BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meluruhkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hujan buatan ini disiapkan untuk mengguyur sejumlah wilayah terdampak yang mencakup Jakarta, Banten, dan Lampung.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC akan segera direalisasikan setelah faktor keselamatan penerbangan dan kondisi cuaca di lapangan dinilai memungkinkan.
Langkah ini krusial diambil mengingat material abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mengganggu aktivitas operasional di beberapa bandara.
OMC ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah untuk menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer melalui teknik penyemaian awan hujan.
Selain metode penyemaian awan konvensional, BNPB juga menyiagakan teknik water mist untuk memaksimalkan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di kawasan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Imbas Erupsi Krakatau, Delapan Bandara Ditutup Sementara
BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Luruhkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Suharyanto menegaskan, titik berat pelaksanaan OMC tetap memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan transportasi udara.
Sejumlah bandara saat ini terpaksa ditutup sementara atau mengalami penyesuaian operasional demi mengantisipasi risiko bahaya abu vulkanik bagi mesin pesawat.
Guna merespons perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB telah menggelar koordinasi secara daring bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak abu vulkanik.
Langkah ini diambil untuk memantau situasi warga sekaligus memetakan kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
Selain koordinasi jarak jauh, BNPB turut menerjunkan tim personel langsung ke lokasi-lokasi terdampak erupsi Anak Krakatau.
Penyiapan personel ini bertujuan memastikan kesiapan pemerintah daerah (pemda) dalam mengantisipasi ancaman dampak lanjutan aktivitas vulkanik.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Suharyanto mengimbau pemda setempat untuk memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana berfungsi optimal.
Komponen vital yang harus disiagakan mencakup sistem peringatan dini seperti sirine, penyediaan tempat evakuasi, penyusunan rencana kontingensi, hingga kepastian ketersediaan stok pangan dan logistik kebutuhan dasar di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota.
Hingga saat ini, BNPB mengonfirmasi belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, BNPB terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat. [Din]





