• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 24 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Tolak Jilbab, Pecatur AS Ini Pilih Boikot Kejuaraan Catur Dunia di Iran

07/10/2016
in Berita
71
SHARES
545
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

nazChanelMuslim.com – Nazi Paikidze-Barnes, seorang pecatur dunia yang berusia 22 tahun, memboikot kompetisi Kejuaraan Catur Dunia di Iran yang akan digelar tahun depan.

“Saya pikir Iran tidak layak menjadi tuan rumah kejuaraan dunia catur perempuan, karena di negara itu perempuan tidak memiliki hak-hak dasar dan mereka diperlakukan sebagai warga kelas dua,” katanya.

Di Iran, perempuan secara hukum diharuskan mengenakan hijab atau jilbab.

Nazi mengatakan dia tidak akan memakai jilbab yang disebutnya sebagai bentuk ‘dukungan terhadap penindasan’.

Federasi catur dunia, FIDE mengatakan Iran merupakan satu-satunya negara yang telah mengajukan proposal sebagai tuan rumah dan tidak ada negara anggota lainnya yang menyatakan keberatan.

“Tidak ada keluhan dari pemain atau pejabat dan semua orang menghormati hukum suatu negara, termasuk persyaratan soal pakaian,” kata FIDE dalam keterangan resminya.

Memang tidak semua pemain catur setuju dengan ide boikot, dan beberapa mengatakan hal itu dapat merusak upaya mempromosikan olahraga bagi kaum perempuan di Iran.

Mitra Hejazipour, seorang grandmaster berusia 23 tahun dari Teheran, mengatakan kepada Guardian: “Kejuaraan itu akan menjadi yang momen olah raga terbesar bagi kaum perempuan di Iran yang pernah saya lihat. Di masa lalu, kami belum bisa menjadi tuan rumah setiap kejuaraan dunia di bidang olahraga lainnya untuk kaum perempuan.

“Saya kira tidak tepat untuk menyerukan boikot. Kejuaraan ini penting bagi kaum perempuan di Iran. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan kami,” tegasnya.

Sejak mengungkapkan rencananya untuk memboikot acara tersebut, Nazi telah dihujani kritik yang isinya menyebut dirinya tidak mengerti budaya Islam dan masyarakat Iran.

“Saya tidak anti-Islam atau agama lain. Saya berdiri untuk kebebasan beragama dan keyakinan,” kata Nazi.

“Saya memprotes keputusan FIDE bukan karena agama atau orang Iran, namun undang-undang pemerintah yang membatasi hak-hak saya sebagai seorang perempuan.”

Sementara itu, pecatur Inggris, Nigel Short menulis dalam akun tweeter miliknya bahwa dirinya mendukung kampanye Nazi Paikidze-Barnes.

Nazi lahir di Rusia dan dibesarkan di Georgia, tempat catur merupakan permainan yang umum di negara itu.

Dia sekarang tinggal di Las Vegas dan bersaing untuk menjadi pemain Amerika Serikat.

Dua nama besar di dunia percaturan perempuan dunia, Humpy Koneru dan Harika Dronavalli, yang berasal dari India, menceritakan pengalaman mereka bermain catur di Iran.

“Selama beberapa hari itu sedikit canggung bermain catur dengan mengenakan jilbab, namun perlahan-lahan saya menjadi terbiasa. Saya merasa kami harus menghormati budaya dan adat istiadat mereka,” kata Humpy kepada situs ChessBase India.

Dalam artikel yang sama, Harika mengatakan: “Tentu saja, tidak nyaman bermain catur dengan mengenakan jilbab, tapi bagi saya yang paling penting adalah momen kejuaraan dunia itu sendiri. Sehingga di mana pun itu digelar, itu bukan urusan saya.”[af/bbc]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ahok dan Surah Al-Maidah Ayat 51

Next Post

Beragama Islam, Bintang Bollywood Ini Dilarang Tampil dalam Festival Hindu

Next Post

Beragama Islam, Bintang Bollywood Ini Dilarang Tampil dalam Festival Hindu

Faksi Palestina Kecam Pembajakan Israel Terhadap kapal Zaytouna-Oliva

Akhirnya, PPP Djan Faridz Deklarasi Dukung Ahok

  • 6 Manfaat Mainan Pop It untuk Tumbuh Kembang Anak

    Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9596 shares
    Share 3838 Tweet 2399
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • Salimah Dukung MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2485 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga