KERINGAT bukan penyebab langsung ketombe. Namun setelah olahraga, kombinasi keringat, sebum, kelembapan, polusi, dan residu dapat membuat gatal dan flakes lebih terasa pada kulit kepala yang rentan berketombe.
Running sebelum bekerja, gym sepulang kantor, badminton, cycling, hingga padel dan HYROX semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Laporan Populix Understanding Indonesia’s Sports Trends juga menunjukkan bagaimana olahraga telah berkembang menjadi bagian dari rutinitas dan lifestyle masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.
Seiring dengan itu, ritual recovery ikut menjadi semakin familiar. Cooling down setelah latihan, memenuhi kembali kebutuhan cairan tubuh, menjaga asupan nutrisi, hingga memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Namun ada satu bagian yang kerap berhenti diperhatikan begitu olahraga selesai: kulit kepala yang masih basah oleh keringat.
Bagi sebagian orang, efeknya terasa beberapa jam kemudian. Scalp menjadi lebih berminyak, mulai terasa gatal, atau flakes yang sebelumnya sudah mereda kembali terlihat.
Yang perlu dipahami, keringat bukan penyebab langsung ketombe. Keringat merupakan respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik.
Namun pada kulit kepala, keringat dapat bercampur dengan sebum, debu, polusi, dan residu produk rambut. Pada mereka yang memang rentan berketombe, kondisi yang lebih lembap dan berminyak dapat membuat keluhan semakin terasa.
Baca juga: Ketombe Mudah Kambuh Saat Menggunakan Hijab atau Helm Seharian? Ini yang Terjadi pada Kulit Kepala
Keringat Bukan Penyebab Utama Munculnya Ketombe
Menurut dr. Ardhiah Iswanda Putri, Sp.D.V.E., M.Ked.Klin, Dermatologist sekaligus Dermascalp Expert Trichologist Board, kondisi kulit kepala dapat terus berubah mengikuti aktivitas seseorang.
“Kulit kepala adalah lingkungan yang dinamis. Kondisinya dapat berubah mengikuti aktivitas, cuaca, keringat, polusi, dan produk yang digunakan.”
Karena itu, recovery setelah olahraga tidak hanya relevan bagi otot dan tubuh. Bagaimana kulit kepala merespons aktivitas juga perlu diperhatikan, terutama ketika ketombe dan rasa gatal terus berulang.
Ketombe merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Produksi sebum, keberadaan Malassezia, kondisi microbiome, serta scalp barrier dapat saling berperan.
Ketika intensitas aktivitas meningkat, tubuh memproduksi lebih banyak keringat untuk membantu mengatur suhu. Di kulit kepala, keringat tersebut bercampur dengan minyak alami, residu produk rambut, serta paparan dari lingkungan.
Jika kondisi ini bertahan setelah workout, scalp dapat terasa semakin lembap dan berminyak. Pada kulit kepala yang rentan berketombe, flakes maupun rasa gatal dapat menjadi lebih terasa.
Dr. Ardhiah menjelaskan:
“Ketombe yang terlihat di permukaan bisa menjadi tanda dari kondisi scalp yang belum seimbang. Karena itu, kita tidak hanya melihat flakes-nya, tetapi juga lingkungan tempat masalah itu muncul.”
Dengan kata lain, ketika ketombe terus muncul kembali setelah aktivitas fisik, solusinya bukan sekadar membersihkan keringat atau membuat rambut terasa lebih kesat. Masalah ketombenya sendiri perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih perawatan.
Perlukah langsung keramas setiap selesai olahraga? Tidak selalu. Setelah workout ringan dengan produksi keringat minimal, seseorang tidak harus otomatis mencuci rambut apabila kulit kepala masih terasa nyaman.
Namun setelah aktivitas dengan produksi keringat tinggi, terlebih ketika scalp sudah terasa sangat berminyak, gatal, atau banyak residu menempel, membersihkan kulit kepala dapat membantu mengangkat penumpukan yang tertinggal.
Bagi mereka yang berolahraga hampir setiap hari, yang lebih penting bukan mengejar frekuensi keramas tertentu, tetapi memahami kondisi scalp dan memilih perawatan berdasarkan masalah yang muncul.
Jika concern utamanya adalah ketombe dan rasa gatal yang terus kembali, shampoo yang digunakan perlu memiliki bahan aktif yang memang ditujukan untuk membantu menangani dandruff.
Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam perawatan anti-ketombe adalah Piroctone Olamine.
Pada Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo, Piroctone Olamine membantu mengontrol Malassezia dan sebum berlebih yang berkaitan dengan ketombe.
Formula tersebut dipadukan dengan Biomimetic ScalpTech™ powered by Molecular Amino. Molecular Amino meniru Natural Moisturizing Factors (NMF) yang secara alami terdapat pada kulit kepala untuk membantu mengurangi dry flakes, mempertahankan hidrasi, serta mendukung kondisi microbial barrier kulit kepala.
Kombinasi tersebut ditujukan pada dua kebutuhan yang dapat muncul bersamaan pada kulit kepala yang rentan berketombe: membantu mengontrol faktor yang berkaitan dengan ketombe sekaligus menjaga kondisi kulit kepala tetap terhidrasi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dalam pengujian produk, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo teruji mengurangi ketombe hingga 92% setelah 14 hari. Selain itu, 90% merasa rasa gatal pada kulit kepala berkurang setelah satu kali penggunaan.
Langkah paling relevan setelah olahraga adalah tidak membiarkan kulit kepala tetap sangat lembap terlalu lama.
Setelah aktivitas dengan produksi keringat tinggi, keringkan rambut dan scalp dengan baik. Hindari langsung mengenakan kembali helm, topi, atau penutup kepala ketika rambut dan kulit kepala masih sangat basah oleh keringat karena kelembapan dapat tertahan lebih lama.
Jika kulit kepala terasa sangat berminyak, penuh residu, atau mulai gatal, bersihkan sesuai kebutuhannya.
Sementara bagi mereka yang mengalami ketombe berulang, Dermascalp Expert Dandruff Relief Shampoo dapat digunakan secara konsisten sebagai bagian dari rutinitas perawatan dandruff-prone scalp.
Hal lain yang penting: tidak setiap kulit kepala yang berkeringat berarti bermasalah. Namun ketika pola yang sama terus berulang, misalnya selesai berolahraga lalu scalp terasa gatal dan flakes kembali muncul, kondisi tersebut menjadi sinyal untuk melihat kembali kebutuhan kulit kepala, bukan sekadar menambah intensitas cleansing.
Jika ketombe terus menetap atau semakin berat, terutama apabila disertai kemerahan luas, luka, sisik tebal, atau kerontokan rambut yang tidak biasa, pemeriksaan oleh Dermatologist diperlukan untuk memastikan penyebab dan perawatan yang tepat.
Recovery setelah olahraga tidak berhenti ketika napas kembali normal atau otot selesai diregangkan. Bagi kulit kepala yang rentan berketombe, memahami respons scalp terhadap keringat dan merawatnya sesuai kebutuhan juga dapat menjadi bagian dari post-workout routine. [Din]




