• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

16/12/2021
in Khazanah
Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

Foto: Pixabay

133
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Keadaan darurat membuat hal terlarang menjadi boleh. Kaidahnya berbunyi:

الضرورات تبيح المحظورات

Keadaan darurat membuat hal yang terlarang menjadi boleh. (Al Mantsur fil Qawaid Al Fiqhiyah, 2/317, Imam Ibnu Nujaim, Al Asybah wan Nazhair, hal. 73)

Disebut darurat jika keadaan memang sudah mengancam sendi kehidupan manusia, seperti agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.

Baca Juga: Vaksin Haram, Daruratkah? Ini Penjelasan MUI

Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

Dalil kaidah ini adalah:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah: 173)

Juga dalam hadits, dari Abu Dzar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah melewatkan saja dari umatku: kesalahan tidak sengaja, lupa, dan perbuatan yang disebabkan terpaksa. (HR. Ibnu Majah No. 2043, 2045, Ath Thahawi, Syarh Ma’ani Al Aatsar No. 4649, Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath No. 2137, juga daam Ash Shaghir No. 765, 11274, Ad Darquthni No. 4351, Al Hakim No. 2801, katanya: shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, dan Imam Adz Dzahabi mensepakatinya. Dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban, Syaikh Al Albani, dan lainnya)

Imam Ibnu An Najar Rahimahullah berkata:

وَهُوَ مَا أُشِيرَ إلَيْهِ بِقَوْلِهِ “وَإِبَاحَةُ الْمَحْظُورِ” يَعْنِي أَنَّ وُجُودَ الضَّرَرِ يُبِيحُ ارْتِكَابَ الْمَحْظُورِ، أَيْ الْمُحَرَّمِ، بِشَرْطِ كَوْنِ ارْتِكَابِ الْمَحْظُورِ أَخَفَّ مِنْ وُجُودِ الضَّرَرِ، وَمِنْ ثَمَّ جَازَ – بَلْ وَجَبَ – أَكْلُ الْمَيْتَةِ عِنْدَ الْمَخْمَصَةِ وَكَذَلِكَ إسَاغَةُ اللُّقْمَةِ بِالْخَمْرِ وَبِالْبَوْلِ

Ini seperti yang aku isyaratkan dengan perkataannya “dibolehkannya hal yang terlarang” yakni bahwa adanya keadaan yang mencelakakan membuat bolehnya menjalankan hal yang terlarang, yaitu hal yang diharamkan, dengan syarat bahwa melakukan hal terlarang itu lebih ringan dibanding mudharatnya, dari sinilah dibolehkannya –bahkan wajib- memakan bangkai ketika sangat kelaparan, begitu pula diizinkan dengan meminum khamr dan air kencing. (Mukhtashar At Tahrir, 4/444)

Imam An Nawawi Rahimahullah memberikan penjelasan sebagai berikut:

فَهُوَ عَلَى إِطْلَاقه ، فَإِنْ وَجَدَ عُذْر يُبِيحهُ كَأَكْلِ الْمَيْتَة عِنْد الضَّرُورَة ، أَوْ شُرْب الْخَمْر عِنْد الْإِكْرَاه ، أَوْ التَّلَفُّظ بِكَلِمَةِ الْكُفْر إِذَا أُكْرِهَ ، وَنَحْو ذَلِكَ ، فَهَذَا لَيْسَ مَنْهِيًّا عَنْهُ فِي هَذَا الْحَال . وَاَللَّه أَعْلَم .

“Larangan berlaku secara mutlak (umum), lalu jika mendapatkan adanya uzur maka larangan itu menjadi dibolehkan seperti makan bangkai ketika keadaan darurat, atau minum khamr ketika terpaksa, atau mengucapkan kalimat yang kufur jika dipaksa, dan yang semisalnya. Maka, hal ini tidaklah termasuk yang dilarang dalam keadaan seperti itu. Wallahu A’lam” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/499. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Penerapan kaidah ini adalah:

– Dibolehkannya berobat dengan zat yang diharamkan, jika memang dia terancam nyawanya, dan tidak ada alternatif lain kecuali zat tersebut, sesuai rekomendasi dokter bukan karena hawa nafsu, kecerobohan, dan akal-akalan semata.

– Dibolehkannya meminta-minta, jikalau memang itulah satu-satunya cara dia memperoleh makanan, sementara dia tidak punya uang, tidak ada makanan, dan tidak ada cara lain, sementara dirinya dan keluarga kelaparan, dan tetangga pun tidak ada yang peduli. Bukan karena meminta-minta yang didasari kemalasan bekerja sehingga menjadi profesi yang tidak terhormat bagi seorang yang muslim berakal dan merdeka.

– Dibolehkannya aborsi jika memang keadaan bayi mengancam kehidupan ibunya, dan kehidupan si ibu lebih layak dijaga dibandingkan kehidupan bayi yang masih belum pasti.

– Dibolehkannya bagi wanita/laki-laki menampakkan aurat untuk pengobatan, jika memang tidak ada dokter lain kecuali lawan jenisnya itu. Selama masih bisa diusahakan sesama jenis, maka sebaiknya jangan mau kalah dulu dengan keadaan, kecuali memang begitu sulitnya.

Keadaan darurat ini tidaklah dilakukan melampaui batas, sebab Allah Ta’ala berfirman: wa laa ‘aadin ¬ (dan tidaklah melampaui batas). Oleh karena itu, ada kaidah yang menjadi turunan atau cabang kaidah ini, yaitu: Adh Dharurah yaqtashiru ‘ala qadriha – Darurat itu dibatasi oleh kebutuhan daruratnya.

Jika memakan segenggam daging bangkai sudah cukup untuk menyelamatkan nyawanya, maka itu sudah mencukupinya, tidak boleh melebihinya. Jika meminum seteguk khamr sudah cukup menyelamatkannya dari bahaya kehausan, maka tidak boleh melebihinya, dan seterusnya.

Wallahu A’lam.[ind]

Tags: Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sunnah Terlupakan: Mencuci tangan setelah Bangun Tidur

Next Post

Sop Buah, Ide Resep Persiapan Menu Takjil Bersama Anak-anak

Next Post

Sop Buah, Ide Resep Persiapan Menu Takjil Bersama Anak-anak

Berani Gagal

Berani Gagal

Menu Berbuka Hari Ini: Sambal Goreng Telur Puyuh, Tumis Tauge, Tempe Bacem dan Sawo

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7795 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bercermin dengan Pemandangan Gunung dan Bunga

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3341 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11095 shares
    Share 4438 Tweet 2774
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga