LPPOM Bangka Belitung memperkuat ekosistem halal melalui Halal Connect 2026 dengan memperluas akses UMK terhadap sertifikasi, pendampingan, pembiayaan, dan pasar.
Upaya ini turut diperkuat melalui kehadiran Halal Service Center, Halal Service Point, dan Program Agen Halal sebagai bagian dari penguatan layanan halal di daerah.
Penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu sektor saja. Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak agar pelaku usaha tidak hanya mampu memenuhi ketentuan sertifikasi halal, tetapi juga memperoleh dukungan untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.
“Penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu sektor saja. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,” ujar Direktur Utama LPPOM, Ir. Muti Arintawati, M.Si.
Menurut Muti, sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem halal. Namun, pelaku usaha juga membutuhkan edukasi, pendampingan, akses pembiayaan, akses pasar, inovasi, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
Semangat tersebut menjadi landasan Halal Connect LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026 dengan tagline “Connecting the Halal Ecosystem”.
Baca juga: LPPOM Ungkap Cara Mudah Pelaku UMK Urus Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal Oktober 2026
LPPOM Bangka Belitung Perkuat Ekosistem Halal Lewat Halal Connect 2026
Digelar selama dua hari, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, MUI, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, buyer, dan berbagai mitra strategis untuk memperkuat konektivitas ekosistem halal di Bangka Belitung.
Melalui kegiatan ini, LPPOM mendorong agar sertifikasi halal tidak dipandang semata sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan peningkatan daya saing.
Hal senada disampaikan Direktur LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Ihsan, S.T.P., M.Si. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pelaku usaha di daerah dapat berkembang lebih jauh.
Halal Connect 2026 sekaligus menjadi momentum penguatan layanan LPPOM di Bangka Belitung. Tiga agenda utama yang dihadirkan mencakup peresmian gedung baru LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, peluncuran Halal Service Center (HSC) dan Halal Service Point (HSP), serta Program Agen Halal.
Gedung baru LPPOM diharapkan menjadi fasilitas yang lebih representatif untuk mendukung layanan sertifikasi halal, edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Sementara itu, HSC yang berada di kantor LPPOM Babel hadir sebagai pusat layanan halal yang menyediakan informasi, edukasi, konsultasi, dan pendampingan sertifikasi secara lebih komprehensif.
Untuk memperluas jangkauan hingga ke daerah, LPPOM juga meluncurkan HSP yang berkolaborasi dengan UPT PLUT Kabupaten Belitung.
HSP menjadi titik layanan yang mendekatkan informasi dan akses sertifikasi halal kepada pelaku usaha, khususnya UMK.
LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi LPPOM Provinsi pertama yang menghadirkan Halal Service Point melalui kolaborasi dengan PLUT.
Kolaborasi ini sekaligus mengintegrasikan layanan halal dengan ekosistem pengembangan dan pendampingan UMK di daerah.
Selain memperkuat fasilitas layanan, LPPOM meluncurkan Program Agen Halal untuk memperluas pendampingan kepada pelaku usaha, terutama usaha mikro dan kecil.
Kehadiran Agen Halal diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran halal secara lebih luas.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penguatan ekosistem halal tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gubernur Hidayat Arsani, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Halal Connect 2026 dan berbagai program yang dijalankan LPPOM serta MUI Babel.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, siap terus membangun sinergi dan kolaborasi dalam memperkuat ekosistem halal di daerah.
Dukungan juga disampaikan Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustaz Hatamar Rasyid, yang mengapresiasi kebersamaan berbagai pihak dalam pembangunan dan pengembangan MUI serta LPPOM di Bangka Belitung.
Melalui Halal Connect 2026, LPPOM Bangka Belitung menegaskan bahwa membangun ekosistem halal berarti membangun koneksi.
Ketika sertifikasi halal terhubung dengan edukasi, pendampingan, pembiayaan, inovasi, dan akses pasar, halal tidak berhenti sebagai kewajiban, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan usaha menuju kualitas dan daya saing yang lebih kuat. [Din]





