KESIBUKAN sering kali membuat seseorang lupa menyediakan waktu untuk dirinya sendiri, termasuk untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sejak pagi hingga malam, waktu dipenuhi berbagai urusan, mulai dari pekerjaan, perjalanan, hingga tanggung jawab keluarga. Tanpa disadari, hari-hari berlalu begitu cepat, sementara kebutuhan rohani justru kerap dikesampingkan.
Tidak sedikit orang yang berpikir akan mulai membaca Al-Qur’an ketika pekerjaan sudah selesai atau saat memiliki waktu luang. Padahal, kesibukan seolah tidak pernah benar-benar berakhir. Selalu ada tugas baru, tanggung jawab tambahan, dan berbagai hal yang menuntut perhatian. Jika terus menunggu waktu senggang, keinginan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an bisa berulang kali tertunda.
Baca Juga: Kisah Teladan Tumadir binti Amr bin As-Syarid As-Sulamiyah dalam Sejarah Islam
Jangan Menunggu Senggang untuk Mendekatkan Diri kepada Al-Qur’an
Jangan Jadikan Kesibukan sebagai Alasan
Membaca Al-Qur’an bukanlah kegiatan yang hanya bisa dilakukan ketika seseorang memiliki banyak waktu. Di tengah rutinitas yang padat, setiap Muslim tetap dapat menyisihkan beberapa menit untuk membaca ayat-ayat suci dan merenungkan maknanya.
Kita perlu mengubah cara pandang terhadap waktu. Jangan selalu menempatkan ibadah sebagai kegiatan terakhir setelah seluruh urusan dunia selesai. Sebaliknya, jadikan hubungan dengan Allah sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk hidup yang dapat membantu kita menghadapi berbagai persoalan. Ketika pikiran dipenuhi tekanan pekerjaan dan hati terasa gelisah, membaca ayat-ayat-Nya dapat menjadi sarana untuk mengingat kembali bahwa setiap kesulitan berada dalam pengetahuan Allah.
Karena itu, meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an merupakan bentuk ikhtiar menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat.
Mulai dari Waktu yang Singkat
Membangun kebiasaan baik tidak harus dimulai dengan langkah besar. Jika belum terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari, cobalah memulainya dengan menyediakan waktu lima hingga sepuluh menit. Pilih waktu yang paling memungkinkan, misalnya setelah salat Subuh, ketika istirahat siang, atau seusai salat Magrib.
Tidak perlu terburu-buru mengejar jumlah halaman. Bacalah dengan tenang, pahami maknanya, dan renungkan pesan yang terkandung di dalamnya. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan lebih mudah dipertahankan daripada target besar yang sulit dijalankan.
Kita juga dapat memanfaatkan pengingat di ponsel agar tidak lupa menyediakan waktu untuk membaca Al-Qur’an di tengah kesibukan.
Jangan Menunda Kebaikan
Waktu merupakan amanah yang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan hari esok. Oleh sebab itu, jangan terus menunda kebaikan hanya karena merasa belum memiliki cukup waktu.
Mulailah hari ini, meskipun hanya dengan membaca satu ayat. Semoga langkah sederhana tersebut menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan hati, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ingatlah, bukan tentang seberapa banyak waktu luang yang kita miliki, melainkan seberapa besar kesungguhan kita meluangkan waktu untuk sesuatu yang bermakna. [DW]
Sumber: Ustadz Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd





