SEJARAH Islam mencatat banyak perempuan yang memiliki keberanian untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Salah satunya adalah Laila binti Khatim, seorang perempuan dari kalangan Ansar di Madinah yang dikenal dalam kitab-kitab biografi sahabat Rasulullah SAW.
Namanya tercatat dalam karya sejarah seperti Ath-Thabaqat al-Kubra karya Ibnu Sa’ad dan Usd al-Ghabah fi Ma’rifat ash-Shahabah karya Ibnu al-Atsir. Kisah hidupnya memperlihatkan keberanian seorang perempuan dalam menyampaikan keinginannya secara langsung, sekaligus memberikan pelajaran tentang pentingnya mempertimbangkan keputusan dengan matang.
Baca Juga: Kisah Teladan Tumadir binti Amr bin As-Syarid As-Sulamiyah dalam Sejarah Islam
Laila binti Khatim Sosok Sahabiyah yang Mengajarkan Keberanian dan Kerendahan Hati
Perempuan Ansar yang Berani Menyampaikan Keinginan
Laila binti Khatim berasal dari Bani Zhafr, bagian dari kaum Ansar di Madinah. Ia merupakan saudara perempuan Qais bin Khatim. Dalam catatan Ibnu Sa’ad, Laila sebelumnya menikah dengan Mas’ud bin Aus dan memiliki anak bernama Amrah dan Umairah.
Salah satu kisah yang dikenal tentang dirinya adalah ketika ia mendatangi Rasulullah SAW dan menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan beliau. Dalam sejumlah riwayat biografi, Laila mengungkapkan maksudnya secara langsung. Rasulullah SAW kemudian menerima permintaannya, sebagaimana diceritakan dalam riwayat tersebut.
Kisah ini menunjukkan bahwa Laila bukan sosok yang takut mengungkapkan keinginannya. Ia berani mengambil inisiatif dan menyampaikan maksudnya dengan jelas. Keberanian semacam ini dapat menjadi pelajaran bahwa seorang perempuan memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan keinginannya secara terhormat.
Namun, kisah tersebut perlu dipahami dalam konteks sejarah dan riwayat yang tersedia. Catatan tentang Laila berasal dari literatur biografi sahabat, dan beberapa detail kisahnya memiliki perbedaan dalam jalur periwayatan.
Belajar Mempertimbangkan Nasihat Sebelum Mengambil Keputusan
Setelah menyampaikan keinginannya kepada Rasulullah SAW, Laila kembali menemui keluarganya. Menurut kisah yang tercantum dalam kitab-kitab biografi, keluarganya kemudian mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW memiliki keadaan yang perlu dipertimbangkan.
Setelah mendengar nasihat tersebut, Laila kembali menemui Rasulullah SAW dan meminta agar keinginannya dibatalkan. Rasulullah SAW mengabulkan permintaannya. Kisah ini menunjukkan bahwa keputusan yang telah disampaikan masih dapat dipertimbangkan kembali ketika seseorang menyadari adanya hal-hal yang perlu diperhatikan.
Dari peristiwa tersebut, ada pelajaran yang dapat direnungkan. Keberanian mengambil keputusan merupakan hal penting, tetapi keberanian juga perlu disertai kebijaksanaan. Seseorang tidak harus mempertahankan keputusan hanya karena telanjur mengungkapkannya apabila kemudian menemukan pertimbangan yang lebih baik.
Nasihat dari keluarga dan orang-orang tepercaya dapat membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Meski demikian, nasihat sebaiknya dipertimbangkan dengan jernih agar keputusan yang diambil tetap berdasarkan pemahaman dan tanggung jawab.
Keteladanan yang Dapat Dipetik Muslimah Masa Kini
Kisah Laila binti Khatim mengingatkan bahwa perempuan pada masa awal Islam memiliki peran dan keberanian dalam menyampaikan pendapat. Mereka bukan sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga hadir dengan pengalaman hidup yang dapat menjadi bahan renungan bagi generasi berikutnya.
Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisahnya. Pertama, jangan takut menyampaikan keinginan dengan cara yang baik dan terhormat. Kedua, biasakan mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan besar. Ketiga, bersikaplah terbuka terhadap nasihat yang diberikan dengan niat baik.
Kita juga perlu berhati-hati ketika mengambil pelajaran dari kisah sejarah. Tidak setiap riwayat memiliki tingkat kekuatan yang sama, sehingga penting untuk membaca sumbernya dan tidak menambahkan sifat atau peristiwa yang tidak didukung oleh catatan sejarah.
Pada akhirnya, keteladanan Laila binti Khatim dapat menjadi pengingat bahwa keberanian dan kebijaksanaan perlu berjalan beriringan. Seorang Muslimah dapat menjadi pribadi yang teguh menyampaikan pendapat, tetapi tetap bersedia mengevaluasi keputusan ketika menemukan pertimbangan baru.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga kisah para sahabiyah mendorong kita untuk terus belajar dari sejarah Islam, memperbaiki akhlak, dan mengambil hikmah dengan tetap memperhatikan kebenaran sumbernya. [DW]





