• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Perempuan Berpengetahuan dan Berdaya Jadi Kunci Penguatan Kesehatan Keluarga di Asia Pasifik

13/09/2026
in Berita
Perempuan Berpengetahuan dan Berdaya Jadi Kunci Penguatan Kesehatan Keluarga di Asia Pasifik
69
SHARES
534
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PEMBERDAYAAN perempuan melalui peningkatan pengetahuan dan kapabilitas di bidang kesehatan menjadi salah satu kunci penguatan kesehatan keluarga dan pembangunan manusia di kawasan Asia Pasifik. Pesan tersebut mengemuka dalam pembahasan Komisi 2 bertema “Perempuan, Pendidikan dan Kesehatan” pada Konferensi Keluarga Asia Pasifik di Jakarta, Sabtu (12/9).

Komisi 2 menghadirkan Prof. Dr. Dumilah Ayuningtyas, M.A.R.S. dari Indonesia dan Asst. Prof. Dr. Sarinda Puti dari Thailand, dengan Dini Rahma Bintari, S.Psi., M.Psi., Ph.D. sebagai moderator. Diskusi menyoroti pentingnya menempatkan perempuan sebagai aktor strategis dalam menjaga kesehatan keluarga sekaligus sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

Prof. Dr. Dumilah Ayuningtyas menekankan bahwa kesehatan individu menciptakan efek domino yang berjenjang hingga kemajuan bangsa. Karena itu, investasi kesehatan terbaik perlu dimulai dari tingkat rumah tangga dan keluarga melalui promosi kesehatan serta pencegahan spesifik.

Dalam pembangunan kesehatan, perempuan memiliki enam peran kunci, yaitu edukator pertama di rumah, manajer nutrisi keluarga, duta kesehatan komunitas, pendukung kesehatan mental, pembuat kebijakan/pemimpin, dan inovator kesehatan.

Sejalan dengan itu, Asst. Prof. Dr. Sarinda Puti menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan investasi lintas generasi. Pemberdayaan tidak cukup berhenti pada pemberian akses terhadap layanan publik, tetapi harus diarahkan pada penguatan kapabilitas perempuan agar mampu memanfaatkan pengetahuan secara efektif.

Diskusi juga menyoroti persoalan ekosistem seperti malnutrisi dan keterlambatan perkembangan anak yang perlu menjadi landasan dalam menjaga keberlanjutan layanan. Program lifelong learning, integrasi kesehatan mental pengasuh, serta pengasuhan berbasis shared responsibility dipandang dapat menjadi orientasi kebijakan.

Penguatan Kapabilitas Perempuan Menjadi Prioritas Utama

Dari pembahasan tersebut, Komisi 2 merumuskan lima rekomendasi. Salah satu penekanan utama adalah meningkatkan pengetahuan perempuan agar memiliki kapabilitas dalam menjalankan perannya sebagai duta kesehatan keluarga.

Rekomendasi tersebut kemudian ditetapkan sebagai prioritas utama Komisi 2 dan menjadi landasan utama bagi pencapaian prioritas lainnya. Dengan demikian, penguatan kapasitas perempuan melalui pendidikan kesehatan dipandang sebagai fondasi untuk meningkatkan peran perempuan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental keluarga serta masyarakat.

Lima rekomendasi Komisi 2 meliputi:

1. Meningkatkan kesadaran perempuan bahwa tugas menjaga kesehatan merupakan kewajiban seorang muslim.
2. Meningkatkan pengetahuan perempuan agar memiliki kapabilitas dalam menjalankan perannya sebagai duta kesehatan keluarga.
3. Meningkatkan peran perempuan dalam menyelesaikan masalah kesehatan fisik dan mental bangsa.
4. Merekomendasikan kebijakan berbagi peran dalam pengasuhan (shared responsibility) untuk meningkatkan kesehatan dalam keluarga.
5. Merekomendasikan pencegahan malnutrisi melalui promosi kesehatan dan pencegahan di tingkat rumah tangga.

Rekomendasi tersebut melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, serta negara-negara anggota, dengan sasaran pada tingkat nasional maupun regional.

“Kami menyerukan negara-negara Asia Pasifik memberikan Pendidikan dan memberdayakan perempuan sebagai agen Kesehatan dalam keluarga untuk menyelesaikan permasalahan Kesehatan bangsa dengan berpijak pada nilai agama dan kearifan lokal masing-masing bangsa.” Demikian rumusan dari komisi ini. [Mh/PBKM]

Tags: Perempuan Berpengetahuan dan Berdaya Jadi Kunci Penguatan Kesehatan Keluarga di Asia Pasifik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Deep Cleansing jadi Langkah Baik untuk Rutinitas Pembersihan Wajah

Next Post

Tips Membersihkan Kitchen Set Agar Tetap Bersih dan Awet

Next Post
Tips Membersihkan Kitchen Set Agar Tetap Bersih dan Awet

Tips Membersihkan Kitchen Set Agar Tetap Bersih dan Awet

Ragam Manfaat Lobak untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Ragam Manfaat Lobak untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Soal Sekolah Internasional

Soal Sekolah Internasional

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9601 shares
    Share 3840 Tweet 2400
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2556 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1396 shares
    Share 558 Tweet 349
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2488 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga