BENCANA alam datang tanpa mengetuk pintu. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang bisa terjadi dalam hitungan detik dan memaksa kita meninggalkan rumah secepat mungkin. Dalam situasi seperti itu, sering kali tidak ada waktu untuk mengemas pakaian, mencari dokumen, atau mengambil obat-obatan. Karena itulah setiap keluarga dianjurkan memiliki Tas Siaga Bencana atau emergency preparedness kit yang selalu siap dibawa saat evakuasi.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tas siaga merupakan kumpulan perlengkapan dasar yang dipersiapkan sebelum bencana terjadi agar dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup selama minimal 72 jam atau tiga hari pertama. Tas ini sebaiknya disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui seluruh anggota keluarga.
Baca Juga: Ini Cara Alami Membantu Mengatasi Kutu Air
Barang-barang yang Harus Masuk ke dalam Tas Persiapan Bencana
1. Dokumen penting dalam plastik kedap air
Hal pertama yang wajib disiapkan adalah salinan dokumen penting, seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, buku tabungan, hingga polis asuransi. Simpan semuanya di dalam plastik ziplock agar tetap aman jika terkena air. Dokumen ini akan sangat membantu saat proses identifikasi maupun pengurusan bantuan setelah bencana.
2. Air minum dan makanan tahan lama
Tubuh tetap membutuhkan energi saat proses evakuasi. Siapkan air minum kemasan secukupnya untuk kebutuhan tiga hari, disertai makanan yang tahan lama seperti biskuit, abon, cokelat, makanan kaleng, atau makanan siap saji yang praktis dikonsumsi. Pilih makanan yang tidak memerlukan banyak proses memasak.
3. Pakaian ganti yang nyaman
Masukkan satu hingga dua set pakaian yang mudah dipakai, termasuk pakaian dalam, kaus lengan panjang, celana panjang, jaket tipis, serta jas hujan plastik. Pakaian hangat sangat berguna jika harus bermalam di tempat pengungsian atau menghadapi cuaca dingin.
4. Kotak P3K dan obat pribadi
Jangan lupa membawa perlengkapan pertolongan pertama. Isi kotak P3K dapat berupa plester, kasa steril, antiseptik, gunting kecil, perban elastis, termometer, obat diare, parasetamol, serta obat rutin yang dikonsumsi anggota keluarga. Bila ada bayi, lansia, atau penderita penyakit kronis, siapkan kebutuhan khusus mereka secara terpisah.
5. Alat komunikasi dan penerangan
Saat listrik padam, senter menjadi perlengkapan yang sangat penting. Lengkapi dengan baterai cadangan atau lampu kepala agar tangan tetap bebas bergerak. Selain itu, siapkan ponsel, charger, dan power bank yang terisi penuh untuk menerima informasi resmi dari petugas.
6. Peluit lebih berguna daripada berteriak
Banyak orang lupa memasukkan peluit ke dalam tas darurat. Padahal, alat kecil ini dapat membantu memberi sinyal kepada tim penyelamat ketika terjebak reruntuhan atau berada di lokasi yang sulit dijangkau. Suara peluit juga lebih hemat tenaga dibandingkan terus berteriak meminta pertolongan.
7. Uang tunai dan perlengkapan kebersihan
Saat jaringan ATM atau pembayaran digital terganggu, uang tunai menjadi sangat berharga. Simpan secukupnya dalam pecahan kecil. Lengkapi pula dengan sabun, sikat gigi, tisu, masker, pembalut bagi perempuan, serta hand sanitizer agar kebersihan tetap terjaga selama di pengungsian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Tas siaga bencana bukanlah tas yang disiapkan ketika bencana sudah terjadi, melainkan bentuk kesiapsiagaan yang dibuat jauh sebelumnya. Periksa isinya setiap enam bulan sekali, ganti makanan dan obat yang mendekati kedaluwarsa, serta sesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga. Langkah sederhana ini mungkin tampak sepele hari ini, tetapi bisa menjadi penyelamat nyawa ketika keadaan darurat benar-benar datang. [DW]





