYAH BUNDA
24 July 2018 10:44:06

Bunda, Berhentilah Merendahkan Anakmu

global qurban, chanelmuslim global qurban
 
 
 
TERBARU
 
Munajat Dzulhijjah
 
 
TERPOPULER
 
 
sekolah qurban, qurban 2020
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga