• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bun, Hindari 3 Sikap Keliru Ini saat Anak Jatuh

13/09/2026
in Parenting, Unggulan
Anak Kecilku Berciuman seperti di Film-Film Disney

Anak Kecilku Berciuman seperti di Film-Film Disney (foto: pixabay)

211
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BUNDA, seringkali kita bersikap berlebihan saat anak jatuh. Berikut ini ada tiga sikap keliru yang sering dilakukan oleh para orang tua saat anak terjatuh. Kita simak yuk.

Menanamkan rasa takut dan menyalahkan anak

Misalnya nih, saat anak lari-lari, kebiasaan orang tua akan mengatakan “Hei jangan lari-lari nanti jatuh”.

Tahukah Bun, itu sama saja Bunda telah menanamkan rasa takut kepada anak. Kalau anak tiba-tiba benar-benar terjatuh, lalu dengan spontan orang tua berkata: “Tuh kan jatuh beneran, Bunda bilang apa? Syukurin”, maka anak akan belajar menyalahkan diri sendiri.

Anak akan takut melakukannya lagi dan anak akan enggan mencoba sesuatu karena takut disalahkan orang tuanya.

Seharusnya Bun, saat anak menunjukkan keberanian, kepintaran, kehebatan maka anak diberi dorongan dan motivasi. Kita bangun rasa percaya dirinya, bangun keberaniannya, diberi tanggung jawab bukan sebaliknya diberi rasa takut dan disalahkan.

Menyalahkan lantai atau batu

Maka anak belajar menyalahkan orang lain tatkala melakukan kesalahan. Dampaknya nanti saat SD atau SMP, saat anak mendapatkan nilai 6, anak akan menyalahkan gurunya, habis gurunya killer, nggak asyik, membosankan.

Anak akan selalu mencari alasan di balik hal-hal yang ia merasa kurang mampu, tidak bisa, tidak suka dan tidak nyaman. Ia akan mudah menyalahkan orang lain.

Memotivasi anak dengan perkataan yang keliru

Ketiga, saat anaknya jatuh, orang tua berkata “Ooo.. seperti ini saja tidak apa-apa kok, Ah luka sedikit masak anak cowok kayak gini aja nangis”.

Kelihatannya orang tua benar dalam mendidik anak karena menginginkan anak untuk kuat dan tangguh tapi bagaimana kelak saat kita berusia 60 tahun kemudian kita mengeluh: “Aduh asam urat kambuh”.

Apa yang anak katakan, “Yah asam urat aja masak nggak bisa tahan, eh ibu masak sudah tua masih menangis.”

Nah, apakah anak-anak seperti ini bukan menjadi anak yang durhaka? Ia belajar untuk tidak peka terhadap perasaan orang, karena saat ia sakit, orang tuanya tidak memahaminya, orang tuanya tidak mengerti apa yang dia rasakan.

Maka saat orang lain tertimpa musibah, ia akan mengatakan “Ah..cuma gitu doang”, kalau musibah yang dialami agak berat paling cuma bilang “Ooo…”.

Baca Juga: Anak Jatuh dari Tempat Tidur, Ini Pengalaman Mendebarkan Ryana Dea

Bun, Hindari 3 Sikap Keliru Ini saat Anak Jatuh

Nah, sekarang bagaimana Bun solusinya?

Kalau anak jatuh kemudian menangis, langkah pertama adalah jangan banyak mengajak bicara dulu saat anak menangis. Segera bawa anak lalu diobati kemudian ditenangkan.

Setelah ditenangkan, dengarkan bagaimana anak bisa terjatuh lalu beritahu, misalnya: “Nak, kalau lari ada resikonya jatuh, engkau harus lebih berhati-hati. Selamat ya Nak, engkau belajar hal baru.”

Jadi Bun, ubah polanya ya. Tinggalkan pola lama yakni saat anak manjat, tiba-tiba ibu cemas kemudian lari dan berkata: “Nak, awas jatuh”, tiba-tiba brukk jatuh beneran. Bagaimana tidak jatuh, doa ibu diamini malaikat.

Diganti pola baru yakni saat anak manjat, datangi anak, tetap tenang, “Wah barakallah, hebat sudah manjat tinggi, coba sekarang turun dengan hati-hati agar lebih hebat lagi, ibu menunggu di bawah.”

Ayah Bunda, itulah tiga hal keliru yang sering dilakukan para orang tua saat anak terjatuh. Semoga kita semua dapat belajar dari tiga sikap itu ya.[ind]

sumber: Kulwap Tumbuh Yuk. Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini. Rumah Pintar Aisha. Oktober 2021. 

Tags: Ayah BundaBunHindari 3 Sikap Keliru Ini saat Anak JatuhParenting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keteguhan Ummu Sinan Al Aslamiyah dalam Mengabdi di Jalan Allah

Next Post

Beberapa Tempat Wisata Jejak Peninggalan RA Kartini

Next Post
Beberapa Tempat Wisata Jejak Peninggalan RA Kartini

Beberapa Tempat Wisata Jejak Peninggalan RA Kartini

Kita Akan Melihat Sesuai Prasangka

Ayah Bunda, Inilah Penyebab Luka Inner Child yang Dapat Membekas Hingga Dewasa

Lima Kuliner Khas Pati yang Wajib Kamu Coba

Lima Kuliner Khas Pati yang Wajib Kamu Coba

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9602 shares
    Share 3841 Tweet 2401
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1397 shares
    Share 559 Tweet 349
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2488 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga