• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

16/12/2021
in Khazanah
Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

Foto: Pixabay

147
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Keadaan darurat membuat hal terlarang menjadi boleh. Kaidahnya berbunyi:

الضرورات تبيح المحظورات

Keadaan darurat membuat hal yang terlarang menjadi boleh. (Al Mantsur fil Qawaid Al Fiqhiyah, 2/317, Imam Ibnu Nujaim, Al Asybah wan Nazhair, hal. 73)

Disebut darurat jika keadaan memang sudah mengancam sendi kehidupan manusia, seperti agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.

Baca Juga: Vaksin Haram, Daruratkah? Ini Penjelasan MUI

Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh

Dalil kaidah ini adalah:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah: 173)

Juga dalam hadits, dari Abu Dzar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ تَجَاوَزَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ، وَالنِّسْيَانَ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allah melewatkan saja dari umatku: kesalahan tidak sengaja, lupa, dan perbuatan yang disebabkan terpaksa. (HR. Ibnu Majah No. 2043, 2045, Ath Thahawi, Syarh Ma’ani Al Aatsar No. 4649, Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath No. 2137, juga daam Ash Shaghir No. 765, 11274, Ad Darquthni No. 4351, Al Hakim No. 2801, katanya: shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, dan Imam Adz Dzahabi mensepakatinya. Dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban, Syaikh Al Albani, dan lainnya)

Imam Ibnu An Najar Rahimahullah berkata:

وَهُوَ مَا أُشِيرَ إلَيْهِ بِقَوْلِهِ “وَإِبَاحَةُ الْمَحْظُورِ” يَعْنِي أَنَّ وُجُودَ الضَّرَرِ يُبِيحُ ارْتِكَابَ الْمَحْظُورِ، أَيْ الْمُحَرَّمِ، بِشَرْطِ كَوْنِ ارْتِكَابِ الْمَحْظُورِ أَخَفَّ مِنْ وُجُودِ الضَّرَرِ، وَمِنْ ثَمَّ جَازَ – بَلْ وَجَبَ – أَكْلُ الْمَيْتَةِ عِنْدَ الْمَخْمَصَةِ وَكَذَلِكَ إسَاغَةُ اللُّقْمَةِ بِالْخَمْرِ وَبِالْبَوْلِ

Ini seperti yang aku isyaratkan dengan perkataannya “dibolehkannya hal yang terlarang” yakni bahwa adanya keadaan yang mencelakakan membuat bolehnya menjalankan hal yang terlarang, yaitu hal yang diharamkan, dengan syarat bahwa melakukan hal terlarang itu lebih ringan dibanding mudharatnya, dari sinilah dibolehkannya –bahkan wajib- memakan bangkai ketika sangat kelaparan, begitu pula diizinkan dengan meminum khamr dan air kencing. (Mukhtashar At Tahrir, 4/444)

Imam An Nawawi Rahimahullah memberikan penjelasan sebagai berikut:

فَهُوَ عَلَى إِطْلَاقه ، فَإِنْ وَجَدَ عُذْر يُبِيحهُ كَأَكْلِ الْمَيْتَة عِنْد الضَّرُورَة ، أَوْ شُرْب الْخَمْر عِنْد الْإِكْرَاه ، أَوْ التَّلَفُّظ بِكَلِمَةِ الْكُفْر إِذَا أُكْرِهَ ، وَنَحْو ذَلِكَ ، فَهَذَا لَيْسَ مَنْهِيًّا عَنْهُ فِي هَذَا الْحَال . وَاَللَّه أَعْلَم .

“Larangan berlaku secara mutlak (umum), lalu jika mendapatkan adanya uzur maka larangan itu menjadi dibolehkan seperti makan bangkai ketika keadaan darurat, atau minum khamr ketika terpaksa, atau mengucapkan kalimat yang kufur jika dipaksa, dan yang semisalnya. Maka, hal ini tidaklah termasuk yang dilarang dalam keadaan seperti itu. Wallahu A’lam” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/499. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Penerapan kaidah ini adalah:

– Dibolehkannya berobat dengan zat yang diharamkan, jika memang dia terancam nyawanya, dan tidak ada alternatif lain kecuali zat tersebut, sesuai rekomendasi dokter bukan karena hawa nafsu, kecerobohan, dan akal-akalan semata.

– Dibolehkannya meminta-minta, jikalau memang itulah satu-satunya cara dia memperoleh makanan, sementara dia tidak punya uang, tidak ada makanan, dan tidak ada cara lain, sementara dirinya dan keluarga kelaparan, dan tetangga pun tidak ada yang peduli. Bukan karena meminta-minta yang didasari kemalasan bekerja sehingga menjadi profesi yang tidak terhormat bagi seorang yang muslim berakal dan merdeka.

– Dibolehkannya aborsi jika memang keadaan bayi mengancam kehidupan ibunya, dan kehidupan si ibu lebih layak dijaga dibandingkan kehidupan bayi yang masih belum pasti.

– Dibolehkannya bagi wanita/laki-laki menampakkan aurat untuk pengobatan, jika memang tidak ada dokter lain kecuali lawan jenisnya itu. Selama masih bisa diusahakan sesama jenis, maka sebaiknya jangan mau kalah dulu dengan keadaan, kecuali memang begitu sulitnya.

Keadaan darurat ini tidaklah dilakukan melampaui batas, sebab Allah Ta’ala berfirman: wa laa ‘aadin ¬ (dan tidaklah melampaui batas). Oleh karena itu, ada kaidah yang menjadi turunan atau cabang kaidah ini, yaitu: Adh Dharurah yaqtashiru ‘ala qadriha – Darurat itu dibatasi oleh kebutuhan daruratnya.

Jika memakan segenggam daging bangkai sudah cukup untuk menyelamatkan nyawanya, maka itu sudah mencukupinya, tidak boleh melebihinya. Jika meminum seteguk khamr sudah cukup menyelamatkannya dari bahaya kehausan, maka tidak boleh melebihinya, dan seterusnya.

Wallahu A’lam.[ind]

Tags: Keadaan Darurat Membuat Hal Terlarang menjadi Boleh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sunnah Terlupakan: Mencuci tangan setelah Bangun Tidur

Next Post

Sop Buah, Ide Resep Persiapan Menu Takjil Bersama Anak-anak

Next Post

Sop Buah, Ide Resep Persiapan Menu Takjil Bersama Anak-anak

Berani Gagal

Berani Gagal

Menu Berbuka Hari Ini: Sambal Goreng Telur Puyuh, Tumis Tauge, Tempe Bacem dan Sawo

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Ragam Manfaat Teh Rosella untuk Kesehatan Tubuh

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9205 shares
    Share 3682 Tweet 2301
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4164 shares
    Share 1666 Tweet 1041
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2443 shares
    Share 977 Tweet 611
  • Muslim LifeFest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Tren Halal Lifestyle dan Edukasi Syariah Terlengkap di ICE BSD

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1249 shares
    Share 500 Tweet 312
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1965 shares
    Share 786 Tweet 491
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga