• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 27 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Ustazah

Tetap Menjadi Baik Meski Pernah Disakiti

26/09/2026
in Ustazah
Tetap Menjadi Baik Meski Pernah Disakiti

Sumber: Pixabay

66
SHARES
509
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TIDAK semua luka datang dari orang asing. Terkadang, yang paling menyakitkan justru berasal dari mereka yang pernah kita percaya. Perkataan yang merendahkan, sikap yang mengabaikan, atau perlakuan yang tidak adil sering meninggalkan bekas di hati. Wajar jika kita merasa sedih, kecewa, bahkan marah. Namun, jangan sampai keburukan orang lain mengubah diri kita menjadi pribadi yang juga gemar menyakiti.

Menjadi baik bukan berarti lemah. Menjadi baik adalah pilihan yang lahir dari hati yang kuat. Kita tidak berbuat baik karena ingin dipuji atau berharap semua orang membalas dengan perlakuan yang sama. Kita melakukannya karena Allah mencintai hamba yang menjaga akhlaknya, bahkan ketika sedang diuji oleh perilaku manusia.

Baca Juga: Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan

Tetap Menjadi Baik Meski Pernah Disakiti

Sering kali kita berpikir bahwa membalas adalah cara terbaik untuk mengembalikan harga diri. Padahal, balasan yang paling indah justru datang dari Allah. Dia melihat setiap air mata yang ditahan, setiap kata kasar yang tidak kita balas, dan setiap amarah yang kita redam demi menjaga lisan. Mungkin tidak ada manusia yang mengetahui perjuangan itu, tetapi Allah mengetahui isi hati yang paling tersembunyi.

Memaafkan juga bukan berarti melupakan semua luka atau membiarkan diri terus disakiti. Memaafkan adalah membebaskan hati dari beban dendam agar kita bisa melanjutkan hidup dengan lebih tenang. Kita tetap boleh menjaga jarak dari orang yang menyakiti, tetapi tidak perlu memelihara kebencian yang perlahan menggerogoti ketenangan jiwa.

Allah berfirman dalam Surah Fussilat ayat 34, “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik.” Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan memiliki kekuatan yang mampu memutus rantai keburukan. Ketika seseorang memilih bersabar dan tetap berakhlak mulia, ia sedang memenangkan pertarungan melawan hawa nafsunya sendiri.

Bisa jadi, orang yang menyakiti kita tidak pernah meminta maaf. Bisa jadi, ia bahkan tidak menyadari kesalahannya. Namun jangan biarkan hidup kita berhenti karena menunggu penyesalan orang lain. Teruslah melangkah, teruslah berbuat baik, dan serahkan setiap urusan kepada Allah Yang Maha Adil.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pada akhirnya, setiap kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Ia akan kembali kepada pemiliknya dalam bentuk yang mungkin tidak kita duga: hati yang lebih damai, hidup yang lebih berkah, atau pertolongan Allah di waktu yang paling kita butuhkan. Maka, jagalah kebaikan itu, karena sesungguhnya kita sedang menanamnya untuk diri kita sendiri. [DW]

Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi

Tags: Tetap Menjadi Baik Meski Pernah Disakiti
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Saat Doa Belum Dikabulkan Allah Sedang Menyiapkan yang Terbaik

Next Post

Katakan yang Baik atau Diam

Next Post
Katakan yang Baik atau Diam

Katakan yang Baik atau Diam

Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9411 shares
    Share 3764 Tweet 2353
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1312 shares
    Share 525 Tweet 328
  • Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4259 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Ular dan Penampakan Jin

    546 shares
    Share 218 Tweet 137
  • Ketahui Beberapa Cara untuk Mengatasi Rambut Kusut

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2427 shares
    Share 971 Tweet 607
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4829 shares
    Share 1932 Tweet 1207
  • Kemenag Luncurkan e-SMART KOMITE untuk Perkuat Madrasah Seluruh Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

    525 shares
    Share 210 Tweet 131
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga