• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 10 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Ketika Anak Memiliki Teman Khayalan

17/07/2021
in Tumbuh Kembang, Unggulan
Ketika Anak Memiliki Teman Khayalan

Foto: Pixabay

82
SHARES
629
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bunda saat ini mungkin sedang mengalami kekhawatir saat anak berbicara sendiri seolah ada orang lain di sekitarnya. Hal ini bisa jadi si kecil memiliki teman khayalan, ia sedang bermain dan berbicara dengan teman khayalannya

Teman khayalan adalah sosok teman yang dibuat-buat oleh anak dalam imajinasinya. Karakter film, kartun, atau buku cerita bisa menjadi sumber imajinasi anak. Namun, bisa saja teman khayalan tersebut murni berasal dari pikiran anak itu sendiri.

Baca Juga: Tips Merawat Anak Positif Covid-19

Ketika Anak Memiliki Teman Khayalan

Anak biasanya memiliki teman khayalan saat menginjak usia 2,5 tahun. Mereka tahu bahwa teman khayalan yang mereka ciptakan itu hanya pura-pura. Biasanya, memiliki teman khayalan ini akan bertahan selama 3 sampai 7 tahun.

Salah satu manfaat dari si kecil memiliki teman khayalan adalah Bunda bisa mengeksplorasi dan memahami hal-hal yang disukai ataupun tidak disukai oleh si kecil.

Jika si kecil sedang mengarang mengenai hal yang disukai ataupun yang tidak disukai teman khayalannya, bisa jadi hal-hal tersebut adalah sesuatu mengenai dirinya sendiri.

Misalkan si kecil mengatakan bahwa teman khayalannya tidak suka sayuran, maka bisa jadi itu adalah ekspresi penolakan si kecil terhadap sayuran.

Menurut Robin Goldstein, PhD., penulis The New Baby Answer Book, teman khayalan adalah bagian penting dan kreatif dari pertumbuhan seorang anak. Teman khayalan akan membantu anak berhadapan dengan emosi dan masalah yang semula mungkin tak bisa ia atasi.

Bunda tak perlu khawatir, ketika anak memiliki teman khayalan ada beberapa manfaat untuk tumbuh kembang anak yang dilansir dari ibupedia:

  • Mengembangkan imajinasi anak. Anak merasakan pengalaman yang tidak bisa ia rasakan dikehidupan nyata.
  • Meningkatkan kreativitas.Anak jadi punya otoritas untuk menentukan sendiri kegiatan dan pembicaraan yang diinginkan
  • Membantu mengelola emosi. Karean plot cerita diciptakan sendiri, makan anakpun akan belajar figure out hal yang dihadapi.
  • Membantu dalam sosial skill dan adaptasi. Anak jadi lebih terbuk dan leluasa bercerita atau berinteraksi dengan teman imajinasinya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan jika anak-anak yang berbicara sendiri atau bermain sendir ini telah sampai pada tahap tidak wajar, diantaranya:

  • Anak terus meminta orang tua melakukan sesuatu untuk teman khayalannya.
  • Melibatkan teman khayalan dalam mengambil keputusan.
  • Menyalahkan teman khayalan atas kesalahannya.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial sesungguhnya.
  • Sering gelisah dan merasa terganggu dengan kehadiran teman khayalan.

Maka jika Bunda menemukan si kecil mengalami tanda-tanda seperti di atas, konsultasikan kepada ahlinya. [Ln]

Tags: Ketika Anak Memiliki Teman Khayalan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gak Pernah Bisa Nabung? Kenali dulu Level Finansial Kamu

Next Post

Ide Dekorasi Pernikahan Sederhana di Masa Pandemi

Next Post
Ide Dekorasi Pernikahan Sederhana di Masa Pandemi

Ide Dekorasi Pernikahan Sederhana di Masa Pandemi

Kesalahan Yang Perlu Diperhatikan Saat Ta'aruf

Kesalahan Yang Perlu Diperhatikan Saat Ta'aruf

Tips Zaskia Adya Mecca Rawat Buah Hatinya Hingga Sembuh Covid-19

Tips Zaskia Adya Mecca Rawat Buah Hatinya Hingga Sembuh Covid-19

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Jangan Terbawa Arus

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Resep Singkong Keju Goreng

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1642 shares
    Share 657 Tweet 411
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga