SATU lagi pencapaian berhasil diraih oleh Hilmy Istiqomah, Ketua Kossuma Sleman, Jogjakarta. Setelah lolos mengikuti Osaka World Expo di Jepang tahun 2025, kini ia kembali terpilih mengikuti short course Australia Awards 2026.
Maka, pada hari Senin hingga Rabu (14-16/9) Hilmy diberi kesempatan emas mengikuti pre-course Worskhop Australia Awards di Hotel Mercure, Jakarta Selatan. Workshop bertema “Women MSME Export Opportunities under IA-CEPA Short Course” ini diselenggarakan oleh Australia Awards in Indonesia (AAI) bekerjasama dengan Curtin University.
Dalam kesempatan tersebut Hilmy menyampaikan presentasi award project Co-creating Indonesian Craftmaship and Australian Design.
“Sebuah anugerah mendapat capaian brilliant and talented womenpreneurs Indonesia! Masya Allah. Pre-course Worskhop Australia Awards sudah selesai. Saya resmi menjadi partisipan Australia Awards. Ready to make a difference!” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan Pre-Course Workshop ini sendiri merupakan pembekalan awal bagi semua peserta sebelum mengikuti rangkaian kursus singkat di Australia.
Hari pertama Senin (14/9) kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Renee Bryant dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Dilanjutkan dengan pengenalan program yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Min Teah, Course Leader Curtin University. Sesi khusus mengenai Kesetaraan Gender, Disabilitas, Inklusi Sosial (GEDSI), serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual (PSEAH) dipaparkan oleh Lia Marpaung dari AAI.
Selain itu, ada pula paparan dari Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI mengenai alat evaluasi kesiapan ekspor (Export Readiness Assessment) oleh Bayu Nugroho. Dilanjutkan dengan pengenalan struktur pemerintahan, budaya kerja, keberagaman, serta komunitas First Nations di Australia oleh Vanessa Hearman, dan penjelasan mengenai peluang pendanaan dan kemitraan bisnis melalui KATALIS Business Partnership Fund (KBPF) oleh Kristy Baker.
Hari ke-2, Selasa (15/9) kegiatan diisi dengan workshop penyusunan indikator, kerangka kerja, target hasil (outcomes), dan strategi kolaborasi proyek yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Min Teah dan Prof. Hadrian Geri Djajadikerta. Dilanjutkan dengan sesi diskusi panel bersama KADIN Indonesia, Devi Erna Rahmawati, Ph.D, terkait akses pembiayaan, digitalisasi ekspor, dan pengalaman wirausaha perempuan Indonesia.
Selanjutnya, pengkajian mendalam mengenai mekanisme pendukung dan tantangan UMKM perempuan dalam menembus pasar internasional disampaikan oleh Phil Kemp dari Curtin University, dirangkai dengan diskusi kelompok mengenai karakteristik serta tantangan spesifik yang dihadapi UMKM berbasis perempuan yang dipimpin oleh Min Teah dari Curtin University.
Hari terakhir, Rabu (16/9), Hilmy Istiqomah mempresentasikan ide dan rencana Award Project di hadapan tim pengajar Curtin University dan peserta dalam agenda presentasi & pitching Award Project.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman peserta terkait regulasi ekspor IA-CEPA, standar pasar Australia, serta strategi inklusif bagi UMKM perempuan. Selain itu juga menjalin sinergi dan jejaring strategis antara peserta dengan kementerian/lembaga, akademisi, serta pelaku UMKM perempuan dari berbagai daerah. [Mh/Kossuma]


