ADA satu pemandangan yang hampir selalu hadir di pagi hari di berbagai sudut Indonesia: gerobak bubur ayam yang dikerumuni pembeli. Semangkuk bubur hangat dengan suwiran ayam, bawang goreng, cakwe, daun bawang, dan sambal bukan hanya menjadi menu sarapan, tetapi juga bagian dari kebiasaan yang tumbuh bersama banyak keluarga Indonesia.
Kini, hidangan sederhana itu mendapat pengakuan internasional. Bubur ayam Indonesia berhasil menempati peringkat pertama sebagai bubur terenak di dunia versi TasteAtlas, mengungguli puluhan hidangan bubur tradisional dari berbagai negara. Prestasi ini menjadi kabar membanggakan bagi kuliner Nusantara yang kembali mendapat sorotan dunia.
Baca Juga: Daging Belut Pilihan Bergizi untuk Tumbuh Kembang Anak
Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan Jadi Bubur Terenak Dunia Versi TasteAtlas
Mengalahkan Bubur dari Berbagai Negara
Dalam daftar Top 100 Porridges in the World yang diperbarui TasteAtlas pada 15 Agustus 2026, bubur ayam Indonesia meraih skor 4,3 dan berada di posisi pertama. Di bawahnya menyusul elarji dari Georgia dan arroz caldo dari Filipina yang sama-sama memperoleh skor 4,2. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian pengguna TasteAtlas terhadap cita rasa dan popularitas makanan tradisional dari berbagai belahan dunia.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa makanan rumahan yang selama ini akrab di warung kaki lima ternyata mampu bersaing dengan hidangan khas negara lain di panggung kuliner internasional.
Apa yang Membuat Bubur Ayam Istimewa?
Menurut TasteAtlas, bubur ayam merupakan versi Indonesia dari chicken congee yang berkembang dengan karakter lokal. Proses memasaknya dimulai dari merebus ayam, kemudian kaldu hasil rebusan digunakan untuk memasak beras hingga menghasilkan bubur yang lembut dan gurih. Justru penggunaan kaldu inilah yang membuat cita rasa bubur ayam begitu kaya.
Semangkuk bubur ayam biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap, seperti suwiran ayam, bawang goreng, irisan daun bawang, seledri atau daun ketumbar, kacang tanah, cakwe, telur rebus, kecap manis, minyak wijen, hingga sambal yang disajikan terpisah. Setiap daerah bahkan memiliki ciri khasnya sendiri, mulai dari Bubur Ayam Jakarta, Bubur Cianjur, hingga Bubur Bandung dengan racikan bumbu yang berbeda-beda.
Lebih dari Sekadar Menu Sarapan
Keistimewaan bubur ayam bukan hanya terletak pada rasanya. Hidangan ini juga memiliki nilai budaya yang kuat. Bagi banyak orang Indonesia, bubur ayam identik dengan pagi hari, kebersamaan keluarga, hingga makanan penghibur ketika tubuh kurang sehat. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah dinikmati oleh anak-anak maupun lansia.
Pengakuan TasteAtlas sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner Indonesia sering lahir dari makanan yang sederhana. Bukan makanan mewah, melainkan hidangan yang diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap bertahan karena cita rasanya yang autentik.
Kebanggaan untuk Kuliner Nusantara
Prestasi bubur ayam di peringkat pertama diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga restoran Indonesia untuk terus menjaga kualitas dan keaslian resep tradisional. Kuliner bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga menjadi identitas budaya yang mampu memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semangkuk bubur ayam yang setiap pagi dijual di pinggir jalan kini telah membuktikan bahwa kelezatan tidak selalu datang dari hidangan yang rumit. Dengan bahan sederhana, racikan bumbu yang tepat, dan sentuhan tradisi, bubur ayam berhasil menjadi simbol kuliner Indonesia yang layak dibanggakan di tingkat internasional. [DW]





