MARI memahami Lailatul Qadar agar kita bisa menggapainya. Ada penjelasan dari Ustaz Farid Nu’man Hasan tentang hal ini. Definisi Lailatul Qadar dijelaskan oleh Allah Taโala dengan sangat gamblang dalam salah satu surat Al Quran Al Karim yakni:
{ ุฅููููุง ุฃููุฒููููุงูู ููู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู (1) ููู ูุง ุฃูุฏูุฑูุงูู ู ูุง ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู (2) ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑู ู ููู ุฃููููู ุดูููุฑู (3) ุชููุฒูู ุงููู ููุงุฆูููุฉู ููุงูุฑูููุญู ูููููุง ุจูุฅูุฐููู ุฑูุจููููู ู ู ููู ููููู ุฃูู ูุฑู (4) ุณููุงู ู ูููู ุญูุชููู ู ูุทูููุนู ุงููููุฌูุฑู (5) }
โSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.โ (QS. Al Qadr (97): 1-5)
Baca Juga:ย 4 Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid di Malam Lailatul Qadar
Memahami Lailatul Qadar agar Bisa Menggapainya
Kenapa disebut Lailatul Qadar? Tentu jawaban pastinya hanya Allah Taโala yang tahu. Namun para ulama memberikan jawaban berdasarkan kaitan ayat tersebut.
Di antaranya tersebut dalam Al Muntaqaโ Syarh Al Muwaththaโ, ketika mengomentari hadits tentang โCarilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhirโ:
ูููููููููู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ููุญูุชูู ููู ุฃููู ุชูุณูู ููู ุจูุฐููููู ููุนูุธูู ู ููุฏูุฑูููุง ุฃููู ุฐูุงุชู ุงููููุฏูุฑู ุงููุนูุธููู ู ููููุญูุชูู ููู ุฃููู ุชูุณูู ููู ุจูุฐููููู ุ ููุฃูููู ุงููุจูุงุฑููู ุชูุนูุงููู ูููููููุฐู ูููููุง ู ูุง ููุฏููุฑู ู ููู ูููู ุชุนุงูู ูููููุง ููููุฑููู ููููู ุฃูู ูุฑู ุญููููู ู ุฃูู ูุฑูุง ู ููู ุนูููุฏูููุง ุฅูููุง ูููููุง ู ูุฑูุณูููููู ููููุญูุชูู ููู ุบูููุฑู ุฐููููู .
โDan firman-Nya โLailatul Qadriโ, ada kemungkinan dinamakan demikian lantaran keagungan qadar (ukuran/ketentuan) malam itu, yakni malam yang memiliki ukuran yang agung.
Ada kemungkinan juga dinamakan demikian karena pada malam itu Allah Taโala melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan (qaddara) dalam firman-Nya, โPada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,โ dan ada juga kemungkinan selain itu.โ (Imam Abu Sulaiman Al Walid Al Baji, Al Muntaqa Syarh Al Muwaththaโ, Juz. 2, Hlm. 227. Mawqiโ Al Islam)
Seorang ahli tafsir pada masa tabiโin, yakni Mujahid, mengartikan Lailatul Qadr adalah:
ูููุฉ ุงูุญูู .
โMalam penuh hikmah.โ (Imam Abu Jaโfar bin Jarir Ath Thabari, Jamiโul Bayan Fi Taโwilil Quran, 24/532. Muasasah Ar Risalah)
Keutamaan Lailatul Qadr
Tentang keutamaannya, dalam surat Al Qadr juga sudah disebutkan, yakni: โMalam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.โ
Mujahid berkata tentang ayat tersebut:
ุนู ููุง ูุตูุงู ูุง ูููุงู ูุง ุฎูุฑ ู ู ุฃูู ุดูุฑ.
โAmal pada malam itu, puasanya, dan qiyamul lailnya, lebih baik (nilainya) dari seribu bulan.โ
Mujahid juga menjelaskan:
ูุงู ูู ุจูู ุฅุณุฑุงุฆูู ุฑุฌู ูููู ุงูููู ุญุชู ูุตุจุญุ ุซู ูุฌุงูุฏ ุงูุนุฏูู ุจุงูููุงุฑ ุญุชู ููู ูุณูููุ ููุนู ุฐูู ุฃูู ุดูุฑุ ูุฃูุฒู ุงููู ูุฐู ุงูุขูุฉ:( ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑู ู ููู ุฃููููู ุดูููุฑู ) ููุงู ุชูู ุงููููุฉ ุฎูุฑ ู ู ุนู ู ุฐูู ุงูุฑุฌู.
โDahulu pada Bani Israil ada seorang laki-laki yang shalat malam hingga pagi hari, kemudian dia pergi jihad melawan musuh pada siang harinya hingga sore, dan dia melakukan itu hingga seribu tahun.
Maka Allah Taโala menurunkan ayat ini: (Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan) , qiyamul lail pada malam itu lebih baik dibandingkan amal laki-laki tersebut.โ (Ibid)
Sementara Amru bin Qais Al Malaโi berkata:
ุนู ูู ูููุง ุฎูุฑ ู ู ุนู ู ุฃูู ุดูุฑ.
โBeramal pada malam itu (nilainya) lebih baik dari amal seribu bulan.โ (Imam Abu Jaโfar bin Jarir Ath Thabari, Jamiโul Bayan Fi Taโwilil Quran, 24/ 533)
Imam Ibnu Jarir Rahimahullah sendiri menguatkan tafsiran ini, sebagaimana yang dikutip oleh Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, bahwa Imam Ibnu Jarir mengatakan:
ููู ุงูุตูุงุจ ูุง ู ุง ุนุฏุงู
โInilah yang benar, bukan selainnya.โ (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al Azhim, Juz. 8, Hlm. 443).[ind/Cms]





