• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 27 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Katakan yang Baik atau Diam

26/09/2026
in Khazanah
Katakan yang Baik atau Diam

Sumber: Pixabay

66
SHARES
506
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DALAM kehidupan sehari-hari, lisan, mata, dan telinga adalah nikmat besar yang Allah titipkan kepada manusia. Melalui ketiganya, kita berinteraksi dengan dunia, membangun hubungan, dan menerima berbagai informasi. Namun, ketiga nikmat itu juga bisa menjadi sebab datangnya pahala atau justru dosa, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” Nasihat ini mengajarkan bahwa setiap ucapan seharusnya memiliki nilai kebaikan. Tidak semua hal yang kita pikirkan harus diucapkan. Kadang, diam jauh lebih mulia daripada perkataan yang menyakiti hati orang lain.

Baca Juga: Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan

Katakan yang Baik atau Diam

Lisan yang dijaga akan melahirkan kedamaian. Sebuah kalimat sederhana yang penuh kelembutan mampu menghibur orang yang sedang sedih, menguatkan mereka yang putus asa, dan mempererat tali persaudaraan. Sebaliknya, satu ucapan kasar dapat meninggalkan luka yang membekas lebih lama daripada luka fisik. Karena itu, seorang Muslim belajar memilih kata-kata yang membawa manfaat sebelum membuka mulutnya.

Begitu pula dengan pandangan. Di zaman ketika berbagai hal begitu mudah muncul di layar ponsel, menjaga mata menjadi bentuk ibadah yang semakin penting. Melihat yang baik berarti mengarahkan pandangan kepada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah, ilmu yang bermanfaat, keindahan ciptaan-Nya, dan hal-hal yang menumbuhkan rasa syukur. Jika yang terlihat justru mengundang maksiat atau merusak hati, maka berpaling adalah pilihan yang lebih mulia.

Telinga pun memiliki amanah yang sama. Tidak semua pembicaraan layak didengarkan. Ghibah, fitnah, dan perkataan yang menebar kebencian dapat mengotori hati sedikit demi sedikit. Menjauh dari majelis yang dipenuhi keburukan bukan berarti sombong, melainkan menjaga kebersihan hati agar tetap hidup dalam kebaikan.

Muslim sejati bukan hanya dikenal dari ibadah yang tampak, tetapi juga dari akhlaknya ketika menggunakan setiap nikmat yang Allah berikan. Ia berbicara karena ingin menghadirkan manfaat, melihat karena ingin mengambil pelajaran, dan mendengar karena ingin memperoleh hikmah. Semua langkahnya diarahkan untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar mengikuti keinginan hawa nafsu.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Maka sebelum berkata, bertanyalah apakah ucapan ini baik. Sebelum melihat, tanyakan apakah pandangan ini mendekatkan diri kepada Allah. Sebelum mendengar, renungkan apakah yang masuk ke telinga akan membawa manfaat bagi hati. Dengan menjaga lisan, pandangan, dan pendengaran, semoga kita termasuk hamba yang senantiasa berjalan di atas jalan yang diridhai-Nya [DW]

Tags: katakan yang baik atau diam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tetap Menjadi Baik Meski Pernah Disakiti

Next Post

Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Next Post
Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Salman Subakat Ungkap Profesi Pendidik Tak Pernah Pensiun, Terus Menjaga Masa Depan Indonesia

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9410 shares
    Share 3764 Tweet 2353
  • Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1312 shares
    Share 525 Tweet 328
  • Ular dan Penampakan Jin

    546 shares
    Share 218 Tweet 137
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4258 shares
    Share 1703 Tweet 1065
  • Ketahui Beberapa Cara untuk Mengatasi Rambut Kusut

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4829 shares
    Share 1932 Tweet 1207
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2427 shares
    Share 971 Tweet 607
  • Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

    525 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Kemenag Luncurkan e-SMART KOMITE untuk Perkuat Madrasah Seluruh Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga