DALAM kehidupan sehari-hari, lisan, mata, dan telinga adalah nikmat besar yang Allah titipkan kepada manusia. Melalui ketiganya, kita berinteraksi dengan dunia, membangun hubungan, dan menerima berbagai informasi. Namun, ketiga nikmat itu juga bisa menjadi sebab datangnya pahala atau justru dosa, tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Rasulullah bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” Nasihat ini mengajarkan bahwa setiap ucapan seharusnya memiliki nilai kebaikan. Tidak semua hal yang kita pikirkan harus diucapkan. Kadang, diam jauh lebih mulia daripada perkataan yang menyakiti hati orang lain.
Baca Juga: Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan
Katakan yang Baik atau Diam
Lisan yang dijaga akan melahirkan kedamaian. Sebuah kalimat sederhana yang penuh kelembutan mampu menghibur orang yang sedang sedih, menguatkan mereka yang putus asa, dan mempererat tali persaudaraan. Sebaliknya, satu ucapan kasar dapat meninggalkan luka yang membekas lebih lama daripada luka fisik. Karena itu, seorang Muslim belajar memilih kata-kata yang membawa manfaat sebelum membuka mulutnya.
Begitu pula dengan pandangan. Di zaman ketika berbagai hal begitu mudah muncul di layar ponsel, menjaga mata menjadi bentuk ibadah yang semakin penting. Melihat yang baik berarti mengarahkan pandangan kepada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah, ilmu yang bermanfaat, keindahan ciptaan-Nya, dan hal-hal yang menumbuhkan rasa syukur. Jika yang terlihat justru mengundang maksiat atau merusak hati, maka berpaling adalah pilihan yang lebih mulia.
Telinga pun memiliki amanah yang sama. Tidak semua pembicaraan layak didengarkan. Ghibah, fitnah, dan perkataan yang menebar kebencian dapat mengotori hati sedikit demi sedikit. Menjauh dari majelis yang dipenuhi keburukan bukan berarti sombong, melainkan menjaga kebersihan hati agar tetap hidup dalam kebaikan.
Muslim sejati bukan hanya dikenal dari ibadah yang tampak, tetapi juga dari akhlaknya ketika menggunakan setiap nikmat yang Allah berikan. Ia berbicara karena ingin menghadirkan manfaat, melihat karena ingin mengambil pelajaran, dan mendengar karena ingin memperoleh hikmah. Semua langkahnya diarahkan untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar mengikuti keinginan hawa nafsu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka sebelum berkata, bertanyalah apakah ucapan ini baik. Sebelum melihat, tanyakan apakah pandangan ini mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum mendengar, renungkan apakah yang masuk ke telinga akan membawa manfaat bagi hati. Dengan menjaga lisan, pandangan, dan pendengaran, semoga kita termasuk hamba yang senantiasa berjalan di atas jalan yang diridhai-Nya [DW]




