DALAM menjalani kehidupan, setiap manusia tentu berharap diberikan kecukupan rezeki, kemudahan dalam urusan, serta kehidupan yang layak. Tidak ada yang ingin hidup dalam kesulitan berkepanjangan, kekurangan, atau keadaan yang membuatnya kehilangan kehormatan. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya kita menghadapi kesempitan rezeki, merasa tidak berdaya, atau berada dalam situasi yang menguji kesabaran.
Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan usaha, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah dengan mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah agar terhindar dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, serta perbuatan zalim.
Baca Juga: Membiasakan Shalawat kepada Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Doa yang Diajarkan Rasulullah agar Terhindar dari Kefakiran dan Kehinaan
Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal faqri, wal qillati, wadz dzillati, wa a’udzu bika min an adzlima au udzlama.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, dan kehinaan. Aku berlindung kepada-Mu dari berbuat zalim atau dizalimi.”
Doa ini mengandung pelajaran yang mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Kita tidak hanya memohon perlindungan dari kesulitan ekonomi, tetapi juga dari keadaan yang dapat merendahkan martabat serta perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kefakiran dan kekurangan dapat menjadi ujian yang berat. Dalam keadaan terdesak, seseorang bisa merasa putus asa atau tergoda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Karena itu, selain berusaha mencari rezeki yang halal, kita perlu memohon agar Allah memberikan kecukupan, keberkahan, dan kekuatan untuk menghadapi setiap keadaan.
Doa ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kehormatan diri. Jangan sampai keinginan mendapatkan harta membuat kita menghalalkan segala cara, mengambil hak orang lain, atau mengabaikan nilai-nilai kejujuran. Rezeki yang banyak tidak selalu membawa ketenangan jika diperoleh melalui jalan yang salah.
Bagian akhir doa tersebut mengajarkan kita untuk menjauhi kezaliman. Kita memohon agar tidak menjadi orang yang menyakiti, merugikan, atau mengambil hak sesama. Pada saat yang sama, kita juga meminta perlindungan Allah agar tidak menjadi korban kezaliman orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, doa ini dapat diamalkan sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Iringi dengan bekerja secara jujur, mengelola keuangan dengan bijak, memperbanyak syukur, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah melindungi kita dari kefakiran yang menyulitkan, kekurangan yang melemahkan, kehinaan yang merendahkan, serta perilaku zalim. Semoga kita senantiasa diberikan rezeki yang halal dan berkah, hati yang merasa cukup, serta kehidupan yang dipenuhi ketenangan dan rida-Nya. [DW]





