ECENG gondok sering mendapat cap sebagai gulma yang mengganggu sungai dan danau. Padahal, jika dirawat dengan baik di kolam rumah atau taman air, tanaman bernama ilmiah Eichhornia crassipes ini justru mampu menghadirkan suasana yang asri. Daunnya yang hijau mengilap dan bunganya yang berwarna ungu muda membuat kolam terlihat lebih hidup, sementara akarnya yang menjuntai juga menjadi tempat berlindung ikan-ikan kecil.
Meski dikenal mudah tumbuh, bukan berarti eceng gondok bisa dibiarkan begitu saja. Tanaman air ini memiliki laju pertumbuhan yang sangat cepat. Tanpa perawatan rutin, permukaan kolam bisa tertutup rapat sehingga mengurangi cahaya matahari dan kadar oksigen di dalam air. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang seimbang agar tanaman tetap sehat sekaligus menjaga ekosistem kolam tetap stabil.
Baca Juga: Kedudukan Hamba yang Jujur di Sisi Allah
Tips Merawat Eceng Gondok Agar Tumbuh Subur di Kolam
1. Letakkan di Kolam yang Mendapat Cahaya Matahari
Eceng gondok menyukai sinar matahari yang cukup. Idealnya, tanaman ini mendapatkan paparan cahaya sekitar 6–8 jam setiap hari. Cahaya membantu proses fotosintesis sehingga daun tetap hijau segar dan bunga lebih mudah bermekaran.
Jika kolam berada di area yang terlalu teduh, pertumbuhan tanaman cenderung melambat dan warna daunnya menjadi kurang cerah. Sebaliknya, pada daerah yang sangat panas, pastikan ketinggian air tetap terjaga agar tanaman tidak mengalami stres.
2. Sisakan Ruang di Permukaan Air
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memasukkan terlalu banyak eceng gondok ke dalam kolam. Padahal, tanaman ini berkembang biak dengan sangat cepat melalui anakan.
Sebaiknya biarkan eceng gondok menutupi sekitar 30–40 persen permukaan kolam saja. Dengan begitu, sinar matahari masih dapat menembus air, sirkulasi oksigen tetap baik, dan ikan memperoleh ruang berenang yang cukup.
3. Rutin Pangkas Daun dan Angkat Anakan
Daun yang menguning atau membusuk sebaiknya segera dipotong agar tidak mencemari kualitas air. Selain itu, anakan baru yang tumbuh terlalu banyak perlu diangkat secara berkala.
Pemangkasan bukan hanya menjaga tampilan kolam tetap rapi, tetapi juga membantu tanaman induk memperoleh nutrisi yang cukup. Eceng gondok yang terlalu padat justru lebih mudah mengalami pembusukan pada bagian akar.
4. Jaga Kebersihan Air Kolam
Walaupun eceng gondok mampu menyerap sebagian zat pencemar dan nitrat di dalam air, kolam tetap perlu dibersihkan secara rutin. Buang daun kering, sisa pakan ikan, dan kotoran yang mengendap agar kualitas air tetap baik.
Air yang terlalu keruh dapat mengganggu pertumbuhan akar dan memicu bau tidak sedap. Jika diperlukan, lakukan penggantian sebagian air kolam secara berkala tanpa menguras seluruhnya agar ekosistem tetap stabil.
5. Berikan Nutrisi Secukupnya
Eceng gondok memperoleh nutrisi langsung dari air. Pada kolam ikan, biasanya kebutuhan tersebut sudah terpenuhi dari sisa nutrisi alami. Namun, bila ditanam di water garden tanpa ikan, Anda dapat menambahkan pupuk cair khusus tanaman air dalam dosis rendah sesuai petunjuk.
Hindari pemberian pupuk secara berlebihan karena dapat memicu ledakan pertumbuhan alga yang justru merusak keseimbangan kolam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Di alam bebas, eceng gondok termasuk tanaman invasif yang dapat menyumbat aliran sungai dan menutupi permukaan danau. Karena itu, jangan membuang sisa tanaman ke sungai atau saluran air. Manfaatkan hasil pangkasan sebagai kompos atau bahan kerajinan agar lebih ramah lingkungan. <Cite ref=turn0search3/>
Merawat eceng gondok sebenarnya tidak rumit. Dengan cahaya yang cukup, air yang bersih, serta pemangkasan rutin, tanaman ini dapat menjadi penghias kolam sekaligus membantu menjaga kualitas air. Kuncinya adalah mengendalikan pertumbuhannya agar tetap indah tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem. [DW]





